Pakan bagi ikan hias selain untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk hidup dan tumbuh, juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan "pigmen" (zat warna), Menurut National Research Council, pigmen inilah yang digunakan ikan hias untuk membentuk dan mempercantik warna tubuhnya. Masing-masing ikan hias ternyata memerlukan pigmen tertentu untuk memperanggun penampilannya, tak terkecuali ikan oskar.
Dibalik penampilan wajahnya yang seram, bentuk mulutnya yang menakutkan, ikan oskar (Astronotus ocellatus cuvier) memiliki daya pikat tersendiri. Daya pikatnya terletak pada keindahan bercak-bercak kuning, jingga atau merah yang tersusun begitu indah dan membentuk semacam batikan pada tubuhnya. Karena nilai seni batikannya itu, oskar banyak digemari. Kemolekannya ditentukan oleh ukuran luasan batik dan intensitas (kecerahan) warna batikannya.
Oskar mengalami perubahan dan perkembangan warna yang dipengaruhi oleh ketersediaan pigmen di dalam tubuhnya sejalan dengan perubahan umurnya. Ikan oskar yang berumur 2 bulan warnanya masih buram. Bertambahnya umur satu bulan kemudian, baru-lah timbul warna cerah dibagian leher. dan 2 bulan berikutnya, selain dibagian leher, pada bagian tubuh lainnya juga mulai berwarna cerah. Perkembangan warna pada ikan oskar dapat dirangsang dengan pemberian pakan yang banyak mengandung pigmen. Hal ini memberikan kemungkinan ditemukannya pakan yang dapat memacu perkembangan warna tersebut.
MACAM DAN SUMBER PIGMEN
Pigment adalah zat yang memberikan kualitas warna tertentu pada suatu bahan (ikan), sehingga tampak oleh mata bahwa benda (ikan) tersebut berwarna. Pigmen pada ikan tersimpan dalam tubuhnya dengan jumlah yang relatif tetap, dan lebih banyak tersimpan pada sisik, kulit/kerangka luar, bulu dan bagian lain dari tubuh sebelah luar.
Ada 2 jenis pigment yang sangat berperan pada pewarnaan ikan, yakni "Karotenoid dan Melanin". Karotenoid, inilah yang menimbulkan warna kuning, jingga tua/orange dan merah pada sisik, kulit/rangka luar pada hewan-hewan aquatic termasuk ikan. Sedangkan Melanin, adalah pigmen yang menimbulkan warna coklat sampai hitam. Terkadang, melanin juga dapat menimbulkan warna kuning atau merah. Pigmen melanin terutama berperan dalam perubahan warna ikan karena pengaruh lingkungan atau internal dari dalam tubuh ikan sendiri. Untuk keadaan normal (tidak ada gangguan lingkungan luar dan internal) pigmen karotenoid-lah yang paling menentukan mutu warna ikan.
Namun sayangnya ikan tidak bisa men-sintesa (menyusun) jenis pigmen ini. Sehingga kebutuhannya harus dipenuhi dari luar yakni dari pakan yang diberikan. Sumber pigmen yang baik adalah pakan yang mengandung karetenoid jenis "xanthophyll".
Berdasarkan penelitian National Research Council pada tahun 1983, pakan yang mengandung 20 - 25 mg xanthophyll per kilogram bobot kering pakan sudah dapat memberikan pewarnaan (pigmentasi) yang baik bagi ikan-ikan hias. Mutu pewarnaan akan menjadi lebih indah lagi bila pakannya mengandung 50 -60 mg xanthophyll per kilogram bobot kering pakan.
Xanthophyll jenisnya bermacam-macam. Xanthopyll yang paling berperan dalam pewarnaan ikan adalah pigmen kuning lutein, zeaxanthin dan xanthin. Jenis xanthopyll yang dibutuhkan ikan tergantung dari spesies ikan dan mutu pewarnaan yang diinginkan manusia. Karena masing-masing ikan memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengubah jenis karotenoid yang dicerna menjadi jenis karotenoid yang diperlukan.
PAKAN
Oskar tergolong ikan karnivora (pemakan daging). Banyak jenis jasad pakan yang bisa dimakan oskar, antara lain , cacing-cacingan, udang-udangan, berbagai macam serangga, dan ikan-ikan kecil. Hobbies biasa memberi makan oskar dengan apa saja. Bertemu kecoak di kamar mandi, dikejar, ditangkap dan dijadikan pakan untuk oskar. Asal ikan itu mau makan dan hobies dapat menikmati keindahan cara oskar melahap mangsanya yang begitu enak ditonton.
Namun untuk memperoleh kualitas warna dan batikan oskar yang baik tidak cukup hanya asal kenyang. Melainkan yang lebih utama adalah memperhatikan kandungan pigmen pakan yang diberikan.
Pakan yang mudah diperoleh di pasaran atau di toko-toko akuarium disamping pakan buatan, adalah udang rebon dan cacing rambut. Ternyata udang rebon dan cacing rambut lebih bisa memenuhi keperluan pigmen bagi ikan hias, termasuk oskar. Namun kandungan pigmen pada udang rebon jauh lebih tinggi dibanding cacing rambut. Hasil perbandingan pengaruh pakan udang rebon (Acetes. sp.), cacing rambut (Tubifex), dan campuran keduanya membuktikan bahwa pemberian pakan udang rebon-lah yang menghasilkan warna batikan maksimal yang cenderung lebih jingga atau merah.
Dan berdasarkan hasil uji pengamatan mata (organoleptik) dengan udang rebon mutu warna batikan dan batikan oskar mendapat nilai 8,1. Sedangkan pemberian pakan campuran udang rebon dan cacing rambut kepada ikan oskar hanya mampu mendapat nilai organoleptik 4,3 (Pengujian dilakukan oleh : Ester Nuki URS, tahun 1992).
Kelebihan lain pemberian pakan udang rebon untuk oskar adalah mampu menghasilkan luasan batikan yang berwarna jingga muda kemerah-merahan relatif lebih luas dibandingkan pemberian makanan pakan campuran.
Sumber : http://nirwanaaquarium.blogspot.com/2011/04/memilih-pakan-pembentuk-warna-dan.html
Rabu, 07 November 2012
Selasa, 06 November 2012
Mengenal Ikan Oscar
Ikan Oscar yang memiliki nama latin Astronotus adalah sebuah genus ikan dari familia Cichlidae. Diketahui ada dua spesies dalam genus ini, dan keduanya ditemukan di Amerika Selatan. Ikan oscar adalah omnivora dan memakan ikan kecil, moluska, serta binatang yang tidak bertulang belakang.
Astronotus ocellatus atau ikan oscar, terkenal sebagai ikan hias yang sering dipelihara di aquarium. Ikan Oscar (Astronotus ocellatus) merupakan salah satu jenis cichlid yang telah relatif lama dikenal oleh manusia. Ikan ini sudah kurang lebih 50 tahun akrab dengan manusia. Ikan Oscar ini berasal dari Amerika Selatan, Sungai Amazon, Parana, Rio Paraguay, dan Rio Negro. Hampir semua Ikan Oscar yang beredar saat ini adalah hasil dari pembudidayaan, jarang yang merupakan tangkapan asli dari habitatnya.
