Selasa, 11 Juni 2013

Budidaya Alpukat Supaya Cepat Berbuah

Banyaknya pohon alpukat yang malas berbuah karena berbagai faktor, dengan kondisi seperti itu tentunya akan "menjengkelkan" bagi para pekebun yang membudidayakan alpukat.

Di catatan kali ini "Pecinta Tanaman" akan berbagi informasi tentang bagaimana caranya supaya pohon alpukat dapat berbuah dengan cepat dengan metode top working seperti yang di muat majalah TRUBUS September 2004.

Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

* Pohon alpukat ditebang setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah. Pemotongan menggunakan gergaji atau kapak. Pilih diameter tanaman yang berukuran 25-30 cm.

* Metode pertama sambung kulit. Buat celah antara kulit kayu dan batang menggunakan pisau sedalam 5-7 cm.

* Ambil entres (batang atas) berdiameter 0,5-1 cm yang disayat miring kedua sisi bawahnya. Panjang enyres 10-15 cm atau terdiri atas 3-5 mata tunas. Sisipkan entres kedalam celah yang telah dibuat.

* Metode kedua sambung celah. Buat torehan memanjang 5-7 cm pada kulit kayu, lebar torehan disesuaikan dengan ukuran entres yang akan ditempel.

* Entres dari pohon yang diinginkan disayat miring dan ditempelkan pada torehan kulit kayu batang bawah.

* Untuk satu pohon ditempelkan 3 entres dengan jarak seimbang memutari batang bawah. Setelah itu, ikat sekeliling tempelan menggunakan rafia atau tali plastik. Olesi parafin alias lilin cair ke permukaan batang bawah dan permukaan kulit kayu yang terbuka. fungsi parafin mencegah penguapan berlebih.

* Agar sambungan terhindar dari sinar matahari secara langsung, tutup dengan kantong semen dan dilapisi plastik. Buat 2 buah lubang di bagian depan dan belakang untuk membantu sirkulasi udara. Lubang itu juga bermanfaat untuk melihat pertumbuhan tunas selama dikerudungi. Kerudung plastik dipasang selama 1 bulan.

* Setelah 1 bulan kerudung dibuka, entres yang hidup akan memunculkan tunas-tunas baru berwarna hijau segar. Warna cokelat, menandakan sambungan tidak jadi.
* Sosok tanaman setelah 5 bulan penyambungan. Dengan perawatan tepat, 3 tahun kemudian tanaman belajar berbuah.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2012/09/budidaya-alpukat-supaya-cepat-berbuah.html

Senin, 10 Juni 2013

Cara Budidaya Apel

Cara budidaya tanaman Apel :
Apel dasar (alas) distek dengan sistem belah dengan menggunakan mata atau batang baru dari jenis jenis apel di atas, apel dasar biasanya dapat diperoleh dari batang bawah apel yang sudah berumur dari 1 tahun sampai 10 tahun.

Cara penyetekan :

1. Apel dasar yang sudah siap disayat bentuk (T) di atas permukaan tanah setinggi 30 cm, kemudian dengan menggunakan mata tunas dari jenis–jenis apel yang dikehendaki baik rome beauty, manalagi, ana, hijau, setelah diisi dengan mata tunasnya maka ditutup (balut) dengan plastik bisa menggunakan tali rafia maupun tali dari plastik es yang direntangkan untuk menghindari pembusukan karena air hujan. Setelah stek berumur 2 sampai 3 bulan dapat dibuka dan dibiarkan untuk tumbuh setelah 5 bulan maka muncul bibit baru dari apel yang sudah distek. Biasanya yang cepat dan baik pertumbuhannya untuk stek adalah apel manalagi.

2. Setelah apel yang sudah distek berumur 1 tahun, bisa dipindah di tempat yang sudah disediakan.

Cara penanaman apel baru:

1. Sediakan tanah yang dilobangi dengan ukuran lobang ukuran 1m x 1m x 50cm kemudian diberi pupuk kandang dengan ukuran per lobang 30 kg, jarak tanam apel adalah 1,5 sampai 2 m.

2. Setelah mulai tumbuh dapat disemprot dengan menggunakan perangsang tubuh atau menggunakan pupuk daun dicampur dengan insektisida untuk menghindari ulat daun yang sering memakan pucuk tunas apel.

Cara perawatan apel supaya berbuah

1. Setelah berumur sekitar 6 sampai 8 bulan apel mulai dapat di rompes (dirontokan), setelah itu dilakukan pemotongan tunas dengan ukuran 50 cm dari batang awal ini bertujuan untuk membuat tunas baru dan pembuahan, setelah itu apel dilengkung dengan menggunakan tali plastik (rafia) bertujuan untuk membuat apel tetap pendek guna memudahkan petani untuk perawatan dan juga dapat merangsang pertumbuhan tunas baru.

