Tampilkan postingan dengan label Burung Jalak Kebo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Jalak Kebo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Perawatan Jalak Kebo Agar Rajin Bunyi

Kalau Anda di masa kecil sering bermain ke pematang sawah, kemudian melihat sekumpulan ternak kerbau, biasanya juga akan melihat beberapa ekor burung berwarna hitam dengan rambut klimis di dekat pangkal paruh atas. Burung itu sering bermain di atas tubuh kerbau, terkadang menyantap serangga yang menempel di tubuh kerbau. Karena kebiasaan tersebut, burung hitam itu dinamakan jalak kerbau (Acridotheres javanicus). Orang Jawa bilang jalak kebo, sedangkan orang bule menyebutnya white-vented myna.

Jalak kerbau sudah lama popular, bahkan sudah dipelihara sejumlah penggemar burung di Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Beberapa penggemar menyukai burung ini karena keunikannya, yaitu berkicau sambil menganggukkan kepala, dan mengembangkan bulu-bulu di kepalanya. Selain itu, jalak kerbau juga dikenal bisa berceloteh satu-dua kata yang diajarkan.

Habitat dan kebiasaan

Burung ini hidup secara bekelompok. Mereka sering terlihat di ladang pertanian bersama sekumpulan kerbau. Inilah kumpul kebo yang sebenarnya, karena jalak yang satu ini sering terlihat di atas kepala atau punggung kerbau, untuk mencari makanan berupa kutu kerbau atau serangga lain seperti lalat yang hinggap di tubuh ternak tersebut.

Dengan kata lain, kedua binatang itu membentuk hubungan yang saling menguntungkan (simbiosis mutualistis). Kerbau tak pernah merasa terganggu, bahkan tubuhnya dibersihkan burung dari kutu dan serangga lainnya. Sedangkan jalak kerbau mendapat extra fooding gratis, sekaligus perlindungan tak langsung dari ancaman predator seperti alap-alap kawah (Falco peregrinus) yang merupakan musuh besarnya. Jika jalak sudah berada di atas tubuh kerbau, alap-alap tak berani mendekatinya.

Burung yang terkenal sangat lincah ini sering dijumpai di pematang sawah, area perkebunan, hutan primer dan sekunder, serta padang rumput. Pada musim berkembang biak, mereka membuat sarang dalam lubang pepohonan, atau terkadang bersarang di atap-atap rumah yang dekat dengan area persawahan.

Kakinya yang panjang membuat burung ini bisa berjalan seperti ayam, dan menggunakan kakinya untuk mencari makanan di permukaan tanah. Biasanya, mereka mengais tanah untuk mencari cacing, jangkrik, atau larva lebah yang terkubur di dalam tanah. Kebiasaan dan perilaku ini, juga cara berjalannya, mengingatkan kita pada burung branjangan di alam liar.

Wilayah persebaran jalak kerbau mencakup sebagian besar kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia (Jawa, Bali, dan Sumatera). Perkembangbiakannya sangat cepat, sehingga di beberapa negara malah dijuluki sebagai burung hama. Lain halnya dengan Indonesia, khususnya di Jawa, burung ini justru diburu untuk diperdagangkan. Bahkan ada juga yang mengolahnya sebagai bahan obat, atau malah dijadikan santapan.

Namun karena perkembangbiakannya yang pesat, hal tersebut belum terlalu mengganggu populasi di alam liar. Tentu akan lebih aman jika mulai dilakukan upaya penangkaran, agar nasibnya tak seperti jalak putih dan jalak bali.

Perawatan dan perkembangbiakan

Perawatan jalak kerbau cukup simpel. Untuk menjadikannya cepat berbunyi, makanan yang diberikan pun cukup buah-buahan saja, atau bisa dibarengi dengan pemberian serangga jika ingin menjadikannya makin rajin berbunyi.

