Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Apel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Apel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Budidaya Apel Dengan Teknik Potong Akar

Pemangkasan cabang dan ranting tanaman apel kini bisa tidak dilakukan lagi. Dengan pemangkasan akar, tanaman apel tetap pendek dan kualitasnya lebih baik.

Petani apel di Malang dan Bali umumnya sudah tahu, supaya berbunga dan berbuah, ranting dan cabang tanaman secara rutin harus dipangkas. Bekas potongan itu selanjutnya diolesi ter atau paraffin agar tidak menjadi jalan masuk bakteri atau cendawan penyebab penyakit. Tanaman apel yang tidak dikendalikan pertumbuhan vegetatifnya akan malas berbuah.

Petani apel Amerika juga tahu bahwa pertumbuhan vegetative tanaman harus dihambat. Namun mereka tidak mau repot memotong dan mengoles. Daripada harus memangkas ranting, mereka lebih suka memotong akar. Selain lebih praktis, pembuahan ternyata bisa dipacu lebih awal dan sekaligus kualitasnya lebih baik.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh James R Schupp dari pusat Litbang Pertanian Ohio, Universitas Ohio, Amerika Serikat, pemotongan akar akan mengakibatkan pertumbuhan vegetative tanaman apel dihambat sampai 40 persen, selama sekitar satu musim. Jadi selama itu pula tanaman tidak perlu dipangkas. Ukuran buahnya memang jadi lebih kecil, tetapi jumlah buah yang dihasilkan tidak terpengaruh.

Manfaat pemotongan akar ternyata lebih banyak dari pada pemangkasan cabang. Tanaman tidak hanya menjadi lebih cepat berbuah, kualitas buah yang dihasilkan pun lebih baik. Warnanya lebih menarik, buahnya lebih keras sehingga lebih tahan lama, dan rasa manisnya akan meningkat. Lebih dari itu, kerugian pada masa awal produksi pertama bisa ditekan karena jumlah bunga dan buah yang rontok berkurang.

Waktu Pemotongan harus Tepat

Pengaruh positif pemotongan akar hanya bisa diperoleh jika akar dipotong pada waktu yang tepat. waktu pemotongan akar paling baik dilakukan saat tanaman mulai berbunga. Paling lambat, pemotongan harus sudah dilakukan dua minggu kemudian. Lewat waktu tersebut, hasil panen justru akan berkurang dan penghambatan pertumbuhan tanaman pada musim tersebut akan gagal.

Karena teknologi mekanisasi pertanian di Amerika sudah maju, pemotongan akar dilakukan dengan pisau khusus yang dipasang pada batang logam. Batang logam itu selanjutnya ditempatkan di bagian belakang traktor. Ketika traktor dijalankan di antara barisan tanaman apel, dengan sebuah tuas, kedudukan pisau diatur sehingga terbenam dan tanah pun teriris.

Dipotong sedalam 30 cm

Hasil terbaik akan diperoleh jika kedua sisi barisan tanaman apel diiris sedalam 30 cm. Pada apel Melrose(M.26), pemotongan dilakukan sejauh 60 cm atau 82 cm dari pangkal batang. Sedangkan penelitian yang dilakukan di Universitas Maine, Amerika Serikat, menunjukan akar apel Mc Intosh (MM.111) harus dipotong sejauh 100 cm dari pangkal batang sedalam 30 cm.

Segi ekonomis

Harga buah apel yang besar lebih mahal dari pada yang kecil. Selain itu, setiap kotak isinya akan lebih sedikit jika ukuran buahnya besar-besar. Dengan demikian petani akan memperoleh keuntungan lebih banyak jika ia bisa menghasilkan buah semacam itu.

Tetapi ukuran buah yang besar kadang-kadang juga kurang menguntungkan. Misalnya warna buahnya jadi tidak memenuhi syarat minimum grade, jika ditunggu hingga warnanya memenuhi syarat, buah banyak yang gugur, atau malah banyak yang rusak ketika di angkut karena buahnya lebih lunak.

Di sinilah pemotongan akar akan berperan. Kerugian karena ukuran buah lebih kecil dapat diganti dengan buah yang warnanya lebih menarik, rasanya lebih manis, tidak gampang gugur, dan tahan diangkut.

Lalu, apakah tanaman apel harus selalu dipotong akarnya?