2. Biasanya setelah semua perawatan awal dilakukan petani menyemprot apel yang belum berdaun itu menggunakan perangsang tumbuh yang biasa digunakan adalah DORMEX. Dormex juga dapat digunakan dengan cara tutul atau memberi perangsang pada bakal buah saja ini bertujuan menghemat perangsang tumbuh.

3. Setelah perangsangan kira-kira berumur 28 hari maka mulai muncul tunas baru yang dibarengi bunga apel yang masih berwarna merah setelah 3 hari maka bunga apel mulai mekar, di saat bunga apel mulai mekar maka di sinilah pembentukan buah mulai terjadi, setelah 1 minggu bunga mulai kelihatan kecoklatan dan buah apel kecil (pentil) mulai kelihatan biasanya buah apel setiap bakal buah ada yang 3 sampai 5 buah. Setelah berumur 1,5 bulan buah apel mulai sebesar telur puyuh disaat seperti ini biasanya diadakan penjarangan buah dengan mengurangi buah apel yang berbuah 3 sampai 5 di jadikan Cuma 2 buah perbakal buah ini dimaksudkan untuk membuat buah menjadi besar-besar.

4. Setelah berumur 5 sampai 6 bulan apel siap dipanen.

5. Dalam pemanenan ini para petani menggunakan jasa tengkulak yang akan menjual keluar daerah maupun keluar pulau. Apabila apel dalam keadaan bagus maka apel dapat menghasilkan buah per batang mencapai 50kg sampai 200 kg perbatang apabila apel berumur 5 sampai 10 tahun dan biasanya petani di wilayah kecamatan Tutur memiliki 100 batang sampai 6.000 batang apel yang berproduksi dan harga per kilogram bisa mencapai Rp 5.000 sampai Rp 7.000 yang membedakan harga adalah kualitas apel.

Keragaman apel inilah yang membuat keuntungan bagi petani untuk cepat panen apel. Biasanya petani mencampur beberapa macam apel dalam satu pohon ini dimaksudkan untuk mempercepat pemanenan karena dari umur buah apel berbeda-beda.

Biasanya petani menggunakan apel indukan menggunakan apel manalagi, karena apel manalagi paling cepat pertumbuhannya dan tunas selalu muncul dalam setiap semester dari tunas baru inilah para petani membuat stekan baru dengan apel jenis lain biasanya menggunakan apel Ana dan apel Rome beauty jadi dalam 1 pohon ada tiga jenis apel, apel manalagi,ana,dan rome beauty. Dalam satu pohon ini yang cepat panen adalah apel ana karena umur apel ini relatif pendek yaitu 4,5 bulan sudah mencapai umur yang maksimal, dan kelebihan apel ana di stekan di apel manalagi buah kelihatan besar-besar dan merah, warna kelihatan cerah dan harga paling tinggi.

Dan penen ke dua adalah apel manalagi karena umur apel ini maksimal 5 bulan dan keuntungan apel manalagi di stek dengan apel lain dalah apel manalagi tidak muncul tunas baru karena petani berpendapat tunas baru ini akan lama untuk berbuah dan ranting apel cepat rimbun sehingga sebagian petani ada yang melakukan pemotongan ranting paling bawah disebabkan ranting ini sudah tidak porduktif lagi.

Dan penen ke tiga adalah apel rome beauty, apel ini paling lama untuk mencapai umur yang maksimal biasanya apel ini bisa mencapai umur enam sampai tujuh bulan apabila apel manalagi di stek apel rome beauty maka apel rome beauty buahnya akan besar-besar dan selalu berbuah dalam setiap semester. Tetapi biasanya petani memanen apel rome beauty berumur enam bulan, ini dimaksudkan untuk mengatur masa pemanenan, yang dikehendaki petani adalah dalam satu tahun petani dapat memanen apel dua kali. Inilah sekilas tentang bertani apel.

Dalam banyak hal buah apel salain dijual ke tengkulak, banyak para petani sudah dapat memanfaatkan buah apel, di daerah kecamatan Tutur sudah banyak home industri yang menggunakan buah apel, buah apel selain dapat di konsumsi secara langsung juga dapat dibuat produksi lain seperti dodol apel, tea apel, keripik apel, dan juga minuman sari apel, bahkan sebagian masyarakat menggunakan apel sebagai lalapan yang dicampur dengan sambel terasi pengganti timun, karena sangat bermanfaat dan ekonomis maka apel masih menjadi komoditi yang paling banyak dibudidayakan di wilayah kecamatan Tutur selain bunga Krisan yang mulai semarak, tetapi banyak masyarakat luas yang belum mengenal apel Pasuruan. Yang terkenal adalah apel Batu Malang padahal banyak tengkulak dari Batu yang membeli apel dari Tutur. Perlu kami terangkan juga bahwa wilayah Tutur ini dalam jalur wisata Gunung Bromo Tengger, dan di wilayah Tutur pada bulan Mei ini akan diadakan agrobis secara besar-besaran oleh ILO. Jadi sangat disayangkan apabila Apel yang dimiliki Pasuruan kurang terkenal padahal penghasil apel terbanyak di Jawa Timur adalah Pasuruan untuk saat ini.