Adapun perawatan harian yang bisa diberikan sebagai berikut : * Pagi hari, burung dikeluarkan untuk mendapatkan cahaya matahari pagi.
* Setelah beberapa menit, burung bisa dimandikan. Pada saat itu, pakan dan air minum bisa diganti dengan yang baru. Jangan lupa memberikan buah pisang atau pepaya.
* Setelah dimandikan hingga basah-kuyup, burung diangin-anginkan selama beberapa menit. Setelah itu dijemur hingga pukul 09.30.
* Sewaktu diangin-anginkan, burung bisa diberikan 5 ekor jangkrik dan 1-2 ekor ulat hongkong.
* Pukul 10.000 hingga 15.00, burung disimpan di tempat yang teduh.
* Sore hari, burung bisa dimandikan lagi. Saat itulah air minumnya kembali diganti dengan yang baru, karena burung ini terkenal suka mengotori air minumnya.
* Jangkrik kembali diberikan sebanyak 5 ekor.

Jalak kerbau mata putih dan mata kuning

Jalak kerbau bisa dibedakan dalam dua jenis, yaitu jalak kerbau yang memiliki iris mata putih dan jalak kerbau dengan iris mata kuning. Menurut mitos yang diyakini sebagian kicaumania, jalak kerbau yang memiliki iris mata putih jarang berkicau, tetapi lebih mudah diajari bicara bahasa manusia meski hanya sepatah dua patah kata dan tidak sefasih burung beo. Adapun jalak kerbau dengan iris mata kuning memiliki kicauan yang lebih bagus, dan mampu meniru suara burung kicauan lainnya.

Terlepas dari hal-hal tersebut, faktanya kemampuan burung sangat tergantung dari kepintaran dan karakter dari burung itu sendiri, serta keteltenan pemilik dalam merawat dan melatihnya.

Proses penjinakan jalak kerbau bisa dipercepat dengan cara memandikan burung sambil dipegang (jika belum terbiasa, sebaiknya jangan dilakukan, karena burung bisa terlepas). Teknik ini juga sering digunakan orangtua zaman dulu saat memandikan burung perkutut.

Membedakan jantan dan betina

Membedakan jenis kelamin jalak kerbau memang tidak mudah, karena burung jantan dan betina memiliki kemiripan visual. Tetapi ada beberapa tengara awal yang bisa dijadikan panduan dalam sexing, antara lain : * Burung jantan memiliki kepala lebih besar, dengan bulu-bulu seperti disisir rapi di bagian keningnya.
* Burung jantan memiliki jambul di sekitar lubang hidung atau pangkal paruh atas.
* Burung jantan memiliki warna hitam di tubuhnya yang sangat pekat, dengan slip putih di bagian sayap yang terlihat lebih bersih dan tampak cerah.
* Ukuran tubuh dan jari-jari kaki pada burung jantan lebih panjang daripada burung betina.
* Burung jantan akan berbunyi sambil mengembangkan bulu kepala dan mengangguk-anggukan kepalanya.
* Suara burung jantan lebih bervariasi.

Menangkarkan jalak kerbau

Menangkar burung jalak kerbau tidak sesulit menangkar burung dari keluarga jalak lainnya. Sifat mereka yang berkelompok membuat burung ini bisa ditangkarkan dalam kandang koloni, termasuk kandang aviary. Sarang bisa menggunakan glodog atau potongan batang pohon yang dilubangi, seperti halnya menangkarkan jalak suren atau burung jalak lainnya.

Sistem penangkaran dalam kandang koloni memang bisa menghemat waktu. Sebab burung jantan bebas mencari pasangan sesuai dengan apa yang diinginkannya.

Sebagai penutup, berikut ini suara kicauan jalak kerbau yang bisa Anda dengar dan download. Audio ini bisa digunakan untuk memaster jalak kerbau yang ada di rumah.

Sumber :
http://omkicau.com/2013/04/12/perawatan-jalak-kerbau-agar-rajin-bunyi/

Selasa, 30 April 2013

Mengenal Burung Jalak Kebo atau Jalak Nias atau Jalak Hitam

Jalak hitam atau jalak kebo ini banyak terdapat di Pulau Jawa, Bali, Sulawesi, dan beberapa kawasan di Asia Timur. Apabila jalak-jalak lainnya pandai berkicau, maka jalak hitam bisa menirukan suara manusia. Tidak jauh berbeda dari burung beo, jalak kebo bisa menghapal kata-kata dengan baik. Memang tidak sepandai beo, yang bisa merangkai lebih lebih dari dua kata.