Warna dan corak dari ikan oscar ini sangat menarik. Warna badannya kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Tidak seperti ikan hias lain, ikan oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada cara perkembangbiakannya, sehingga ikan Oscar ini termasuk ikan relatif mahal.
Selain warna batik atau macan, ikan oscar juga ada yang jenis albino dengan warna dasar putik kekuningan. Oscar jantan memiliki ciri warna merah pada tutup insang dekat perut dan mempunyai tiga buah lingkaran hitam pada sirip punggung. Sementara pada betina, warna tersebut kabur dan tidak ada tanda lain. Oscar dapat mencapai ukuran 35 cm, akan tetapi rata-rata ikan ini berukuran maksimal 30 cm. Keunikan lain dari ikan oscar adalah ikan ini termaasuk ikan yang cerdas, mereka dapat belajar dengan cepat mengenai jadwal makannya. Hampir segala sesuatu yang berhubungan dengan makanannya dapat direkam dengan baik oleh ikan ini.
Beberapa jenis oscar yang dikembangbiakan:
- Tiger Oscar
- Red Tiger Oscar
- Albino Tiger Oscar
- Albino Red Oscar
- Gold Oscar
- Half Back Oscar
- Long Fin Oscar
Ikan oscar ini adalah ikan predator sehingga biasanya ia memakan ikan yang lebih kecil dari tubuhnya atau seukuran mulutnya. Pakan untuk ikan oscar yaitu pellet, jangkrik, cacing, ikan cere, udang, ikan mas kecil dan pakan hidup lainnya. Ikan Oscar termasuk ikan yang rakus dan bisa memakan hampir semua jenis pelet termasuk pellet ikan mas koki biasa
Sumber : http://isidunia.com/2012/05/mengenal-ikan-oscar.html
Astronotus ocellatus atau ikan oscar, terkenal sebagai ikan hias yang sering dipelihara di aquarium. Ikan Oscar (Astronotus ocellatus) merupakan salah satu jenis cichlid yang telah relatif lama dikenal oleh manusia. Ikan ini sudah kurang lebih 50 tahun akrab dengan manusia. Ikan Oscar ini berasal dari Amerika Selatan, Sungai Amazon, Parana, Rio Paraguay, dan Rio Negro. Hampir semua Ikan Oscar yang beredar saat ini adalah hasil dari pembudidayaan, jarang yang merupakan tangkapan asli dari habitatnya.
Warna dan corak dari ikan oscar ini sangat menarik. Warna badannya kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Tidak seperti ikan hias lain, ikan oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada cara perkembangbiakannya, sehingga ikan Oscar ini termasuk ikan relatif mahal.
Selain warna batik atau macan, ikan oscar juga ada yang jenis albino dengan warna dasar putik kekuningan. Oscar jantan memiliki ciri warna merah pada tutup insang dekat perut dan mempunyai tiga buah lingkaran hitam pada sirip punggung. Sementara pada betina, warna tersebut kabur dan tidak ada tanda lain. Oscar dapat mencapai ukuran 35 cm, akan tetapi rata-rata ikan ini berukuran maksimal 30 cm. Keunikan lain dari ikan oscar adalah ikan ini termaasuk ikan yang cerdas, mereka dapat belajar dengan cepat mengenai jadwal makannya. Hampir segala sesuatu yang berhubungan dengan makanannya dapat direkam dengan baik oleh ikan ini.
Beberapa jenis oscar yang dikembangbiakan:
- Tiger Oscar
- Red Tiger Oscar
- Albino Tiger Oscar
- Albino Red Oscar
- Gold Oscar
- Half Back Oscar
- Long Fin Oscar
Ikan oscar ini adalah ikan predator sehingga biasanya ia memakan ikan yang lebih kecil dari tubuhnya atau seukuran mulutnya. Pakan untuk ikan oscar yaitu pellet, jangkrik, cacing, ikan cere, udang, ikan mas kecil dan pakan hidup lainnya. Ikan Oscar termasuk ikan yang rakus dan bisa memakan hampir semua jenis pelet termasuk pellet ikan mas koki biasa
Sumber : http://isidunia.com/2012/05/mengenal-ikan-oscar.html
Senin, 05 November 2012
Budidaya Ikan Oscar
Ikan Oscar merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai Amazone, Panama, Rio-Paraguay dan Tio-Negro Amerika Selatan. Ikan Oscar sudah dapat dikembang-biakan di Indonesia. Ikan Oscar mempunyai bentuk dan warna yang menarik. Warna badannya kehitam-hitaman dengan batikan berwarna kuning kemerah-merahan. Tidak seperti ikan hias lain, ikan oscar memerlukan perlakuan sedikit khusus pada cara perkembangbiakannya, sehingga ikan Oscar ini termasuk ikan yang mahal.
1) Pemilihan Induk
a. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur 1,5 tahun sampai 2 tahun dengan panjang badan 15 cm dan tinggi badan 10 cm serta berwarna cerah.
b. Seleksi induk dimulai saat ikan Oscar masih remaja (5 ~ 6 bulan), dengan cara mencampurkan 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Ikan Oscar remaja ini akan mencari pasangannya sendiri-sendiri. Setelah saling berpasangan maka kita pisahkan di bak tersendiri sampai menjadi induk.
2) Perbedaan Induk Jantan dan Betina
Induk Jantan terhadap Induk Betina
– panjang badan relatif lebih panjang
– alat kelamin lebih menonjol
– induk yang telah matang perutnya gendut
– lubang kelamin lebih besar
3) Cara Pemijahan
* Bak perkawinan terbuat dari semen yang berukuran 1 1/2 x 1 x 0,5m3, diisi air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
* Jika bak perkawinannya luas, dapat disekat.
* Sepasang induk Oscar yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
* Pada setiap kolom diberi batu ceper yang berwarna gelap dan di atasnya ditutup sebagian besar agar suasana kolom menjadi teduh.
* Oscar mengadakan pemijahan siang dan sore hari langsung dibuahi oleh pejantan.
* Telur yang berada di atas batu ceper tersebut yang telah dibuahi diangakat dimasukkan ke dalam aquarium untuk ditetaskan. Aquarium berukuran 70 x 40 x 40 cm3 diisi air setinggi 10 cm, untuk telur sepasan induk.
* Ke dalam aquarium diberi udara (aerasi) dengan kekuatan lemah.
* Selesai 3 hari biasanya telur-telur mulai menetas.
* Air diberi campuran emalin atau methylene blue.
PEMELIHARAAN BENIH
1. Benih ikan ini sampai berumur 4 hari belum perlu diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sacknya (kuning telur).
2. Pada hari ke 5 benih diberi makanan Rotifera. Pemberian makanan ini tidak boleh terlambat karena ikan Oscar bersifat kanibal (memangsa sesamanya).
3. Pada hari ke 10 sudah bisa diberi kutu ari yang telah disaring.
4. Setelah berumur 2 minggu benih mulai diberi kutu air tanpa disaring dan mulai dicoba cacing rambut.
5. Benih sudah dapat dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas setelah berumur 25 hari.
PEMBESARAN
1. Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur 25 hari.