Jika kualitas buah dan peningkatan keuntungan pada masa panenan awal bisa mengimbangi kerugian karena ukuran buah yang dipanen lebih kecil, pemotongan akar sebaiknya dilakukan. Apalagi jika pertumbuhan tanaman sangat subur dan jarak tanaman cukup rapat, keuntungannya akan semakin nyata.

Tetapi jika dengan sedikit pemangkasan cabang sudah dapat diperoleh buah apel yang warnanya merah, seperti yang terjadi pada panenan musim kemarau, pemotongan akar lebih baik tidak dilakukan.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2012/08/budidaya-apel-dengan-teknik-potong-akar.html

Kamis, 27 Juni 2013

Teknik Menanam Buah Apel

Buah apel banyak mengandung vitamin B dan juga vitamin C yang sangat baik untuk kesehatan. Selain dikonsumsi dalam bentuk buah segar, sekarang ini buah apel sudah dikembangkan pengolahannya menjadi bermacam-macam bentuk seperti kripik apel, sirup apel, dodol apel, dan lain-lain. Karena itu Budidaya Apel bisa dimanfaatkan sebagai suatu usaha yang sangat menguntungkan. Di Indonesia Sendiri Budidaya Apel sudah banyak diminati, di Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jatim. Budidaya Apel Di daerah ini telah diusahakan sejak tahun 1950, dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. Berikut ini disajikan pedoman-pedoman dalam Budidaya Apel, semoga saja info Budidaya Apel bermanfaat bagi anda yang ingin bisnis Budidaya Apel.

Persiapan Bibit
Salah satu hal penting dalam Budidaya Apel adalah persiapan benih/bibit. Pembibitan seringkali dilakukan tidak dengan cara generatif (biji) melainkan dengan cara vegetatif yaitu okulasi, sambungan, dan stek.
Bibit dipilih dari tanaman apel liar yang memiliki pohon kokoh dan perakaran luas dan kuat. Mata tunas diambil dari batang tanaman yang sehat dan memiliki sifat-sifat unggul.

Anakan
Yang dimaksud anakan adalah tunas dari tanaman apel yang tergolong produktif dan telah mencapai tinggi sekitar 30 cm. Anakan dicabut beserta akarnya kemudian dirompes dan dipotong cabang-cabangnya dan ditanam pada bedengan selebar 60 cm dan dalam 40 cm.

Rundukan
Dapat diperoleh dari anakan tanaman apel. Batang tanaman apel yang memanjang dirundukkan dan ditempelkan pada tanah. Setelah itu batang ditimbun tanah hingga muncul tunas baru. Setalah kira-kira berumur 4 bulan, rundukan dapat dipotong.

Stek
Cara memperoleh bibit apel juga bisa melalui stek. Biasanya diperoleh dari tanaman apel liar. Caranya adalah dengan memotong salah satu dahan apel sepanjang 20 cm dan mencelupkan bagian bawahnya ke dalam larutan Roton F, fungsinya pertubumbuhan akar bisa terangsang lebih baik dan cepat.

Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan zat-zat bagi tanaman. Campur tanah dengan pupuk kandang, sehingga tanaman apel akan mendapat nutrisi yang baik. Bila pH tanah terlalu asam atau kurang dari 6, sebaiknya lakukan pengapuran.
* Bentuk bedengan untuk tempat menanam bibit apel.
* Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah.

Penanaman Apel
* Jarak tanam antar satu tanaman apel ke tanaman yang lain harus diatur. Jarak tanam ini tergantung varietas apel yang akan dibudidayakan, namun rata-rata jaraknya berkisar antara 2-3 meter.
* Bila bibit sudah dimasukkan ke dalam lubang-lubang tanah/lahan, padatkan tanah di sekitar bibit agar bibit apel tidak goyah dan bisa tumbuh dengan baik.

Perawatan Tanaman
Bila bibit-bibit apel sudah tertanam di lahan, hal yang dilakukan selanjutnya adalah merawat tanaman-tanaman apel tersebut. Lakukan pemupukan dan penyiraman tanaman secara teratur agar apel bisa tumbuh dengan baik.
Selain itu, pemangkasan tanaman apel juga perlu dilakukan apabila memang terdapat beberapa dahan atau pucuk pohon yang kurang produktif. Untuk menghindari serangan hama dan penyakit pada tanaman apel, lakukan penyemprotan pestisida.