Sumber :
http://siennylomanjaya.wordpress.com/2012/11/08/cara-budidaya-apel/

Sabtu, 08 Juni 2013

Tehnik Budidaya Apel Malang

Pemangkasan cabang serta ranting tanaman apel saat ini dapat tidak dikerjakan lagi. Dengan pemangkasan akar, tanaman apel terus pendek serta kualitasnya tambah baik. Petani apel di malang serta bali biasanya telah tahu, agar berbunga serta berbuah, ranting serta cabang tanaman dengan teratur mesti dipangkas. Bekas potongan itu setelah itu diolesi ter atau paraffin supaya tidak jadi jalur masuk bakteri atau cendawan pemicu penyakit. Tanaman apel yang tidak dikendalikan perkembangan vegetatifnya dapat malas berbuah.

Petani apel Amerika juga paham bahwa perkembangan vegetative tanaman mesti dihambat. Tetapi mereka tidak ingin repot memotong serta mengoles. Dari pada mesti memangkas ranting, mereka lebih senang memotong akar, tak hanya lebih praktis, pembuahan nyatanya dapat dipacu lebih awal serta sekalian kualitasnya tambah baik.

Menurut hasil penelitian yang dikerjakan oleh James R Schupp dari pusat litbang pertanian Ohio, kampus Ohio, Amerika Serikat, pemotongan akar dapat menyebabkan perkembangan vegetative tanaman apel dihambat hingga 40 %, sepanjang lebih kurang satu musim. Lantas sepanjang itu juga tanaman tak perlu dipangkas. Ukuran buahnya memanglah lantas lebih kecil, namun jumlah buah yang dihasilkan tidak dipengaruhi.

Faedah pemotongan akar nyatanya semakin banyak daripada pemangkasan cabang. tanaman bukan sekedar jadi lebih cepat berbuah, mutu buah yang dihasilkan lalu tambah baik. warnanya lebih menarik, buahnya lebih keras hingga lebih tahan lama, serta rasa manisnya dapat meningkat. kian lebih itu, kerugian pada saat awal produksi pertama dapat ditekan dikarenakan jumlah bunga serta buah yang rontok menyusut.

Waktu pemotongan mesti tepat

Dampak positif pemotongan akar cuma dapat didapatkan bila akar dipotong pada saat yang pas. waktu pemotongan akar sangat baik dikerjakan waktu tanaman mulai berbunga. selambat-lambatnya, pemotongan mesti telah dikerjakan dua minggu lantas. melalui waktu tersebut, hasil panen justru dapat menyusut serta penghambatan perkembangan tanaman pada musim tersebut dapat gagal.

Dikarenakan teknologi mekanisasi pertanian di amerika telah maju, pemotongan akar dikerjakan dengan pisau spesial yang dipasang pada batang logam. batang logam itu setelah itu diletakkan dibagian belakang traktor. saat traktor digerakkan diantara barisan tanaman apel, dengan sesuatu tuas, kedudukan pisau diatur hingga terbenam serta tanah lalu teriris.

Dipotong sedalam 30 cm

Hasil terbaik dapat didapatkan bila ke-2 segi barisan tanaman apel diiris sedalam 30 cm. pada apel melrose( m. 26 ), pemotongan dikerjakan sejauh 60 cm atau 82 cm dari pangkal batang. namun penelitian yang dikerjakan di kampus maine, amerika serikat, memberikan akar apel mc intosh ( mm. 111 ) mesti dipotong sejauh 100 cm dari pangkal batang sedalam 30 cm.

Sisi ekonomis

Harga buah apel yang besar lebih mahal daripada yang kecil. disamping itu, tiap-tiap kotak berisi dapat lebih sedikit bila ukuran buahnya besar-besar. karena petani dapat beroleh keuntungan semakin banyak bila ia dapat membuahkan buah sejenis itu.

Namun ukuran buah yang besar terkadang juga kurang beruntung. contohnya warna buahnya lantas tidak mencukupi syarat minimum grade, bila ditunggu sampai warnanya mencukupi syarat, buah banyak yang gugur, atau jadi banyak yang rusak saat di angkut dikarenakan buahnya lebih lunak.