Jalak hitam biasa hidup berkelompok dengan jumlah antara 5-8 ekor dan bersuara ribut. Di habitat aslinya, burung ini biasa bersarang di dalam lubang-lubang pohon besar. la juga bisa dijumpai di areal persawahan dan asyik bertengger di atas punggung seekor kerbau yang sedang merumput atau berkubang di lumpur karena burung ini gemar memakan parasit atau kutu-kutu di punggung kerbau. Itulah sebabnya jalak hitam dikenal dengan sebutan jalak kebo.

Jalak kebo gemar memangsa makanan berupa serangga (belalang, ulat, cacing tanah, jangkrik), juga buah-buahan seperti pisang dan pepaya. Sayangnya, kini populasinya di alam bebas memang semakin menipis, terutama di Pulau Jawa.

Dengan kemampuannya berceloteh, jalak kebo kerap dijadikan sebagai burung rumahan. Tetapi ada juga orang yang memeliharanya untuk dijadikan burung master, atau pengisi suara burung-burung ocehan lainnya. Jalak kebo memang kerap mengikuti atau meniru suara burung lainnya.

Ciri-ciri
Jalak kebo mempunyai ukuran tubuh sedang, yaitu antara 20-30 cm. Meski namanya jalak hitam, tidak berarti bulu-bulu di sekujur tubuhnya berwarna hitam. Ada sedikit bulu yang berwarna putih, yaitu di ujung kedua sayapnya. Paruh dan kakinya berwarna kuning. Matanya tajam dengan lingkaran putih atau kuning di antara bola matanya.

Postur tubuh burung jalak kebo jantan lebih panjang ketimbang betina. Tatapan matanya pun lebih tajam. Berbeda dari kebanyakan jenis burung lainnya, jalak hitam betina juga bisa berkicau sebagaimana pejantan

Habitat
Di alam bebas, jalak hitam sering mendatagi areal yang menjadi ladang penggembalaan kerbau. la senang bertengger di punggung kerbau, sambil mencari kutu yang menempel di tubuh kerbau tersebut. la juga senang mencari makanan di tanah. Makanan apa pun yang ditemukannya di tanah langsung disantap. Jalak kebo menyebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Malaysia, Thailand, bahkan hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Sumber :
http://arkensar.blogspot.com/2012/06/jenis-jenis-jalak.html

Kamis, 25 April 2013

Seputar Burung Jalak Hitam

Jalak Hitam (Acridoteres javanicus) atau White-vented Myna, memiliki banyak sebutan tergantung dari daerah di mana burung ini berada. Ada yang menyebut burung ini dengan nama Jalak Hitam, Kerak Kebo, Jalak Kebo, Jalak Kerak, Kerak Hitam, Jalak Awu dan lain-lain.

Jalak Hitam
Berbeda dengan Jalak Bali yang endemik pulau Bali. Jalak Hitam ini terdapat tersebar di beberapa pulau di Indonesia, seperti di pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali serta di beberapa daerah lain di Indonesia.

Burung Jalak Hitam ini juga temasuk burung yang pintar berkicau, memiliki suara yang khas, dan juga pintar menirukan suara-suara lain yang berada di sekelilingmya. Selain itu burung Jalak Hitam ini ternyata pintar juga menirukan suara manusia, atau bisa berbicara layaknya burung Beo, hanya saja dalam mengucapkan kata-kata tidak sefasih dan sebersih burung Beo.

Burung Jalak Hitam suka hidup di padang terbuka, atau di daerah rawa, serta di sawah-sawah. Biasanya hidup berkelompok dalam antara 5-8 ekor sambil mengeluarkan suara yang ribut. Di habitat aslinya, burung ini bersarang di dalam lubang-lubang pohon besar. Di daerah persawahan burung Jalak Hitam ini suka hinggap di atas punggung kerbau, sambil memakan kutu dan parasit lainnya yang menempel di tubuh kerbau. Oleh karena itulah burung ini di beberapa tempat di pulau Jawa disebut sebagai Jalak Kebo dan Kerak Kebo.

Burung Jalak Hitam ini, di alam bebas, sebenarnya ada 2 jenis, yang dibedakan dari warna bola mata, yaitu Jalak Hitam Mata Kuning dan Jalak Hitam Mata Putih.

Jalak Hitam Mata Kuning, pintar menirukan suara-suara di sekitarnya, dan pintar berkicau. Jalak Hitam Mata Putih, tidak terlalu pintar berkicau, tetapi pintar menirukan suara manusia, seperti berbicara, layaknya burung Beo, walau tidak sefasih burung Beo. Ukuran tubuh juga lebih besar dari Jalak Hitam Mata Kuning.