Sumber :
http://indo-pages.blogspot.com/2010/03/menanam-apel.html

Senin, 10 Juni 2013

Cara Budidaya Apel

Cara budidaya tanaman Apel :
Apel dasar (alas) distek dengan sistem belah dengan menggunakan mata atau batang baru dari jenis jenis apel di atas, apel dasar biasanya dapat diperoleh dari batang bawah apel yang sudah berumur dari 1 tahun sampai 10 tahun.

Cara penyetekan :

1. Apel dasar yang sudah siap disayat bentuk (T) di atas permukaan tanah setinggi 30 cm, kemudian dengan menggunakan mata tunas dari jenis–jenis apel yang dikehendaki baik rome beauty, manalagi, ana, hijau, setelah diisi dengan mata tunasnya maka ditutup (balut) dengan plastik bisa menggunakan tali rafia maupun tali dari plastik es yang direntangkan untuk menghindari pembusukan karena air hujan. Setelah stek berumur 2 sampai 3 bulan dapat dibuka dan dibiarkan untuk tumbuh setelah 5 bulan maka muncul bibit baru dari apel yang sudah distek. Biasanya yang cepat dan baik pertumbuhannya untuk stek adalah apel manalagi.

2. Setelah apel yang sudah distek berumur 1 tahun, bisa dipindah di tempat yang sudah disediakan.

Cara penanaman apel baru:

1. Sediakan tanah yang dilobangi dengan ukuran lobang ukuran 1m x 1m x 50cm kemudian diberi pupuk kandang dengan ukuran per lobang 30 kg, jarak tanam apel adalah 1,5 sampai 2 m.

2. Setelah mulai tumbuh dapat disemprot dengan menggunakan perangsang tubuh atau menggunakan pupuk daun dicampur dengan insektisida untuk menghindari ulat daun yang sering memakan pucuk tunas apel.

Cara perawatan apel supaya berbuah

1. Setelah berumur sekitar 6 sampai 8 bulan apel mulai dapat di rompes (dirontokan), setelah itu dilakukan pemotongan tunas dengan ukuran 50 cm dari batang awal ini bertujuan untuk membuat tunas baru dan pembuahan, setelah itu apel dilengkung dengan menggunakan tali plastik (rafia) bertujuan untuk membuat apel tetap pendek guna memudahkan petani untuk perawatan dan juga dapat merangsang pertumbuhan tunas baru.

2. Biasanya setelah semua perawatan awal dilakukan petani menyemprot apel yang belum berdaun itu menggunakan perangsang tumbuh yang biasa digunakan adalah DORMEX. Dormex juga dapat digunakan dengan cara tutul atau memberi perangsang pada bakal buah saja ini bertujuan menghemat perangsang tumbuh.

3. Setelah perangsangan kira-kira berumur 28 hari maka mulai muncul tunas baru yang dibarengi bunga apel yang masih berwarna merah setelah 3 hari maka bunga apel mulai mekar, di saat bunga apel mulai mekar maka di sinilah pembentukan buah mulai terjadi, setelah 1 minggu bunga mulai kelihatan kecoklatan dan buah apel kecil (pentil) mulai kelihatan biasanya buah apel setiap bakal buah ada yang 3 sampai 5 buah. Setelah berumur 1,5 bulan buah apel mulai sebesar telur puyuh disaat seperti ini biasanya diadakan penjarangan buah dengan mengurangi buah apel yang berbuah 3 sampai 5 di jadikan Cuma 2 buah perbakal buah ini dimaksudkan untuk membuat buah menjadi besar-besar.

4. Setelah berumur 5 sampai 6 bulan apel siap dipanen.

5. Dalam pemanenan ini para petani menggunakan jasa tengkulak yang akan menjual keluar daerah maupun keluar pulau. Apabila apel dalam keadaan bagus maka apel dapat menghasilkan buah per batang mencapai 50kg sampai 200 kg perbatang apabila apel berumur 5 sampai 10 tahun dan biasanya petani di wilayah kecamatan Tutur memiliki 100 batang sampai 6.000 batang apel yang berproduksi dan harga per kilogram bisa mencapai Rp 5.000 sampai Rp 7.000 yang membedakan harga adalah kualitas apel.