2. Benih yang dihasilkan kira-kira 1000 s/d 3000 ekor untuk satu kali penetasan.
3. Bak yang digunakan berukuran 2 x 1 x 1 m3, dan diisi air setinggi 20 – 25 cm.
4. Untuk pertama kali pembesaran dapat ditebar kurang lebih 300 ekor ikan.
5. Untuk mengurangi teriknya matahari pada siang hari, di dalam bak diberi tanaman air seperti eceng gondok dan Hidrilla Verticilata. Untuk mencegah masuknya air hujan terlalu banyak, pada bagian atas bak ditutup sebagian dengan seng plastik.
6. Penjerangan dilakukan setelah benih berada di bak selama sebulan dengan jumlah menjadi 200 ekor
7. Makanan yang diberikan berupa cacng rambut. Setelah ikan berumur 5 ~ 6 bulan, ikan sudah dapat diseleksi untuk dijadikan induk, makanan yang diberikan diganti dengan udang kali yang masih segar/hidup, bisa juga diberi udang rebon yang masih segar.
8. Sepasang induk dapat menghasilkan telur 1000 s/d 4000 butir untuk sekali pemijahan.
Untuk mendapatkan warna yang indah pada ikan Oscar, pemberian makanan harus mengandung zat kapur (chitine) dimulai sejak kecil, seperti kutu air (Moina), Rotifera, cacing rambut, Artemia, udang rebon atau udang kali.
Ikan Oscar mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi; untuk ikan yang berumur 4 bulan (berukuran kurang lebih 6 cm) harganya Rp. 500,00 per ekor, sedangkan induk Oscar bisa mencapai harga Rp. 50.000,00 per pasang.Dengan menekuni cara pemeliharaan ikan Oscar ini, dapat menambahpenghasil keluarga.
SUMBER Dinas Perikanan DKI Jakarta, 1996
Read more: http://zonaikankita.blogspot.com/2011/12/budidaya-ikan-oscar.html
1) Pemilihan Induk
a. Induk yang baik untuk dipijahkan sudah berumur 1,5 tahun sampai 2 tahun dengan panjang badan 15 cm dan tinggi badan 10 cm serta berwarna cerah.
b. Seleksi induk dimulai saat ikan Oscar masih remaja (5 ~ 6 bulan), dengan cara mencampurkan 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Ikan Oscar remaja ini akan mencari pasangannya sendiri-sendiri. Setelah saling berpasangan maka kita pisahkan di bak tersendiri sampai menjadi induk.
2) Perbedaan Induk Jantan dan Betina
Induk Jantan terhadap Induk Betina
– panjang badan relatif lebih panjang
– alat kelamin lebih menonjol
– induk yang telah matang perutnya gendut
– lubang kelamin lebih besar
3) Cara Pemijahan
* Bak perkawinan terbuat dari semen yang berukuran 1 1/2 x 1 x 0,5m3, diisi air yang telah diendapkan selama 12 ~ 24 jam setinggi 30 ~ 40 cm.
* Jika bak perkawinannya luas, dapat disekat.
* Sepasang induk Oscar yang telah matang telur dimasukkan ke dalam bak.
* Pada setiap kolom diberi batu ceper yang berwarna gelap dan di atasnya ditutup sebagian besar agar suasana kolom menjadi teduh.
* Oscar mengadakan pemijahan siang dan sore hari langsung dibuahi oleh pejantan.
* Telur yang berada di atas batu ceper tersebut yang telah dibuahi diangakat dimasukkan ke dalam aquarium untuk ditetaskan. Aquarium berukuran 70 x 40 x 40 cm3 diisi air setinggi 10 cm, untuk telur sepasan induk.
* Ke dalam aquarium diberi udara (aerasi) dengan kekuatan lemah.
* Selesai 3 hari biasanya telur-telur mulai menetas.
* Air diberi campuran emalin atau methylene blue.
PEMELIHARAAN BENIH
1. Benih ikan ini sampai berumur 4 hari belum perlu diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sacknya (kuning telur).
2. Pada hari ke 5 benih diberi makanan Rotifera. Pemberian makanan ini tidak boleh terlambat karena ikan Oscar bersifat kanibal (memangsa sesamanya).
3. Pada hari ke 10 sudah bisa diberi kutu ari yang telah disaring.
4. Setelah berumur 2 minggu benih mulai diberi kutu air tanpa disaring dan mulai dicoba cacing rambut.
5. Benih sudah dapat dipindahkan ke bak/kolam yang lebih luas setelah berumur 25 hari.
PEMBESARAN
1. Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur 25 hari.
2. Benih yang dihasilkan kira-kira 1000 s/d 3000 ekor untuk satu kali penetasan.
3. Bak yang digunakan berukuran 2 x 1 x 1 m3, dan diisi air setinggi 20 – 25 cm.
4. Untuk pertama kali pembesaran dapat ditebar kurang lebih 300 ekor ikan.
5. Untuk mengurangi teriknya matahari pada siang hari, di dalam bak diberi tanaman air seperti eceng gondok dan Hidrilla Verticilata. Untuk mencegah masuknya air hujan terlalu banyak, pada bagian atas bak ditutup sebagian dengan seng plastik.
6. Penjerangan dilakukan setelah benih berada di bak selama sebulan dengan jumlah menjadi 200 ekor
7. Makanan yang diberikan berupa cacng rambut. Setelah ikan berumur 5 ~ 6 bulan, ikan sudah dapat diseleksi untuk dijadikan induk, makanan yang diberikan diganti dengan udang kali yang masih segar/hidup, bisa juga diberi udang rebon yang masih segar.
8. Sepasang induk dapat menghasilkan telur 1000 s/d 4000 butir untuk sekali pemijahan.
Untuk mendapatkan warna yang indah pada ikan Oscar, pemberian makanan harus mengandung zat kapur (chitine) dimulai sejak kecil, seperti kutu air (Moina), Rotifera, cacing rambut, Artemia, udang rebon atau udang kali.
Ikan Oscar mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi; untuk ikan yang berumur 4 bulan (berukuran kurang lebih 6 cm) harganya Rp. 500,00 per ekor, sedangkan induk Oscar bisa mencapai harga Rp. 50.000,00 per pasang.Dengan menekuni cara pemeliharaan ikan Oscar ini, dapat menambahpenghasil keluarga.
SUMBER Dinas Perikanan DKI Jakarta, 1996
Read more: http://zonaikankita.blogspot.com/2011/12/budidaya-ikan-oscar.html
Minggu, 04 November 2012
Lion Fish: Si Cantik Yang Beracun
Lionfish atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama ikan lepu ini memang terlihat menawan. Dengan sirip warna-warninya yang menyerupai rumbai-rumbai, lionfish bakal membuat kita terpana dengan kecantikannya. Nggak cuma itu saja, ikan unik ini juga punya keunikan lainnya.
Walaupun panjangnya hanya berkisar antara 10-40 sentimeter, ikan yang sering dijadikan ikan hias akuarium ini ternyata doyan banget makan. Buktinya, ikan ini suka makan ikan-ikan yang hidup di terumbu karang, udang dan kepiting. Serunya lagi, lionfish menelan bulat-bulat makanannya. Cara memangsanya pun cukup cerdik. Soalnya ikan ini akan bersembunyi dan kemudian menyergap tiba-tiba ikan, udang atau kepiting yang lewat.