Jalak Hitam mata kuning
Di alam liar, makanan kesukaan burung Jalak Hitam ini adalah belalang, ulat, cacing, jangkrik serta beberapa jenis serangga lainnya yang ditemukannya. Selain itu burung ini juga suka menyantap buah-buahan seperti pisang dan pepaya.
Jalak Hitam mata putih
Populasi burung Jalak Hitam saat ini mulai terancam kepunahan, akibat perburuan liar untuk perdagangan burung sampai ke pasar-pasar burung mulai dari pedesaan hingga perkotaan. Pada saat ini tidak jarang kita melihat di rumah-rumah banyak yang memelihara burung Jalak Hitam, yang ditempat di dalam kandang. Burung ini memang burung yang menyenangkan, karena burung ini rajin berkicau (mengoceh), sehingga suasana rumah terasa ramai.

Bagi para penggemar burung kontes (burung lomba), keberadaan burung Jalak Hitam ini juga dimanfaatkan untuk dijadikan burung master, agar suara burung Jalak Hitam ini bisa ditirukan oleh burung-burung lainnya milik si penggemar burung.

Ukuran tubuh Jalak Hitam ini antara 20-30 cm. Di ujung sayapnya terdapat warna putih. Paruh dan kaki berwarna kuning. Mata tajam dan terdapat lingkaran putih atau kuning di antara bola matanya. Jalak Hitam jantan lebih panjang dari betina. Tatapan mata jantan pun lebih tajam. Burung Jalak Hitam betina juga pintar berkicau, bahkan konon menurut para pedagang burung, yang betina lebih bervariasi, hanya volume suara lebih kecil.

Penyebaran burung Jalak Hitam ini hampir seluruh kawasan Asia Tenggara, termasuk pulau Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, Malaysia dan Thailand.

Sumber :
http://tipspetani.blogspot.com/2012/11/seputar-burung-jalak-hitam.html

Minggu, 21 April 2013

Sekilas Tentang Burung Jalak Kebo

Jalak merupakan jenis burung berkicau yang memiliki suara kasar dan keras dengan ragam variasi tembakan yang bisa juga dijadikan masteran bagi burung berkicau lainnya seperti Muray Batu. Banyak jenis-jenis burung jalak yang bisa dijadikan masteran seperti burung Jalak Suren, Jalak Putih, jalak Malaysia, Jalak Kebo, Jalak Cungko ataupun jenis-jenis dari keluarga jalak lainnya semacam Rio-rio dan lainnya.

Untuk pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang burung jalak kerbau atau yang lazim disebut jalak kebo. Burung Jalak kebo adalah jenis burung kicau yang tergolong dalam suku sturnidae dengan ukuran tubuh yang sedang, berukuran antara 20 cm - 30 cm. Jenis burung ini hidup berkelompok dalam jumlah antara 4 hingga 6 ekor dan bersuara bising.

Bagi kalangan pecinta burung kicauan burung jalak kebo kurang mendapat perhatian khusus, Burung ini hanya dijadikan sebagai burung masteran karena variasi suara serta lengkingannya yang tajam. Tak begitu banyak penggemar burung yang memelihara burung jalak kebo ini, padahal burung ini sebenarnya adalah burung pintar yang bisa menirukan berbagai macam suara bahkan karena kepintarannya burung ini juga bisa menirukan suara manusia walaupun hanya sepatah-patah kata. Burung jalak kebo jika dipelihara lama bisa menjadi burung yang penurut seperti halnya burung kutilang ( cangkurileung ) , memelihara burung ini pun sangat mudah dan tidak merepotkan kita dalam hal pemberian pakannya. Burung jalak kebo bisa disebut sebagai burung yang mau makan apa saja termasuk makanan utamanya yaitu Voer, serangga dan buah-buahan.