Keragaman apel inilah yang membuat keuntungan bagi petani untuk cepat panen apel. Biasanya petani mencampur beberapa macam apel dalam satu pohon ini dimaksudkan untuk mempercepat pemanenan karena dari umur buah apel berbeda-beda.

Biasanya petani menggunakan apel indukan menggunakan apel manalagi, karena apel manalagi paling cepat pertumbuhannya dan tunas selalu muncul dalam setiap semester dari tunas baru inilah para petani membuat stekan baru dengan apel jenis lain biasanya menggunakan apel Ana dan apel Rome beauty jadi dalam 1 pohon ada tiga jenis apel, apel manalagi,ana,dan rome beauty. Dalam satu pohon ini yang cepat panen adalah apel ana karena umur apel ini relatif pendek yaitu 4,5 bulan sudah mencapai umur yang maksimal, dan kelebihan apel ana di stekan di apel manalagi buah kelihatan besar-besar dan merah, warna kelihatan cerah dan harga paling tinggi.

Dan penen ke dua adalah apel manalagi karena umur apel ini maksimal 5 bulan dan keuntungan apel manalagi di stek dengan apel lain dalah apel manalagi tidak muncul tunas baru karena petani berpendapat tunas baru ini akan lama untuk berbuah dan ranting apel cepat rimbun sehingga sebagian petani ada yang melakukan pemotongan ranting paling bawah disebabkan ranting ini sudah tidak porduktif lagi.

Dan penen ke tiga adalah apel rome beauty, apel ini paling lama untuk mencapai umur yang maksimal biasanya apel ini bisa mencapai umur enam sampai tujuh bulan apabila apel manalagi di stek apel rome beauty maka apel rome beauty buahnya akan besar-besar dan selalu berbuah dalam setiap semester. Tetapi biasanya petani memanen apel rome beauty berumur enam bulan, ini dimaksudkan untuk mengatur masa pemanenan, yang dikehendaki petani adalah dalam satu tahun petani dapat memanen apel dua kali. Inilah sekilas tentang bertani apel.

Dalam banyak hal buah apel salain dijual ke tengkulak, banyak para petani sudah dapat memanfaatkan buah apel, di daerah kecamatan Tutur sudah banyak home industri yang menggunakan buah apel, buah apel selain dapat di konsumsi secara langsung juga dapat dibuat produksi lain seperti dodol apel, tea apel, keripik apel, dan juga minuman sari apel, bahkan sebagian masyarakat menggunakan apel sebagai lalapan yang dicampur dengan sambel terasi pengganti timun, karena sangat bermanfaat dan ekonomis maka apel masih menjadi komoditi yang paling banyak dibudidayakan di wilayah kecamatan Tutur selain bunga Krisan yang mulai semarak, tetapi banyak masyarakat luas yang belum mengenal apel Pasuruan. Yang terkenal adalah apel Batu Malang padahal banyak tengkulak dari Batu yang membeli apel dari Tutur. Perlu kami terangkan juga bahwa wilayah Tutur ini dalam jalur wisata Gunung Bromo Tengger, dan di wilayah Tutur pada bulan Mei ini akan diadakan agrobis secara besar-besaran oleh ILO. Jadi sangat disayangkan apabila Apel yang dimiliki Pasuruan kurang terkenal padahal penghasil apel terbanyak di Jawa Timur adalah Pasuruan untuk saat ini.

Sumber :
http://siennylomanjaya.wordpress.com/2012/11/08/cara-budidaya-apel/

Sabtu, 08 Juni 2013

Tehnik Budidaya Apel Malang

Pemangkasan cabang serta ranting tanaman apel saat ini dapat tidak dikerjakan lagi. Dengan pemangkasan akar, tanaman apel terus pendek serta kualitasnya tambah baik. Petani apel di malang serta bali biasanya telah tahu, agar berbunga serta berbuah, ranting serta cabang tanaman dengan teratur mesti dipangkas. Bekas potongan itu setelah itu diolesi ter atau paraffin supaya tidak jadi jalur masuk bakteri atau cendawan pemicu penyakit. Tanaman apel yang tidak dikendalikan perkembangan vegetatifnya dapat malas berbuah.