Karena penampilannya yang menarik, lionfish juga menarik perhatian ikan-ikan besar yang siap memangsa. Makanya, ikan ini punya pertahanan diri yaitu duri-duri yang terlihat seperti sayap dan rumbai di sepanjang tubuhnya. Duri-duri ini mengandung racun yang bisa membunuh ikan-ikan besar atau belut yang mau memangsanya. Meskipun cukup kuat, racun lionfish nggak cukup untuk membunuh manusia. Kita hanya akan merasa pusing, sakit luar biasa, muntah-muntah dan kesulitan bernapas.
Satu hal lain yang juga unik dari ikan yang tinggal di terumbu karang di perairan air hangat di Samudera Pasifik adalah cara hidupnya. Ikan ini bukanlah ikan yang hidup berkelompok melainkan ikan penyendiri. Tapi, ketika bertemu pasangannya, lionfish betina bakal melepaskan 2.000-15.000 telur untuk dibuahi si jantan. Setelah itu, si pasangan ini bakal bersembunyi supaya telur-telurnya ini bisa mengapung di lautan tanpa dimakan ikan lain. Hanya butuh waktu dua hari untuk telurnya menetas menjadi seekor ikan lionfish yang punya umur panjang, yaitu sekitar 15-16 tahun.
Sumber : http://www.gadis.co.id/gaul/aksi/lion.fish.si.cantik.yang.beracun/001/006/206
Walaupun panjangnya hanya berkisar antara 10-40 sentimeter, ikan yang sering dijadikan ikan hias akuarium ini ternyata doyan banget makan. Buktinya, ikan ini suka makan ikan-ikan yang hidup di terumbu karang, udang dan kepiting. Serunya lagi, lionfish menelan bulat-bulat makanannya. Cara memangsanya pun cukup cerdik. Soalnya ikan ini akan bersembunyi dan kemudian menyergap tiba-tiba ikan, udang atau kepiting yang lewat.
Karena penampilannya yang menarik, lionfish juga menarik perhatian ikan-ikan besar yang siap memangsa. Makanya, ikan ini punya pertahanan diri yaitu duri-duri yang terlihat seperti sayap dan rumbai di sepanjang tubuhnya. Duri-duri ini mengandung racun yang bisa membunuh ikan-ikan besar atau belut yang mau memangsanya. Meskipun cukup kuat, racun lionfish nggak cukup untuk membunuh manusia. Kita hanya akan merasa pusing, sakit luar biasa, muntah-muntah dan kesulitan bernapas.
Satu hal lain yang juga unik dari ikan yang tinggal di terumbu karang di perairan air hangat di Samudera Pasifik adalah cara hidupnya. Ikan ini bukanlah ikan yang hidup berkelompok melainkan ikan penyendiri. Tapi, ketika bertemu pasangannya, lionfish betina bakal melepaskan 2.000-15.000 telur untuk dibuahi si jantan. Setelah itu, si pasangan ini bakal bersembunyi supaya telur-telurnya ini bisa mengapung di lautan tanpa dimakan ikan lain. Hanya butuh waktu dua hari untuk telurnya menetas menjadi seekor ikan lionfish yang punya umur panjang, yaitu sekitar 15-16 tahun.
Sumber : http://www.gadis.co.id/gaul/aksi/lion.fish.si.cantik.yang.beracun/001/006/206
Peluang Usaha Budidaya Ikan Hias Di Indonesia
Ikan hias terkenal sebagai komoditas budidaya yang potensial untuk bisnis ekspor. Fenomena pasar bebas semakin menggairahkan pasar ikan hias internasional. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia. Berikut adalah peluang-peluang tersebut.
1. Sifat Bisnis Ikan Hias yang Fleksibel dan Menguntungkan
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Drs Ade Soeharsono SH, MM mengatakan bahwa sifat bisnis ikan hias sangat fleksibel dimana bisa dilakukan sebagai pekerjaan sambilan, bisa pula dilakukan sebagai pekerjaan utama. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budi daya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, gurame dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi, budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.
Ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor. Hasil budidaya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias.
Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat. Karena suka terkadang penggemar ikan hias bersedia mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memiliki seekor ikan hias yang diidam-idamkannya. Hal inilah yang terkadang membuat harga ikan hias melambung tinggi.
Faktor keindahan ikan hias juga turut andil dalam menentukan harga. Secara umum ikan hias yang memiliki bentuk, warna, corak yang indah akan berharga cukup mahal. Di sinilah letak kunci keberhasilan budidaya ikan hias, menghasilkan ikan-ikan yang indah dan berkualitas bagus. Keberadaan ikan hias sendiri saat ini tidak lagi sebagai hiburan atau hobi semata tetapi telah berkembang menjadi objek yang dimanfaatkan bagi kepentingan dunia pendidikan, penelitian, medis maupun keperluan konservasi alam.
Sampai saat ini ikan hias air tawar merupakan salah satu jenis komoditas ekspor nonmigas bidang perikanan yang mampu menyumbang devisa negara yang cukup besar. Dengan kekayaan ikan hias yang berlimpah maka peluang Indonesia sebagai pengekspor komoditas ini sangat terbuka lebar. Sehingga Budidaya Ikan Hias layak digencarkan di masyarakat. Usaha budidaya ikan hias merupakan salah satu usaha yang memberikan alternatif sumber penghasilan untuk meningkatkan pendapatan petani/pengusaha ikan hias. Usaha budidaya ikan hias cukup prospek dikembangkan. Hal ini disebabkan dalam budidaya ikan hias memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
1. Teknologinya mudah diserap dan diterapkan, karena teknologi yang digunakan cukup sederhana
2. Budi daya Ikan Hias Dapat diusahakan skala rumah tangga/ usaha kecil, tidak membutuhkan lahan yang luas
3. Perputaran modal cepat, dapat dipanen dalam jangka waktu yang singkat. Budi daya ikan Hias mampu Menyerap tenaga kerja.
4. Pasar yang menjanjikan, baik domestik maupun ekspor.
2. Potensi Ekspor Ikan Hias Indonesia yang Besar
Potensi ekspor ikan hias Indonesia, baik air tawar maupun air laut, cukup besar. Hampir semua negara menyukai produk ikan hias dari Indonesia. Fadel mengatakan sejatinya potensi ekspor ikan hias Indonesia bisa mencapai US$ 65 juta. Jika angka itu tercapai maka Indonesia akan menandingi Singapura. Potensi ini apabila ditangani serius antara pemerintah dan seluruh stakeholder ikan hias Indonesia, maka Indonesia akan mampu berbicara banyak di pasar internasional dan menjadi eksportir terbesar di dunia mengungguli Singapura.
