Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Alpukat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Alpukat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juni 2013

3 Tips Mudah Menanam Biji Alpukat

Menanam alpukat bisa dilakukan melalui bijinya. Pohon alpukat memiliki genus Persea dan famili Lauraceae. Dalam artikel ini akan diulas mengenai cara menumbuhkan alpukat dari bijinya.

Cara Menumbuhkan Alpukat dari Biji

Biji alpukat bisa ditanam langsung di tanah atau ditumbuhkan terlebih dahulu tunasnya di air. Berikut adalah langkah menanam biji buah alpukat:

1. Memilih biji alpukat.
Carilah buah alpukat yang lembut dan matang. Untuk mengeluarkan bijihnya, Anda harus memotong alpukat menjadi dua. Hati-hati saat memotong, jangan sampai biji rusak terkena pisau. Cuci biji untuk menghilangkan sisa daging buah yang menempel.

2. Menumbuhkan biji alpukat di dalam air.
Sebelum menumbuhkan biji di dalam air, pastikan mencuci biji alpukat hingga tidak tersisa daging buahnya. Biji alpukat memiliki sisi lebih sempit pada satu ujung tempat tumbuhnya daun dan sisi yang lebih luas pada ujung lainnya tempat tumbuhnya akar. Dalam wadah, letakkan biji alpukat sedemikian rupa sehingga ujung tempat tumbuhnya akar berada di bawah dan ujung tempat tumbuhnya daun berada di atas (lihat gambar ilustrasi).

Pastikan biji terendam setidaknya setengahnya dengan menyisakan biji bagian atas tidak terendam air. Letakkan wadah dekat jendela atau tempat yang terkena sinar matahari langsung. Pastikan bagian bawah biji selalu terendam air. Tambahkan air setiap kali air pada wadah terlihat susut. Umumnya, biji terlihat mulai retak dalam 2-3 minggu. Akar mulai terlihat tumbuh sekitar 3-4 minggu di bagian biji yang terendam air. Biarkan biji terus terendam sampai akar berukuran 5-7 cm. Ketika batang juga nampak mulai tumbuh, Anda bisa memindahkan biji dan menanamnya di tanah.

3. Menanam biji alpukat langsung di tanah.
Biji alpukat juga bisa langsung ditanam di tanah. Sebelum menanam biji, pilih lokasi yang terkena sinar matahari langsung. Gali tanah kurang lebih seukuran biji dan tanam biji alpukat di dalamnya. Pastikan bagian ujung biji yang sempit sedikit menyembul di atas tanah. Pilih lokasi yang memiliki sistem drainase baik. Jangan sampai biji alpukat terendam oleh genangan air. Siram biji secara teratur, tetapi pastikan tidak ada air yang menggenang. Terlalu banyak air akan membuat akar menjadi busuk. Ketika bibit alpukat telah mencapai tinggi sekitar 15-20 cm, pangkas sebagian daun dan rantingnya untuk memicu pertumbuhan tunas baru.

Sumber :
http://amazine.co/18777/3-tips-mudah-menanam-biji-alpukat/

Senin, 24 Juni 2013

Cara Menanam Pohon Alpukat Dari Biji Alpukat

Buah alpukat merupakan salah satu sumber lemak yang baik bagi tubuh. Selain mengandung banyak nutrisi dan zat gizi lainnya, buah alpukat ini juga kaya akan rasa. Bila suatu saat Anda membeli buah alpukat, jangan langsung membuang biji nya. Karena ternyata kita dapat menumbuhkan pohon alpukat hanya dari biji nya saja loh. Ingin tahu caranya? Mari, saya tunjukkan kepada Anda beberapa langkah untuk menanam dan menumbuhkan pohon alpukat.

Langkah pertama adalah membersihkan biji alpukat. Anda tinggal mencuci atau merendam buah alpukat, lalu gosok hingga bersih. Namun perlu Anda ingat agar tidak mengelupas bagian kulit coklat, karena itu adalah penutup benih.

Lalu pastikan bagian mana yang merupakan bagian atas dan bawah dari biji ini. Caranya seperti gambar di atas. Setelah dicocokkan dengan lubang tempat biji sebelumnya, akan terlihat bagian mana yang merupakan atas dan bawah dari biji ini. Tahap ini harus Anda perhatikan benar – benar karena akan menentukan hasilnya apakah tanaman Anda akan tumbuh atau tidak. Bila salah pada tahap ini, maka Anda akan gagal.
Langkah ketiga adalah mencolok biji alpukat. Ambil 4 buah tusuk gigi. Kemudian colok lah biji tersebut dengan 4 buah tusuk gigi tersebut. Pastikan bahwa ketika Anda mencolok tusuk gigi tersebut, arahkan tusuk gigi sedikit menukik ke bawah. Karena tusuk gigi ini berfungsi sebagai dudukan biji ketika akan dicelupkan sebagian ke dalam air di gelas. Jadi Anda harus mencoloknya dengan benar agar biji alpukat tidak terlepas dan jatuh semua ke dalam air.

Bila sudah, ambilah sebuah wadah, seperti gelas lalu isilah dengan air. Akan lebih baik bila Anda menggunakan gelas kaca. Sehingga Anda dapat melihat ketika akarnya tumbuh. Anda juga perlu mengganti airnya selama beberapa hari sekali. Saya sarankan untuk menggantinya selama 5 hari sekali dalam seminggu. Hal ini untuk mencegah adanya jamur, bakteri dll yang dapat membunuh akar tanaman Anda. Pastikan bahwa bagian bawah biji menghadap ke bawah dan terendam oleh air. Karena akar akan tumbuh melalui biji bagian bawah, sedangkan pohon atau tanaman akan tumbuh melalui bagian atas biji Pastikan juga agar bagian atas biji tidak terendam air. Inilah mengapa Anda harus memastikan benar – benar mana bagian atas mana bagian bawah biji.