Petani apel Amerika juga paham bahwa perkembangan vegetative tanaman mesti dihambat. Tetapi mereka tidak ingin repot memotong serta mengoles. Dari pada mesti memangkas ranting, mereka lebih senang memotong akar, tak hanya lebih praktis, pembuahan nyatanya dapat dipacu lebih awal serta sekalian kualitasnya tambah baik.

Menurut hasil penelitian yang dikerjakan oleh James R Schupp dari pusat litbang pertanian Ohio, kampus Ohio, Amerika Serikat, pemotongan akar dapat menyebabkan perkembangan vegetative tanaman apel dihambat hingga 40 %, sepanjang lebih kurang satu musim. Lantas sepanjang itu juga tanaman tak perlu dipangkas. Ukuran buahnya memanglah lantas lebih kecil, namun jumlah buah yang dihasilkan tidak dipengaruhi.

Faedah pemotongan akar nyatanya semakin banyak daripada pemangkasan cabang. tanaman bukan sekedar jadi lebih cepat berbuah, mutu buah yang dihasilkan lalu tambah baik. warnanya lebih menarik, buahnya lebih keras hingga lebih tahan lama, serta rasa manisnya dapat meningkat. kian lebih itu, kerugian pada saat awal produksi pertama dapat ditekan dikarenakan jumlah bunga serta buah yang rontok menyusut.

Waktu pemotongan mesti tepat

Dampak positif pemotongan akar cuma dapat didapatkan bila akar dipotong pada saat yang pas. waktu pemotongan akar sangat baik dikerjakan waktu tanaman mulai berbunga. selambat-lambatnya, pemotongan mesti telah dikerjakan dua minggu lantas. melalui waktu tersebut, hasil panen justru dapat menyusut serta penghambatan perkembangan tanaman pada musim tersebut dapat gagal.

Dikarenakan teknologi mekanisasi pertanian di amerika telah maju, pemotongan akar dikerjakan dengan pisau spesial yang dipasang pada batang logam. batang logam itu setelah itu diletakkan dibagian belakang traktor. saat traktor digerakkan diantara barisan tanaman apel, dengan sesuatu tuas, kedudukan pisau diatur hingga terbenam serta tanah lalu teriris.

Dipotong sedalam 30 cm

Hasil terbaik dapat didapatkan bila ke-2 segi barisan tanaman apel diiris sedalam 30 cm. pada apel melrose( m. 26 ), pemotongan dikerjakan sejauh 60 cm atau 82 cm dari pangkal batang. namun penelitian yang dikerjakan di kampus maine, amerika serikat, memberikan akar apel mc intosh ( mm. 111 ) mesti dipotong sejauh 100 cm dari pangkal batang sedalam 30 cm.

Sisi ekonomis

Harga buah apel yang besar lebih mahal daripada yang kecil. disamping itu, tiap-tiap kotak berisi dapat lebih sedikit bila ukuran buahnya besar-besar. karena petani dapat beroleh keuntungan semakin banyak bila ia dapat membuahkan buah sejenis itu.

Namun ukuran buah yang besar terkadang juga kurang beruntung. contohnya warna buahnya lantas tidak mencukupi syarat minimum grade, bila ditunggu sampai warnanya mencukupi syarat, buah banyak yang gugur, atau jadi banyak yang rusak saat di angkut dikarenakan buahnya lebih lunak.

Disinilah pemotongan akar dapat bertindak. kerugian dikarenakan ukuran buah lebih kecil bisa diganti dengan buah yang warnanya lebih menarik, terasa lebih manis, tidak mudah gugur, serta tahan diangkut.

Lantas, apakah tanaman apel mesti senantiasa dipotong akarnya ?

Bila mutu buah serta peningkatan keuntungan pada saat panenan awal dapat mengimbangi kerugian dikarenakan ukuran buah yang dipanen lebih kecil, pemotongan akar baiknya dikerjakan. terlebih bila perkembangan tanaman amat subur serta jarak tanaman cukup rapat, keuntungannya dapat makin nyata.

Namun bila dengan sedikit pemangkasan cabang telah bisa didapatkan buah apel yang warnanya merah, layaknya yang berlangsung pada panenan musim kemarau, pemotongan akar tambah baik tidak dikerjakan.

Sumber :
http://pertaninak.blogspot.com/2013/05/tehnik-budidaya-apel-malang.html