Disinilah pemotongan akar dapat bertindak. kerugian dikarenakan ukuran buah lebih kecil bisa diganti dengan buah yang warnanya lebih menarik, terasa lebih manis, tidak mudah gugur, serta tahan diangkut.

Lantas, apakah tanaman apel mesti senantiasa dipotong akarnya ?

Bila mutu buah serta peningkatan keuntungan pada saat panenan awal dapat mengimbangi kerugian dikarenakan ukuran buah yang dipanen lebih kecil, pemotongan akar baiknya dikerjakan. terlebih bila perkembangan tanaman amat subur serta jarak tanaman cukup rapat, keuntungannya dapat makin nyata.

Namun bila dengan sedikit pemangkasan cabang telah bisa didapatkan buah apel yang warnanya merah, layaknya yang berlangsung pada panenan musim kemarau, pemotongan akar tambah baik tidak dikerjakan.

Sumber :
http://pertaninak.blogspot.com/2013/05/tehnik-budidaya-apel-malang.html

Kamis, 06 Juni 2013

Ciri-ciri Jalak Nias Jantan

Ciri-ciri burung jalak nias jantan
Jalak nias adalah burung yang banyak tersebar di seluruh daerah di Indonesia (dulu) sekarang sudah langka. Jalak nias adalah burung yang berasal dari keluarga jalak sehingga sangat sulit dibedakan antara yang jantan dan yang betina. Selain itu juga kicauan burung ini termasuk diminati banyak orang, dengan suaranya yang khas dan kencang membuat banyak peminat untuk membeli burung ini.

Ciri-ciri jalak nias jantan
* Mempunyai tubuh sedang.
* Paruh Kuning.
* Lingkar sekitar matanya berwarna kuning yang membentuk topeng.
* Warna bulu coklat keabu-abuan.
* Bagian bawah separuh badan sampai ekor berwarna putih.
* Seperti burung jalak lainnya, Jalak nias juga berjambul saat berkicau.
* Suaranya keras ngeriwik, ngeplong, nembak dan variatif.
* Jika dibandingkan jalak lainnya, Jalak nias lebih banyak mengeluarkan suara tembakan.
* Dapat dilatih untuk menirukan suara manusia.
* Mudah jinak.
* Omnivora (alias pemakan apa saja)

Keadaan jalak nias sendiri semakin memprihatinkan karena perdagangan habis-habisan di pasaran. Mengingat peminatnya banyak, seharusnya jalak yang bersuara merdu ini dilestarikan karena apabila tidak dilakukan pelestarian terhadap burung ini maka si abu-abu ini bisa jadi punah. Misalnya ditangkarkan seperti jalak suren.

Saya punya dua jalak nias di rumah, sepertinya yang satu jantan dan yang satu betina. Perkiraan saya yang jantan lebih besar, rajin bersuara, lebih mudah jinak dan memiliki badan yang lebih terlihat kekar dengan bulu yang lebih jelas warnanya (tidak pudar) sedangkan yang betina kebalikannya. Setiap hari burung ini rajin berkicau tanpa henti hanya saja yang rajin bersuara hanya satu (sepertinya yang jantan) sedangkan yang satu lebih pendiam walaupun yang ini saya beli jadi dan yang rajin bersuara saya beli muda hutan.

Sumber :
http://tipspetani.blogspot.com/2013/04/ciri-ciri-jalak-nias-jantan.html

Kembangkan Budidaya Tikus Putih

Para peternak di Kelurahaan Nongkosawit, Semarang melakukan terobosan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Mereka mengembangkan budidaya tikus putih dengan pangsa pasar sudah menembus Kalimantan dan Sumatera. Menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo, tikus putih digunakan untuk hewan percobaan mahasiswa farmasi di kawasan Semarang dan sekitarnya. Dia sendiri juga ikut aktif mengembangkan budi daya tikus putih.

"Seorang peternak mampu mengirimkan tikus putih ke Kalimantan dan Sumatera rata-rata 500 ekor per bulan," ungkap Anang.

Memang ada kendala, yaitu konsumen umumnya menghendaki tikus hidup di ruang dengan suhu yang dapat diatur atau menggunakan AC. Sementara saat ini peternak di Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati ini tidak mengunakan AC dengan asumsi daerahnya sudah sejuk. Ini yang sedang dipertimbangkan para peetrnak.

"Budidaya tikus putih ini menjanjikan karena sangat cepat berkembangbiaknya. Dalam waktu tiga bulan, satu tikus mampu beranak hingga 15 ekor. Induk siap kawin berumur 70 hari. Model pembiakan, dalam satu wadah diisi satu pejantan dan empat induk betina. Bayi lahir setelah tiga minggu dalam kandungan. Seusai menyusui, induk bisa dikawinkan lagi," papar Anang seperti dilansir ANTARA.