3. Pangsa Pasar Ikan Hias yang Sangat Luas
Usaha ikan hias memiliki beberapa keunggulan komparatif diantaranya tidak memerlukan modal yang banyak. Pasar ikan hias tidak pernah jenuh dan usaha ini dapat memberdayakan masyarakat melalui industri kecil untuk ekspor. Negara penerima ekspor jenis air tawar dan laut Indonesia adalah Singapura, China, Hongkong, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Uni Eropa. Sementara itu, Direktur Pedagangan Luar Negeri DKP, Saut P Hutagalung, mengatakan bahwa penurunan ekspor ikan hias memang terjadi setiap tahunnya, Untuk itu pengalihan negara tujuan ekspor ke Timur Tengah juga dijajaki agar ekspor ikan hias dapat meningkat lagi. Untuk 2011, Eropa menjadi target pasar berikutnya.
4. Koordinasi dengan Maskapai Penerbangan
KKP menggandeng PT Garuda Indonesia (Garuda) untuk mengekspor ikan hias. Diharapkan dengan kerja sama ini, ekspor ikan hias Indonesia ke negara Eropa dan Amerika Utara bisa dilakukan langsung tanpa harus melalui Singapura. Rencana penerbangan langsung tersebut nantinya, ekspor ikan hias bisa langsung dari Cibinong ke negara tujuan. "Langkah ini ditempuh karena Garuda Indonesia sudah memiliki rute penerbangan ke Eropa Barat, Eropa Timur, dan Jepang. Garuda siap mendukung upaya KKP ini. Selain lebih hemat waktu, resiko kematian ikan hias di perjalanan juga bisa berkurang karena waktu perjalanan lebih singkat. Karena kemampuanmaksimal ikan dibawa dalam perjalanannya itu sekitar 2 x 24 jam. P2HP mengupayakan maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan langsung ke Eropa menyediakan sebagian ruangan di bagasi pesawat untuk mengangkut produk ikan hias.
5. Selera Konsumen Luar Negeri yang Berbeda-beda
Konsumen ikan hias di setiap negara memiliki selera yang berbeda. Sehingga, jenis apa pun yang dihasilkan akan diserap. Semua ada pasarnya. Selera masyarakat Timur Tengah berbeda dengan masyarakat Eropa. Masyarakat Timur Tengah lebih menyukai ikan hias dengan bentuk besar. Ikan arwana merupakan ikan yang disukai oleh masyarakat Timur Tengah, selain juga beberapa ikan hias air laut lainnya. Sementara orang Amerika dan Eropa lebih menyukai ikan yang dihasilkan dari budi daya apa pun jenisnya. Hal ini karena masyarakat Eropa memiliki kesadaran yang tinggi akan konservasi dan kelestarian spesies. Sedangkan Australia memiliki selera yang lebih bebas. Hampir segala jenis ikan hias dapat masuk ke negara itu. Apapun jenisnya, berasal dari alam atau tidak, bagi mereka tidak masalah. Sementara orang Jepang lebih menyukai ikan jenis arwana. Namun demikian, yang menjadi ikan favorit orang Jepang bukan ikan arwana super red yang selama ini banyak dicari dan harganya cukup tinggi yang bisa mencapai 40 juta. Orang Jepang lebih menyukai arwana dengan bentuk pendek yang disebut dengan arwana sumo. Jika demikian, maka sebenarnya potensi ekspor ikan Indonesia cukup besar.
Sumber : http://sinar-fals.blogspot.com/2011/03/peluang-usaha-budidaya-ikan-hias-di.html
1. Sifat Bisnis Ikan Hias yang Fleksibel dan Menguntungkan
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Drs Ade Soeharsono SH, MM mengatakan bahwa sifat bisnis ikan hias sangat fleksibel dimana bisa dilakukan sebagai pekerjaan sambilan, bisa pula dilakukan sebagai pekerjaan utama. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budi daya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, gurame dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi, budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.
Ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor. Hasil budidaya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias.
Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat. Karena suka terkadang penggemar ikan hias bersedia mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk memiliki seekor ikan hias yang diidam-idamkannya. Hal inilah yang terkadang membuat harga ikan hias melambung tinggi.
Faktor keindahan ikan hias juga turut andil dalam menentukan harga. Secara umum ikan hias yang memiliki bentuk, warna, corak yang indah akan berharga cukup mahal. Di sinilah letak kunci keberhasilan budidaya ikan hias, menghasilkan ikan-ikan yang indah dan berkualitas bagus. Keberadaan ikan hias sendiri saat ini tidak lagi sebagai hiburan atau hobi semata tetapi telah berkembang menjadi objek yang dimanfaatkan bagi kepentingan dunia pendidikan, penelitian, medis maupun keperluan konservasi alam.
Sampai saat ini ikan hias air tawar merupakan salah satu jenis komoditas ekspor nonmigas bidang perikanan yang mampu menyumbang devisa negara yang cukup besar. Dengan kekayaan ikan hias yang berlimpah maka peluang Indonesia sebagai pengekspor komoditas ini sangat terbuka lebar. Sehingga Budidaya Ikan Hias layak digencarkan di masyarakat. Usaha budidaya ikan hias merupakan salah satu usaha yang memberikan alternatif sumber penghasilan untuk meningkatkan pendapatan petani/pengusaha ikan hias. Usaha budidaya ikan hias cukup prospek dikembangkan. Hal ini disebabkan dalam budidaya ikan hias memiliki keunggulan-keunggulan sebagai berikut :
1. Teknologinya mudah diserap dan diterapkan, karena teknologi yang digunakan cukup sederhana
2. Budi daya Ikan Hias Dapat diusahakan skala rumah tangga/ usaha kecil, tidak membutuhkan lahan yang luas
3. Perputaran modal cepat, dapat dipanen dalam jangka waktu yang singkat. Budi daya ikan Hias mampu Menyerap tenaga kerja.
4. Pasar yang menjanjikan, baik domestik maupun ekspor.
2. Potensi Ekspor Ikan Hias Indonesia yang Besar
Potensi ekspor ikan hias Indonesia, baik air tawar maupun air laut, cukup besar. Hampir semua negara menyukai produk ikan hias dari Indonesia. Fadel mengatakan sejatinya potensi ekspor ikan hias Indonesia bisa mencapai US$ 65 juta. Jika angka itu tercapai maka Indonesia akan menandingi Singapura. Potensi ini apabila ditangani serius antara pemerintah dan seluruh stakeholder ikan hias Indonesia, maka Indonesia akan mampu berbicara banyak di pasar internasional dan menjadi eksportir terbesar di dunia mengungguli Singapura.
3. Pangsa Pasar Ikan Hias yang Sangat Luas
Usaha ikan hias memiliki beberapa keunggulan komparatif diantaranya tidak memerlukan modal yang banyak. Pasar ikan hias tidak pernah jenuh dan usaha ini dapat memberdayakan masyarakat melalui industri kecil untuk ekspor. Negara penerima ekspor jenis air tawar dan laut Indonesia adalah Singapura, China, Hongkong, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Uni Eropa. Sementara itu, Direktur Pedagangan Luar Negeri DKP, Saut P Hutagalung, mengatakan bahwa penurunan ekspor ikan hias memang terjadi setiap tahunnya, Untuk itu pengalihan negara tujuan ekspor ke Timur Tengah juga dijajaki agar ekspor ikan hias dapat meningkat lagi. Untuk 2011, Eropa menjadi target pasar berikutnya.
