Tampilkan postingan dengan label Burung Jalak Nias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Jalak Nias. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Ciri-ciri Jalak Nias Jantan

Ciri-ciri burung jalak nias jantan
Jalak nias adalah burung yang banyak tersebar di seluruh daerah di Indonesia (dulu) sekarang sudah langka. Jalak nias adalah burung yang berasal dari keluarga jalak sehingga sangat sulit dibedakan antara yang jantan dan yang betina. Selain itu juga kicauan burung ini termasuk diminati banyak orang, dengan suaranya yang khas dan kencang membuat banyak peminat untuk membeli burung ini.

Ciri-ciri jalak nias jantan
* Mempunyai tubuh sedang.
* Paruh Kuning.
* Lingkar sekitar matanya berwarna kuning yang membentuk topeng.
* Warna bulu coklat keabu-abuan.
* Bagian bawah separuh badan sampai ekor berwarna putih.
* Seperti burung jalak lainnya, Jalak nias juga berjambul saat berkicau.
* Suaranya keras ngeriwik, ngeplong, nembak dan variatif.
* Jika dibandingkan jalak lainnya, Jalak nias lebih banyak mengeluarkan suara tembakan.
* Dapat dilatih untuk menirukan suara manusia.
* Mudah jinak.
* Omnivora (alias pemakan apa saja)

Keadaan jalak nias sendiri semakin memprihatinkan karena perdagangan habis-habisan di pasaran. Mengingat peminatnya banyak, seharusnya jalak yang bersuara merdu ini dilestarikan karena apabila tidak dilakukan pelestarian terhadap burung ini maka si abu-abu ini bisa jadi punah. Misalnya ditangkarkan seperti jalak suren.

Saya punya dua jalak nias di rumah, sepertinya yang satu jantan dan yang satu betina. Perkiraan saya yang jantan lebih besar, rajin bersuara, lebih mudah jinak dan memiliki badan yang lebih terlihat kekar dengan bulu yang lebih jelas warnanya (tidak pudar) sedangkan yang betina kebalikannya. Setiap hari burung ini rajin berkicau tanpa henti hanya saja yang rajin bersuara hanya satu (sepertinya yang jantan) sedangkan yang satu lebih pendiam walaupun yang ini saya beli jadi dan yang rajin bersuara saya beli muda hutan.

Sumber :
http://tipspetani.blogspot.com/2013/04/ciri-ciri-jalak-nias-jantan.html

Selasa, 30 April 2013

Mengenal Burung Jalak Kebo atau Jalak Nias atau Jalak Hitam

Jalak hitam atau jalak kebo ini banyak terdapat di Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan beberapa kawasan di Asia Timur. Apabila jalak-jalak lainnya pandai berkicau, maka jalak hitam bisa menirukan suara manusia. Tidak jauh berbeda dari burung beo, jalak kebo bisa menghapal kata-kata dengan baik. Memang tidak sepandai beo, yang bisa merangkai lebih lebih dari dua kata.

Jalak hitam biasa hidup berkelompok dengan jumlah antara 5-8 ekor dan bersuara ribut. Di habitat aslinya, burung ini biasa bersarang di dalam lubang-lubang pohon besar. la juga bisa dijumpai di areal persawahan dan asyik bertengger di atas punggung seekor kerbau yang sedang merumput atau berkubang di lumpur karena burung ini gemar memakan parasit atau kutu-kutu di punggung kerbau. Itulah sebabnya jalak hitam dikenal dengan sebutan jalak kebo.

Jalak kebo gemar memangsa makanan berupa serangga (belalang, ulat, cacing tanah, jangkrik), juga buah-buahan seperti pisang dan pepaya. Sayangnya, kini populasinya di alam bebas memang semakin menipis, terutama di Pulau Jawa.

Dengan kemampuannya berceloteh, jalak kebo kerap dijadikan sebagai burung rumahan. Tetapi ada juga orang yang memeliharanya untuk dijadikan burung master, atau pengisi suara burung-burung ocehan lainnya. Jalak kebo memang kerap mengikuti atau meniru suara burung lainnya.

Ciri-ciri
Jalak kebo mempunyai ukuran tubuh sedang, yaitu antara 20-30 cm. Meski namanya jalak hitam, tidak berarti bulu-bulu di sekujur tubuhnya berwarna hitam. Ada sedikit bulu yang berwarna putih, yaitu di ujung kedua sayapnya. Paruh dan kakinya berwarna kuning. Matanya tajam dengan lingkaran putih atau kuning di antara bola matanya.

Postur tubuh burung jalak kebo jantan lebih panjang ketimbang betina. Tatapan matanya pun lebih tajam. Berbeda dari kebanyakan jenis burung lainnya, jalak hitam betina juga bisa berkicau sebagaimana pejantan

Habitat
Di alam bebas, jalak hitam sering mendatagi areal yang menjadi ladang penggembalaan kerbau. la senang bertengger di punggung kerbau, sambil mencari kutu yang menempel di tubuh kerbau tersebut. la juga senang mencari makanan di tanah. Makanan apa pun yang ditemukannya di tanah langsung disantap. Jalak kebo menyebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Malaysia, Thailand, bahkan hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Sumber :
http://arkensar.blogspot.com/2012/06/jenis-jenis-jalak.html