Tambahnya budidaya tikus putih ini akan terus dikembangkan seiring dengan Kelurahan Nongkosawit dijadikan sebagai Desa Wisata. Masyarakat Kelurahan Nongkosawit menghendaki pada 9 September 2013 sudah dapat menerima kunjungan wisatawan dengan sejumlah potensi yang dimiliki daerah setempat mulai dari adanya perkebunan durian, rambutan, dan buah naga., disusul hasil peternakan seperti sapi, kambing, ayam, dan tikus putih.

Memelihara tikus putih ternyata sangat mudah. Tikus memakan apapun, termasuk sisa makanan manusia sehari-hari dan yang lebih penting adalah mudah merawatannya Harga seekor tikus putih berkisar Rp 2500-6000 per ekor bergantung kualitasnya. Namun untuk pemesanan ada batas minimalnya seperti 50 ekor ke atas. Selain untuk kepentingan penelitian tikus putih juga diminati pehobi reptil dan binatang karnivora lainnya. Sedangkan tepung daging tikus juga banyak dibutuhkan sebagai campuran membuat pakan ternak untuk menambah protein.

Sumber :
http://www.carikabar.com/regional/183-jawa-tengah/1025-semarang-kembangkan-budidaya-tikus-putih

Selasa, 04 Juni 2013

Tips Memilih dan Menjinakkan Burung Parkit

Sekilas burung parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tetapi begitu kita pegang, terutama burung yang sangat jarang berada dekat dengan manusia, maka tak jarang berontak bahkan menggigit. Itu adalah reaksi wajar dan alami. Namun setelah kita mengetahui trik-trik menjinakkannya maka hal itu akan berbalik kondisinya. Si cantik paruh bengkok akan bersahabat dengan kita.

Yang perlu kita ketahui sebelumnya bahwa burung parkit tetaplah mempunyai naluri alaminya. Nah itulah yang harus kita fahami agar bisa memberlakukan burung parkit sebagaimana mestinya dan tidak semua burung mempunyai karakter yang sama sehingga kita harus jeli menentukan pilihan terlebih bila kita membeli di pasar burung secara acak.

Kebetulan saya membeli di pedagang burung dekat rumah. Di kandang yang terdapat puluhan parkit dengan warna beragam serta jenis kelamin tidak dipisah antara jantan dan betina menjadi tantangan tersendiri. Nah supaya to the point berikut langkah-langkah mulai memilih dan cara menjinakkan burung parkit sebelum dilatih dengan beberapa ketrampilan tertentu :

TIPS MEMILIH BURUNG PARKIT
* Tentukan warna burung parkit kesukaan kita.
* Pilih kondisi burung yang sehat.
* Tekstur bulu burung yang mempunyai ciri mudah dijinakkan mempunyai tektur yang lembut. Burung yang bulunya bertekstur kasar biasanya memiliki perangai agak liar.
* Pilih usianya yang agak muda, jangan terlalu tua. Ciri-ciri parkit yang tua bisa dilihat dari tekstur atau sisik kaki yang terlihat sangat kasar dan gelap. Demikian juga paruhnya yang mulai terkikis (geripis) dan sangat gelap. Ciri parkit yang masih muda sisik kakinya lebih halus dan segar. Demikian dengan warna paruhnya lebih cerah.
* Jika kita memilih yang masih anakan. Bisa jadi point bagus.
* Jenis kelamin jantan biasanya lebih mudah dijinakkan/dilatih.

TIPS MENJINAKKAN BURUNG PARKIT
* Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun petshop burung segera dimandikan dengan menggunakan tangan. Usapkan air dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jangan perlakukan dengan kasar.
* Apabila sudah basah kuyub usap pelan-pelan tubuh burung parkit dengan sentuhan lembut. kemudian coba taruh di jari telunjuk kita agar bertengger.
* Pada kasus tertentu ada burung yang langsung bertengger tenang sambil menata/menyulam bulu-bulunya agar rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih celingak-celinguk/bingung dan ingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk karakter burung yang seperti itu sebaiknya segera dimasukkan kandang terlebih dahulu dan diulangi lagi untuk esok harinya.
* Untuk burung parkit yang sudah bisa tenang di atas tenggeran jari telunjuk bisa kita coba tawari makanan kesukaannya berupa milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge ataupun yang lainnya. Bila ia merespon pertanda burung itu sudah mulai jinak, tetapi bila belum jangan putus asa, biarkan beberapa saat agar tenang di atas tenggeran jari telunjuk. setelah itu masukkan kandang.
* Pada masa penjinakkan untuk burung-burung yang belum mau mengambil makanan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan supaya rasa lapar si burung memberi keberanian untuk mengambil makanan dari tangan kita langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari setelah sedikit puasa burung parkit mulai 'terpaksa' mau mengambil makanan/biji milet langsung dari tangan kita.
* Sewaktu masih menjalani masa penjinakan burung harus makan dari tangan kita langsung sehingga ia akan menyesuaikan atau beradaptasi dengan kita secara cepat. Sebelum burung betul-betul jinak maka jangan diberi makan langsung dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan hingga basah kuyub. Tujuan agar burung tidak kabur atau terbang. Bila dalam kondisi basah biasanya ia akan tenang dan sibuk mengurusi bulu-bulunya yang acak-acakan karena air. Di saat itu momen pas untuk melatih agar ia mau makan pemberian dari tangan kita langsung.
* Bila sudah mau makan langsung dalam kondisi basah biarkan hingga kering sambil kita suapi makanan kesukaannya. Sesekali perintahkan burung agar berpindah tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lainnya. bila ia mau melakukan beri suapan hadiah untuknya. begitu seterusnya. Dan jangan lupa setiap kali memberi suapan sebut namanya agar terbiasa dengan perintah itu.
* Lakukan berulang-ulang hingga si burung parkit betul-betul jinak.