4. Koordinasi dengan Maskapai Penerbangan
KKP menggandeng PT Garuda Indonesia (Garuda) untuk mengekspor ikan hias. Diharapkan dengan kerja sama ini, ekspor ikan hias Indonesia ke negara Eropa dan Amerika Utara bisa dilakukan langsung tanpa harus melalui Singapura. Rencana penerbangan langsung tersebut nantinya, ekspor ikan hias bisa langsung dari Cibinong ke negara tujuan. "Langkah ini ditempuh karena Garuda Indonesia sudah memiliki rute penerbangan ke Eropa Barat, Eropa Timur, dan Jepang. Garuda siap mendukung upaya KKP ini. Selain lebih hemat waktu, resiko kematian ikan hias di perjalanan juga bisa berkurang karena waktu perjalanan lebih singkat. Karena kemampuanmaksimal ikan dibawa dalam perjalanannya itu sekitar 2 x 24 jam. P2HP mengupayakan maskapai penerbangan yang melakukan penerbangan langsung ke Eropa menyediakan sebagian ruangan di bagasi pesawat untuk mengangkut produk ikan hias.
5. Selera Konsumen Luar Negeri yang Berbeda-beda
Konsumen ikan hias di setiap negara memiliki selera yang berbeda. Sehingga, jenis apa pun yang dihasilkan akan diserap. Semua ada pasarnya. Selera masyarakat Timur Tengah berbeda dengan masyarakat Eropa. Masyarakat Timur Tengah lebih menyukai ikan hias dengan bentuk besar. Ikan arwana merupakan ikan yang disukai oleh masyarakat Timur Tengah, selain juga beberapa ikan hias air laut lainnya. Sementara orang Amerika dan Eropa lebih menyukai ikan yang dihasilkan dari budi daya apa pun jenisnya. Hal ini karena masyarakat Eropa memiliki kesadaran yang tinggi akan konservasi dan kelestarian spesies. Sedangkan Australia memiliki selera yang lebih bebas. Hampir segala jenis ikan hias dapat masuk ke negara itu. Apapun jenisnya, berasal dari alam atau tidak, bagi mereka tidak masalah. Sementara orang Jepang lebih menyukai ikan jenis arwana. Namun demikian, yang menjadi ikan favorit orang Jepang bukan ikan arwana super red yang selama ini banyak dicari dan harganya cukup tinggi yang bisa mencapai 40 juta. Orang Jepang lebih menyukai arwana dengan bentuk pendek yang disebut dengan arwana sumo. Jika demikian, maka sebenarnya potensi ekspor ikan Indonesia cukup besar.
Sumber : http://sinar-fals.blogspot.com/2011/03/peluang-usaha-budidaya-ikan-hias-di.html
Jumat, 02 November 2012
Ikan yang Terindah dan Fullcolor
1. Mandarinfish
Ikan Mandarinfish tidak boleh disamakan dengan Ikan Mandarin (Chinese Perch). The mandarinfish atau dragonet mandarin (Synchiropus splendidus) adalah anggota ikan kecil berwarna cerah dari keluarga dragonet, yang populer dalam perdagangan akuarium air asin. Spesies ikan mandarinfish yang tergolong kurang terkenal ini mungkin merupakan ikan yang paling berwarna-warni dan bersemangat yang pernah saya lihat.
Ikan mandarinfish ini asli Pasifik, ruang hidup spesies ini mulai dari sekitar Kepulauan Ryukyu selatan ke Australia. Ada 2 varietas dari spesies ini: Mandarinfish standar dan Psychedelic Mandarin. Yang standar biasanya memiliki pola dan warna yang lebih bagus dibanding Psychedelic. Harganya tidak lebih dari $20 per ekor, tapi yang jadi masalah adalah makanannya. Mereka cuma memakan mikro-invertebrata yang hidup di bebatuan koral. Untuk bisa memeliharanya di akuarium rumah, kita perlu memiliki bebatuan koral yang cukup di dalam akuarium selama sebulan untuk membiarkan si ikan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
2. Juvenile Emporer Angel Fish
Ikan ini sangat terkenal di mata para penyelam. Namun sebagian besar para penyelam tidak tahu perbedaan antara ikan muda dan ikan dewasa semacam ini. Ikan Muda adalah ikan yang paling menarik di perairan. Mereka gelap biru dengan cincin biru dan putih listrik; sedangkan yang dewasa memiliki garis-garis kuning dan biru, dengan hitam di sekitar mata. Waktu tumbuh kurang lebih empat tahun untuk angelfish kaisar, waktu ini untuk memperoleh pewarnaan seperti ikan dewasa. Mereka tumbuh sampai 40 cm (15,75 in) panjangnya.
3. Lion Fish
Lion Fish adalah salah satu ikan yang paling berbisa di dasar laut. Lion Fish memiliki duri punggung berbisa yang digunakan murni untuk pertahanan ketika terancam. Sengatan Lion Fish biasanya tidak fatal bagi manusia. Jika manusia terkena sengatan ikan ini, maka orang itu akan mengalami rasa sakit yang hebat, dan mungkin sakit kepala, muntah, dan sesak nafas. Namun mereka adalah salah satu ikan yang paling indah dan penuh warna.
4. Clown Trigger Fish
Triggerfishes adalah salah satu dari sekitar 40 spesies ikan yang warna-warni dari keluarga Balistidae. Sering ditandai dengan garis dan bintik-bintik, mereka menghuni lautan tropis dan subtropis di seluruh dunia, dengan kekayaan spesies terbesar di Indo-Pasifik. Kebanyakan ditemukan di perairan dangkal, pesisir habitat, terutama pada terumbu karang. Salah satu yang paling indah spesies mereka adalah pemicu ikan badut, itu desain dan warna yang benar-benar menakjubkan!
5. Nudibranch
Nudibranch adalah anggota dari apa yang menjadi clade taksonomi sekarang, bukan ikan. Nudibranch sering disebut sebagai "siput laut", sebuah istilah non-ilmiah. Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang menganggap bahwa setiap siput laut harus nudibranch. Nudibranchs sangat banyak dalam hal jenis, dan seringkali sangat menarik dan jelas. Di antara kelompok ini dapat ditemukan makhluk paling berwarna di bumi.
6. Symphysodon
Semua jenis Symphysodon memiliki bentuk tubuh lateral terkompresi. Namun, finnage diperpanjang tidak memberikan Symphysodon bentuk lebih bulat. Inilah bentuk tubuh yang nama secara umum diambil darimana mereka berasal. Sisik ikan ini berpola dalam nuansa orange, putih, hijau, merah, coklat, dan biru. Tinggi dan panjang ikan dewasa keduanya sekitar 20-25 cm (8-10 tahun).
7. Mantis Shrimp
Ikan Mantis shrimp tergolong jenis udang. Udang Mantis muncul dalam berbagai warna, dari warna coklat ke warna neon terang. Meskipun mereka yang umum berada di antara binatang pemangsa, kebanyakan hidup di laut dangkal dengan habitat laut tropis dan sub-tropis. Mereka kurang dipahami sebagai spesies yang banyak menghabiskan sebagian besar hidup mereka di liang dan lubang. Meskipun jarang terjadi, beberapa spesies yang lebih besar dari udang mantis mampu menembus kaca akuarium dengan serangan tunggal dari senjata ini.