Langkah selanjutnya adalah menunggu tumbuhnya tunas. Munculnya tunas tidak dapat dipastikan jangka waktunya. Ada yang dapat segera tumbuh hanya dalam waktu 2 – 4 minggu. Bahkan ada yang sampai 8 minggu. Jadi, bersabarlah! Proses yang akan Anda saksikan adalah:

1. Bagian atas lubang alpukat akan mengering dan membentuk celah. Kemudian kulit coklat di bagian luar biji akan mengelupas.

2. Biji akan mulai retak yang memanjang sampai ke bawah lubang alpukat. Melalui celah di bagian bawah, sebuah akar kecil akan mulai muncul.

3. Akar tersebut akan tumbuh banyak, dan akhirnya tunas kecil akan mulai tumbuh melalui bagian atas lubang biji alpukat.

4. Jangan biarkan akar tersebut mengering karena tanaman Anda akan mati.

Bila tanaman sudah tumbuh setinggi 15 cm, potong lah sepanjang 7 cm. Hal ini akan merangsang pertumbuhan tanaman. Bila sudah mencapai 15 cm lagi, pindahkan dari gelas yang berisi air ke dalam sebuah pot tanaman berdiameter 8 – 10 cm yang berisi tanah yang subur. Lalu tempatkan pot tersebut di daerah yang terkena matahari. Paparan sinar matahari akan membantu pertumbuhan tanaman ini dengan cepat.

Lalu rawatlah tanaman Anda. Anda harus memastikan bahwa tanah nya tidak boleh kering, namun juga jangan diberi air terlalu banyak. Kondisi tanah harus lah lembab. Bila daunnya menguning, itu tandanya bahwa kondisi tanah mengandung terlalu banyak air.

Lalu, kapan tanaman ini akan menghasilkan buah alpukat? Hal inilah yang sulit dikatakan. Kadang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 tahun agar tanaman mulai berbuah. Yang lainnya membutuhkan waktu hingga 15 tahun.
Selamat mencoba…

Sumber :
http://jadiberita.com/26024/mari-menanam-pohon-alpukat-dari-biji-alpukat/

Kamis, 20 Juni 2013

Teknik Penanaman Pohon Buah Alpukat

1) Pola Penanaman
Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietas-varietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain.

2) Pembuatan Lubang Tanam
a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu.
b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan.
c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang.
d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam.

3) Cara Penanaman
Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:
a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit.
b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh.
c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

Sumber :
http://www.distan.pemda-diy.go.id/images/stories/pertanian/buah/alpukat.pdf

Selasa, 11 Juni 2013

Budidaya Alpukat Supaya Cepat Berbuah

Banyaknya pohon alpukat yang malas berbuah karena berbagai faktor, dengan kondisi seperti itu tentunya akan "menjengkelkan" bagi para pekebun yang membudidayakan alpukat.

Di catatan kali ini "Pecinta Tanaman" akan berbagi informasi tentang bagaimana caranya supaya pohon alpukat dapat berbuah dengan cepat dengan metode top working seperti yang di muat majalah TRUBUS September 2004.

Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

* Pohon alpukat ditebang setinggi 50-60 cm dari permukaan tanah. Pemotongan menggunakan gergaji atau kapak. Pilih diameter tanaman yang berukuran 25-30 cm.

* Metode pertama sambung kulit. Buat celah antara kulit kayu dan batang menggunakan pisau sedalam 5-7 cm.

* Ambil entres (batang atas) berdiameter 0,5-1 cm yang disayat miring kedua sisi bawahnya. Panjang enyres 10-15 cm atau terdiri atas 3-5 mata tunas. Sisipkan entres kedalam celah yang telah dibuat.

* Metode kedua sambung celah. Buat torehan memanjang 5-7 cm pada kulit kayu, lebar torehan disesuaikan dengan ukuran entres yang akan ditempel.

* Entres dari pohon yang diinginkan disayat miring dan ditempelkan pada torehan kulit kayu batang bawah.

* Untuk satu pohon ditempelkan 3 entres dengan jarak seimbang memutari batang bawah. Setelah itu, ikat sekeliling tempelan menggunakan rafia atau tali plastik. Olesi parafin alias lilin cair ke permukaan batang bawah dan permukaan kulit kayu yang terbuka. fungsi parafin mencegah penguapan berlebih.

* Agar sambungan terhindar dari sinar matahari secara langsung, tutup dengan kantong semen dan dilapisi plastik. Buat 2 buah lubang di bagian depan dan belakang untuk membantu sirkulasi udara. Lubang itu juga bermanfaat untuk melihat pertumbuhan tunas selama dikerudungi. Kerudung plastik dipasang selama 1 bulan.

* Setelah 1 bulan kerudung dibuka, entres yang hidup akan memunculkan tunas-tunas baru berwarna hijau segar. Warna cokelat, menandakan sambungan tidak jadi.
* Sosok tanaman setelah 5 bulan penyambungan. Dengan perawatan tepat, 3 tahun kemudian tanaman belajar berbuah.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2012/09/budidaya-alpukat-supaya-cepat-berbuah.html