Tanda-tanda parkit yang sudah mulai jinak dan siap dilatih
* Mau bertengger tenang di atas jari telunjuk atau tangan kita.
* Mau makan langsung biji-bijian dari pemberian tangan kita.
* Tidak gelisah dan ingin kabur.

Nah itulah sedikit trik menjinakan burung parkit. Bisa jadi trik yang saya lakukan akan berbeda dengan para pakar burung parkit lainnya. Untuk itu bagi yang berkelimpahan ilmunya mohon kesediaan berbagi dengan penulis. Untuk pakar trik melatih burung di jakarta ada nama pak Rudi Pelung.

Yang jelas burung parkit sebagai miniatur saudaranya yang lainnya seperti kakak tua, nuri, betet yang mempunyai ukuran tubuh jauh lebih besar namun tidak kalah jinak dan pintarnya . Mudah-mudahan juga suatu saat akan ada kontes kecerdasan burung kaya warna ini.

Dan lebih penting lagi agar kita turut melestarikan burung mungil yang cantik ini supaya tidak punah seiring habitat alamnya yang sudah banyak di ambil alih oleh bangsa manusia sendiri.

Sumber :
http://budidayanews.blogspot.com/2011/05/tips-memilih-dan-menjinakan-burung.html

Kamis, 30 Mei 2013

Cara Memilih Burung Kenari Indukan

Masa ekonomi yang begitu sulit sekarang ini kita harus berpikir kreatif bagaimana kita dapat menambah penghasilan bagi diri kita sekarang ini, apalagi dengan dampak ekonomi yang begitu menyulitkan bagi kita. Dengan banyaknya pabrik yang gulung tikar karena dampak ekonomi yang tidak karuan dan peluang kerja yang begitu sempit/sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali, oleh karena itu kita dapat berwirausaha sendiri salah satunya adalah beternak. Kalaupun belum ada modal yang memadai kita dapat mencoba dengan yang relatif lebih kecil dulu. Disini saya hanya ingin berbagi tentang usaha beternak tersebut salah satunya adalah beternak burung kenari. Ada beberapa langkah untuk beternak kenari khususnya bagi pemula, apalagi bagi orang yang bahkan sama sekali belum pernah mengenal pekicau kenari. Disini saya akan berbagi tentang cara beternak kenari dari memilih indukan sampai dengan ciri – ciri indukan kenari siap untuk di campur dengan pejantan.

Tahap pertama memilih kenari betina.
Indukan atau kenari betina merupakan penghasil anakan kenari yang paling utama, dengan memilih kenari indukan yang bagus kita akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Dilihat dari bentuk body/tubuh dari kenari tersebut, ciri dari kenari betina dilihat dari body/tubuh: dari paruh sampai ekor berdiri tegak lurus ke bawah dan memanjang, kalau bisa indukan/kenari betina tubuhnya besar walaupun kenari tersebut adalah kenari lokal, saya menganjurkan kenari indukan yang bertubuh besar dan panjang dikarenakan jika suatu saat jika Anda berhasil menangkar yang lokal kemudian Anda ingin berganti dengan kenari import atau yorksire Anda dapat memanfaatkan kenari lokal tersebut sebagai babon (indukan khusus hanya mengerami telur).