8. Moorish Idol
Salah satu ikan yang paling sulit untuk tetap dalam akuarium rumah (dan sangat mahal juga). Bagi para aquarists, memelihara ikan Moorish Idol adalah puncak dari hobi. Anda mungkin berpikir pernah melihat sebelumnya, tetapi Anda mungkin membuat mereka bingung dengan spesies lain, para Bannerfish (juga dikenal sebagai Idol Palsu). Dengan khas dikompresi dan badan-badan seperti disk, kontras hitam, putih dan kuning yang membuat mereka terlihat sangat menarik bagi penjaga akuarium.
9. Clownfish
Ikan Clownfish juga dikenal sebagai Anemonefish atau ikan badut. Ikan badut adalah beberapa ikan yang indah yang umumnya terdiri dari sebuah tubuh / jeruk kuning dengan garis-garis putih bersama dengan lapisan hitam sepanjang sirip atau badan hitam dengan kuning / daerah oranye sepanjang tubuh bagian bawah dan sirip. Meskipun begitu, tergantung juga pada jenis dari Ikan badut dan mereka datang dalam berbagai tampilan. Banyak menampilkan bar putih atau patch. Ikan Badut yang terbesar mencapai panjang 18 cm (7.1 in), sedangkan terkecil hampir mencapai 10 cm (3,9 in).
10. Rainbow Parrot Fish
Dinamakan ikan Parrot karena mulut ikan ini mirp paruh burung kakaktua. Parrot ikan menggunakan paruh untuk menghancurkan dan makan invertebrata kecil yang hidup di karang. Sebagian besar pasir dan dasar laut terumbu karang, mereka mengunyah karang, makan invertebrata dan meludahkan sisa kalsium. Dalam kebanyakan spesies, fase awal membosankan merah, coklat atau abu-abu, sedangkan fase terminal jelas hijau atau biru dengan tambalan cerah merah muda atau kuning. Terminal sangat berbeda dan tahap awal adalah pertama digambarkan sebagai spesies yang terpisah di beberapa kasus, tetapi ada juga beberapa spesies mana tahap serupa.
Sumber : http://dealisdinamika.blogspot.com/2010/05/ikan-yang-terindah-dan-fullcolor.html
Ikan Mandarinfish tidak boleh disamakan dengan Ikan Mandarin (Chinese Perch). The mandarinfish atau dragonet mandarin (Synchiropus splendidus) adalah anggota ikan kecil berwarna cerah dari keluarga dragonet, yang populer dalam perdagangan akuarium air asin. Spesies ikan mandarinfish yang tergolong kurang terkenal ini mungkin merupakan ikan yang paling berwarna-warni dan bersemangat yang pernah saya lihat.
Ikan mandarinfish ini asli Pasifik, ruang hidup spesies ini mulai dari sekitar Kepulauan Ryukyu selatan ke Australia. Ada 2 varietas dari spesies ini: Mandarinfish standar dan Psychedelic Mandarin. Yang standar biasanya memiliki pola dan warna yang lebih bagus dibanding Psychedelic. Harganya tidak lebih dari $20 per ekor, tapi yang jadi masalah adalah makanannya. Mereka cuma memakan mikro-invertebrata yang hidup di bebatuan koral. Untuk bisa memeliharanya di akuarium rumah, kita perlu memiliki bebatuan koral yang cukup di dalam akuarium selama sebulan untuk membiarkan si ikan beradaptasi dengan lingkungan barunya.
2. Juvenile Emporer Angel Fish
Ikan ini sangat terkenal di mata para penyelam. Namun sebagian besar para penyelam tidak tahu perbedaan antara ikan muda dan ikan dewasa semacam ini. Ikan Muda adalah ikan yang paling menarik di perairan. Mereka gelap biru dengan cincin biru dan putih listrik; sedangkan yang dewasa memiliki garis-garis kuning dan biru, dengan hitam di sekitar mata. Waktu tumbuh kurang lebih empat tahun untuk angelfish kaisar, waktu ini untuk memperoleh pewarnaan seperti ikan dewasa. Mereka tumbuh sampai 40 cm (15,75 in) panjangnya.
3. Lion Fish
Lion Fish adalah salah satu ikan yang paling berbisa di dasar laut. Lion Fish memiliki duri punggung berbisa yang digunakan murni untuk pertahanan ketika terancam. Sengatan Lion Fish biasanya tidak fatal bagi manusia. Jika manusia terkena sengatan ikan ini, maka orang itu akan mengalami rasa sakit yang hebat, dan mungkin sakit kepala, muntah, dan sesak nafas. Namun mereka adalah salah satu ikan yang paling indah dan penuh warna.
4. Clown Trigger Fish
Triggerfishes adalah salah satu dari sekitar 40 spesies ikan yang warna-warni dari keluarga Balistidae. Sering ditandai dengan garis dan bintik-bintik, mereka menghuni lautan tropis dan subtropis di seluruh dunia, dengan kekayaan spesies terbesar di Indo-Pasifik. Kebanyakan ditemukan di perairan dangkal, pesisir habitat, terutama pada terumbu karang. Salah satu yang paling indah spesies mereka adalah pemicu ikan badut, itu desain dan warna yang benar-benar menakjubkan!
5. Nudibranch
Nudibranch adalah anggota dari apa yang menjadi clade taksonomi sekarang, bukan ikan. Nudibranch sering disebut sebagai "siput laut", sebuah istilah non-ilmiah. Hal inilah yang menyebabkan beberapa orang menganggap bahwa setiap siput laut harus nudibranch. Nudibranchs sangat banyak dalam hal jenis, dan seringkali sangat menarik dan jelas. Di antara kelompok ini dapat ditemukan makhluk paling berwarna di bumi.
6. Symphysodon
Semua jenis Symphysodon memiliki bentuk tubuh lateral terkompresi. Namun, finnage diperpanjang tidak memberikan Symphysodon bentuk lebih bulat. Inilah bentuk tubuh yang nama secara umum diambil darimana mereka berasal. Sisik ikan ini berpola dalam nuansa orange, putih, hijau, merah, coklat, dan biru. Tinggi dan panjang ikan dewasa keduanya sekitar 20-25 cm (8-10 tahun).
7. Mantis Shrimp
Ikan Mantis shrimp tergolong jenis udang. Udang Mantis muncul dalam berbagai warna, dari warna coklat ke warna neon terang. Meskipun mereka yang umum berada di antara binatang pemangsa, kebanyakan hidup di laut dangkal dengan habitat laut tropis dan sub-tropis. Mereka kurang dipahami sebagai spesies yang banyak menghabiskan sebagian besar hidup mereka di liang dan lubang. Meskipun jarang terjadi, beberapa spesies yang lebih besar dari udang mantis mampu menembus kaca akuarium dengan serangan tunggal dari senjata ini.