Burung yang terkenal dengan kelincahannya ini sering terlihat di daerah pematang sawah, perkebunan, hutan - hutan primer dan sekunder serta daerah padang rumput. Berkelompok dan bersarang dalam lubang-lubang pohon besar ataupun dalam lubang pohon yang tumbang. Hidup berkelompok dan suka bertengger sambil memakan kutu-kutu atau parasi yang ada di punggung kerbau karena itulah burung ini dinamakan dengan jalak kerbau. Kakinya yang panjang membuat burung jenis ini lebih aktif berjalan diatas permukaan tanah mencari dan mengais makanan seperti cacing tanah, jangkrik serta makanan lainnya yang ditemukan.

Daerah Penyebaran Habitat Burung ini mulai dari Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Malaysia, Thailand bahkan hampir di seluruh kawasan Asia Tenggara. Jumlah Populasinya yang cendrung kian menurun karena faktor seleksi alam dan ulah penangkapan yang di lakukan manusia. Membuat Jumlah species burung ini kian di ambang kepunahan, meskipun nasibnya tak separah yang di alami oleh saudara – saudara satu speciesnya yang lain seperti : Jalak Bali, Jalak Suren, Jalak Nias, Jalak Putih dsb.

Jalak kerbau atau jalak hitam atau masyarakat sunda menyebutnya dengan sebutan kerak kebo memiliki warna hitam diseluruh tubuhnya dengan sedikit bulu yang berwarna putih di sayap dan pada ekornya. Postur tubuh jantan lebih panjang daripada burung betina tatapan matanya pun lebih tajam, tetapi baik jantan ataupun betina keduanya sama-sama berkicau.

Ada berbagai cara untuk membedakan burung jantan dengan betina dan biasanya penggemar burung kicauan melihat jambul yang ada diatas paruhnya, jika jambul tersebut panjang dan berdiri permanen maka dipastikan burung tersebut adalah jantan, cara tersebut masih belum menjadi acuan dalam pemilihan burung jalak kebo yang benar-benar jantan. Ada lagi yang melihat kepintaran menirukan suara burung jalak kerbau dari warna lingkaran matanya jika berwarna putih ( di jawa barat kerap menyebut dengan jalak emas/kerak omas) maka burung tersebut dianggap lebih pintar menirukan suara burung lain dan bisa diajar bicara dibanding yang lingkar matanya berwarna kuning. tetapi semuanya kembali pada kemampuan kita sebagai trainernya.

MELATIH JALAK KERBAU

Jalak kerbau yang dipelihara dari muda atau anakan akan lebih cepat menguasai celotehan manusia dibanding dengan burung yang sudah dewasa. untuk melatih burung ini bisa berbicara diperlukan kesabaran serta rutinitas latihan agar si burung benar-benar memahami apa maksud pemiliknya.

Mengajarkan burung bicara harus terlebih dahulu mengetahui karakter dari burung jalak kerbau ini, ingat burung ini bukan sejenis burung beo yang mampu berucap dalam beberapa kalimat, burung jalak kerbau hanya mampu mengucapkan sepatah kata yang pendek tapi tegas dalam penyebutannya, contohnya : bapak, emak, cewek dsb. jangan dilatih menghapalkan kalimat yang panjang karena keterbatasan penerimaan kosa kata dari burung jalak kebo ini. Ucapkan tiap hari secara berulang dan sebaiknya pada saat mengucapkan kata tersebut jika siburung terlihat memperhatikan kita maka berikan jangkrik atau makanan kesukaannya sebagai hadiah, lakukan terus menerus dan kata yang dilatihpun harus satu kata sampai siburung bisa menyebutkan kata tersebut. Setelah itu baru dilatih dengan kata-kata lainnya. ada beberapa mitos mengenai bagaimana agar burung jalak kerbau ini bisa pintar berbicara yang tentunya hal tersebut diluar nalar kita tetapi masih banyak yang percaya dengan mitos tersebut ialah:
* mengusapkan barang yang dibuat dari emas (cincin) ke lidah si burung.
* memotong ujung lidah burung jalak kerbau yang bercabang.
* memandikan burung jalak kerbau pada malam jum'at.
dan lain-lain, saya sendiri belum pernah mencoba dan juga belum pernah mendengar ada rekan-rekan saya yang berhasil setelah melakukan hal tersebut diatas ,apakah kita percaya hal tersebut? sebenarnya kunci dari keberhasilan melatih burung ini adalah kesabaran dan ketelatenan kita sebagai pemiliknya.

Sumber :
http://tipspetani.blogspot.com/2013/03/sekilas-tentang-burung-jalak-kebo.html