Untuk memilih indukan kenari Anda juga harus berpikir dulu kenari indukan yang sudah siap telur atau yang masih dere (masih muda), kalau ingin mencari yang sudah siap sebaiknya Anda membeli ke peternak langsung, kalau Anda membelinya di pasar burung dikuatirkan Anda akan kena tipu oleh si penjual. Saya pernah membeli di pasar ternyata kenari indukan yang saya beli terkena panyakit napas sehingga bertelurnya pun tidak maksimal, setiap bertelur kenari tersebut hanya bertelur 2 butir kalau kenari tersebut sehat bisa bertelur sampai 5 butir. Ciri kenari betina yang sudah siap dilihat dari anus, Anda dapat memegang kenari tersebut kemudian Anda balik dan ditiup bulu yang dekat dengan anus, jika anus pada burung kenari sudah tidak ada bulunya dan tonjolan anus sudah kelihatan membesar maka kenari tersebut sudah siap untuk dijadikan indukan, ciri ini juga berlaku untuk kenari yang masih muda tapi untuk kenari yang masih muda bulu di dekat anus biasanya tidak bisa rontok semua pasti ada beberapa bulu yang tumbuh didekat anus. Untuk mengetahui kenari muda tersebut sudah siap untuk dibuahi atau tidak maka Anda harus menyiapkan sangkar yang didalamnya sudah ada tempat bertelur kenari, tempat bertelur kenari tersebut harus di isi dengan serabut-serabut halus, jika kenari sudah mengatur serabut-serabut halus tersebut rapi dan melingkar sesuai dengan tempatnya dan rapi maka Anda dapat memasukkan kenari jantan ke dalam sangkar yang sudah dipakai oleh kenari indukan tadi.

Tahap Kedua "Pemilihan Pejantan"

Kenari jantan merupakan kenari yang memberi pembibitan pada betina yang nantinya diharapkan dapat memberikan hasil atau anakan yang mempunyai suara keras, mental yang berani. Untuk hasil anakan dilihat dari segi postur tubuh bisa dilihat pada posting yang pertama tentang Indukan Betina tapi tidak menutup kemukinan untuk pejantan juga haruslah yang dapat memberikan hasil yang bagus pula.

Ciri dari pejantan yang akan digunakan untuk membuahi kenari betina :
Kenari jantan haruslah memiliki suara atau berkicau dengan keras, diharapkan dengan suara yang keras dan memiliki kekuatan suara yang keras dapat diturunkan ke anakan yang nantinya akan dihasilkan pada saat digunakan sebagai pejantan. Kemudian warna dari burung kenari sendiri untuk pejantan warna yang bagus untuk digunakan sebagai indukan pejantan adalah warna yang relatif agak berbeda dan sulit untuk dihasilkan, contoh warna burung kenari yang bagus untuk jadikan pejantan adalah warna kuning, di pasaran warna ini memiliki keindahan, dilihat dari segi penjualan warna kuning sangatlah diminati dan harganya pun juga standart dengan kata lain terjangkau oleh orang yang sakunya agak tipis, warna lainnya yaitu sankis atau warna kuning tapi diimbangi dengan warna putih sehingga menghasilkan warna kuning keputihan, Untuk kenari jenis warna ini harganya juga tidak jauh beda dengan warna kuning. Warna burung kenari yang lainnya adalah orange atau warna dari bulu-bulunya menyerupai warna orange wortel, untuk jenis kenari warna seperti ini harganya relatif lebih mahal karena untuk menghasilkan kenari jenis warna seperti ini sangatlah sulit sehingga harganya juga relatif mahal.

Penulis menjelaskan warna dari jenis kenari agar para pembaca dapat memilih indukan pejantan yang nantinya dijadikan sebagai pejantan dan dapat menghasilkan anakan yang bagus dan dapat diterima dipasaran, Kalaupun belum mempunyai dana untuk mencoba jenis kenari yang memiliki warna tersebut diatas pembaca dapat mencoba dulu dengan kenari jenis lurik lokal, karena kenari jenis ini harganya relatif terjangkau entah dari segi betina ataupun dari segi pejantan. Tapi penulis pesan jika sudah berhasil dengan jenis lurik ini jangan pembaca buang atau di jual semua kenari yang telah menghasilkan tersebut, karena tidak semua kenari menghasilkan warna yang sama. Pilihlah kenari betina yang manghasilkan banyak telur untuk lebih jelas baca di memilih Indukan Betina. Untuk postur tubuh dari kenari jantan carilah yang sama dengan kenari betina yang telah penulis jelaskan di langkah pertama memilih Indukan Betina.

Berikutnya adalah pejantan kenari belum tentu semua dapat membuahi betina, walaupun kenari jantan tersebut berkicau dengan suara yang keras dan memiliki postur tubuh yang bagus. Kenari jantan kadang memiliki sifat yang kejam yaitu jika melihat burung yang sejenis sefatnya adalah menyerang burung tersebut. Jika pembaca menenukan kenari jantan jenis ini sebaiknya dijual saja karena jika di campur dengan kenari betina susah untuk jodoh atau melakukan pembuahan, akibat yang dihasilkan kenari jantan tersebut bisa membunuh kenari betina nya. Untuk mengetahui kenari jantan dapat membuahi atau tidak pembaca haruslah mempraktikkan langsung karena jika hanya dengan melihat tidak akan bisa diketahui hasilnya.

Tahap 3 "Perjodohan"
Dalam menjodohkan kenari kita harus melihat dulu kenari betinanya sudah siap atau belum seperti yang sudah saya jelaskan di postingan pertama "Memilih Betina" di sini sedikit saya singgung. Untuk mengetahui betina kenari itu sudah siap atau belum pembaca bisa melihat pada dubur kenari kalau betina itu sudah siap maka pada dubur kenari bulu - buluny sudah pada hilang atau rontok. Kemudian pindahkan ke sanggkar yang sudah siap digunakan untuk menjodohkan kenari, tahap pertama sangkar haruslah di beri tempat untuk bertelur dan pada posisi tempat bertelur tersebut belakang dan samping pada posisi tempat bertelur tersebut di tutup dengan kertas supaya pada saat kenari tersebut mengerami telurnya tidak melihat ke arah luar yang bebas atau dengan kata lain dengan adanya tutup dapat mengurangi gangguan. Pada tempat untuk bertelur kenari di isi dengan serabut halus untuk bantalan telur pada saat bertelur dan ngerami telur, tahap ini kita juga bisa bahwa kenari sudah siap untuk di campur dengan pejantan atau belum, bisanya kenari betina yang sudah siap untuk dijodohkan kenari tersebut akan menata atau mengatur serabut - serabut halus tersebut ke dalam wadah tempat telur membentuk setengah lingkaran atau bulat, dengan ciri tersebut maka pejantan sudah siap untuk di masukkan ke dalam sangkar perjodohan.

Ciri lain pada saat perjodohan betina ketika mendengar suara kicau dari pejantan si betina akan mengeluarkan kicau kecil seperti suara rintihan secara berulang - ulang, pada fase ini kenari betina ada yang belum menata serabut - serabut halus ke dalam tempat bertelurnya. Dengan kondisi seperti ini anda tidak perlu terlalu lama menyendirikan kenari betina tersebut, anda bisa menjodohkan kenari betina tersebut atau memasukkan kenari jantan ke dalam sangkar yang digunakan untuk menjodohkan dan mengindukkan.

Pada saat menjodohkan kadang kenari jantan akan menyerang kenari betina pada awal - awal hari atau pada saat baru masuk, pada kondisi tersebut anda harus mengawasi secara teratur karena ada kenari betina yang berani melawan kenari jantan sehingga kenari jantan dan kenari betina akan bertarung, kalau bertarungnya hanya kicauan saja biarkan kadang kejadian tersebut hanya mempertahankan posisi penguasa, ketika kondisi kenari betina dan kenari jantan tersebut sangatlah birahi tanpa menuggu terlalu lama akan terjadi perkawinan biarkan perkawinan tersebut terjadi beberapa kali setelah selesai keluarkan kenari jantan dan dipisahkan dari kenari betina tersebut, maka dalam waktu satu minggu atau kurang kenari betina tersebut akan bertelur.

Untuk memilih kenari jantan yang akan digunakan untuk pejantan penulis sudah menjelaskan di postingan yang ke dua "Memilih Pejantan" sedikit juga penulis ulas kembali tidak semua kenari jantan dapat melakukan proses perkawinan atau istilah ternaknya "NGISI" maka pintar - pintarlah untuk mencari kenari jantan yang ngisi.

Untuk perjodohan itu sendiri banyak yang menggunakan trik - trik yang berbeda - beda, setiap peternak melakukan eksperimennya sendiri untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau optimal, Sedikit penulis jelaskan langkah yang penulis uraikan mengambil langkah indukan betina mengerami telurnya sendiri. Langkah ini sedikit menekan biaya karena tidak setiap betina memiliki pasangan jantannya sendiri akan tetapi setiap kenari jantan dapat melakukan perkawinan dengan betina yang lain, pengalaman saya untuk kenari jantan dapat melakukan perkawinan dengan kenari betina lebih dari 5 kenari betina. Ada juga yang melakukan perkawinan setiap kenari betina akan di jodohkan dengan kenari jantan dan tidak akan dirubah perjodohan tersebut. Pada perjodohan di atas anda dapat menarik kesimpulan langkah yang ingin di ambil di lihat dari aspek mencari pejantan dan mengambil keturunan yang prospeknya bagus dan penurunan gennya pula.

SELAMAT MENCOBA...

Sumber :
http://tipspetani.blogspot.com/2011/03/cara-memilih-burung-kenari-indukan.html