8. Moorish Idol
Salah satu ikan yang paling sulit untuk tetap dalam akuarium rumah (dan sangat mahal juga). Bagi para aquarists, memelihara ikan Moorish Idol adalah puncak dari hobi. Anda mungkin berpikir pernah melihat sebelumnya, tetapi Anda mungkin membuat mereka bingung dengan spesies lain, para Bannerfish (juga dikenal sebagai Idol Palsu). Dengan khas dikompresi dan badan-badan seperti disk, kontras hitam, putih dan kuning yang membuat mereka terlihat sangat menarik bagi penjaga akuarium.
9. Clownfish
Ikan Clownfish juga dikenal sebagai Anemonefish atau ikan badut. Ikan badut adalah beberapa ikan yang indah yang umumnya terdiri dari sebuah tubuh / jeruk kuning dengan garis-garis putih bersama dengan lapisan hitam sepanjang sirip atau badan hitam dengan kuning / daerah oranye sepanjang tubuh bagian bawah dan sirip. Meskipun begitu, tergantung juga pada jenis dari Ikan badut dan mereka datang dalam berbagai tampilan. Banyak menampilkan bar putih atau patch. Ikan Badut yang terbesar mencapai panjang 18 cm (7.1 in), sedangkan terkecil hampir mencapai 10 cm (3,9 in).
10. Rainbow Parrot Fish
Dinamakan ikan Parrot karena mulut ikan ini mirp paruh burung kakaktua. Parrot ikan menggunakan paruh untuk menghancurkan dan makan invertebrata kecil yang hidup di karang. Sebagian besar pasir dan dasar laut terumbu karang, mereka mengunyah karang, makan invertebrata dan meludahkan sisa kalsium. Dalam kebanyakan spesies, fase awal membosankan merah, coklat atau abu-abu, sedangkan fase terminal jelas hijau atau biru dengan tambalan cerah merah muda atau kuning. Terminal sangat berbeda dan tahap awal adalah pertama digambarkan sebagai spesies yang terpisah di beberapa kasus, tetapi ada juga beberapa spesies mana tahap serupa.
Sumber : http://dealisdinamika.blogspot.com/2010/05/ikan-yang-terindah-dan-fullcolor.html
Kamis, 01 November 2012
Pengelolaan Induk Ikan Hias Mandarinfish (Synchiropus Splendidus)
Latar Belakang
Saat ini budidaya ikan hias air laut sudah mulai dikembangkan namun baru beberapa spesies saja padahal jika dilihat dari segi ekonomisnya, ikan hias air laut tidak kalah pentingnya dengan ikan hias air tawar. Saat ini permintaan pasar ikan hias air laut semakin meningkat akan tetapi ketersediaan di alam semakin menurun, oleh karena itu perlu adanya kegiatan pengembangan teknologi pada tahap pembenihan dan pembesaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ikan hias yang layak untuk dibudidayakan dan dikembangkan antara lain: harga ekonomis, permintaan tinggi dan mudah dipelihara. (Misalnya ikan hias Mandarinfish).
Mandarinfish ini pertama kali diperkenalkan sebagai Callionymus splendidus pada tahun 1927 oleh Albert William Herre, seorang ahli ikan warga Negara Amerika yang bekerja di Filipina kemudian menentukan ikan hias mandarinfish dalam genus Synchiropus. Para Synchiropus Nama generik dari Yunani Kuno syn-, yang berarti "bersama", dan-chiropus berarti "tangan-kaki". Para julukan tertentu splendidus adalah dari bahasa Latin untuk indah. Nama umum dari Mandarinfish berasal dari pewarnaan yang sangat jelas, menyerupai jubah dari Kekaisaran Cina mandarin. Nama-nama umum lainnya termasuk Mandarin goby, Hijau mandarin, mandarinfish Striped, dragonet Striped, Hijau dragonet dan kadang-kadang mandarinfish Psychedelic.
Mandarinfish adalah milik perciform Callionymidae keluarga, yang dragonets, yang menghitung 10 marga dan lebih dari 182 spesies. Genus Synchiropus jumlah 51 spesies, dibagi menjadi 10 subgenera dan Mandarinfish ini di dalam subgenus Synchiropus (Pterosynchiropus) bersama dengan Australia LSD-ikan (S. occidentalis) dan ikan LSD atau psikedelik (S. picturatus). Synchiropus splendidus adalah spesies berwarna cerah dari keluarga dragonet, yang terdiri dari dua varietas:
1) Mandarinfish standar dan
2) Psychedelic Mandarin, yang standar biasanya memiliki pola dan warna yg lebih bagus dibanding Psychedelic dengan harga $17 sampai $34 bahkan kalau hasil budidaya dapat dihargai lebih tinggi, hal ini disebabkan karena sudah terbiasa hidup di lingkungan akuarium dan terbebas dari racun sianida sehingga pembeli tidak kesulitan dalam pemeliharaannya.
Klasifikasi Mandarin Fish (Synchiropus splendidus)
Mandarin Fish merupakan hewan vertebrate (bertulang belakang) yang termasuk dalam filum Chordata.
Kingdom : Animalia
Fhylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Family : Callionymidae
Genus : Synchiropus
Species : Synchiropus splendidus
Morfologi Mandarinfish (Synchiropus splendidus)
Mandarinfish merupakan ikan yang unik, cantik bahkan dengan keunikan dan kecantikan warnanya ikan ini masuk dalam daftar 10 besar ikan tercantik di dunia. Corak warnanya seperti jubah kaisar cina sehingga diberi nama mandarinfish. Ikan ini cukup menarik untuk dilihat, dan sangat cocok untuk ditampilkan pada akuarium pribadi. Warna dasar kuning di mulai dari kepala, terus menjadi biru di bagian pertengahan dan oranye di bagian ekor. Bagian atas adalah labirin seperti garis-garis dengan warna biru pucat. Mandarinfish memiliki tubuh yang relatif pendek, sirip bulat dan besar, kepala dan mata besar dan menonjol. Jantan memiliki sirip punggung yang lebih panjang dan umumnya ukuran lebih besar dari pada betina. Ukuran mulut relatif kecil dan mengarah kebawah sehingga lebih mudah memakan pakan hihup yang singgah atau menempel di substrat.
Distribusi dan HabitatMandarinfish bersifat pemalu dan sebagian besar pasif. Biasanya ditemukan berkelompok dipatahan karang yang rusak atau di bawah karang mati. Jenis ikan ini banyak ditemui Pasifik Barat dan di Segitiga Karang keanekaragaman hayati, yang mencakup Malaysia, Indonesia, Filipina dan Australia.
Makanan
Berdasarkan analisis usus 7 ikan liar Sadovy et al (2001) menentukan bahwa mandarinfish menyukai makanan campuran yang terdiri dari copepoda harpacticoid, cacing polychaete, kecil gastropoda, amphipods gammaridean, telur ikan dan ostracods. Di alam, mandarinfish aktif makan pada siang hari, dengan mematuk selektif pada mangsa kecil yang menempel pada substrat.
Manajemen Induk Mandarinfish
Penempatan lokasi
Lokasi yang digunakan dekat dengan pantai sehingga mudah mendapatkan air laut dan mendapatkan cukup banyak cahaya matahari sehingga dapat mencegah penyakit white spot pada ikan.
Persiapan Bak Induk
Wadah yang digunakan dalam pemeliharaan induk ikan hias mandarinfish yakni dapat berupa bak fiber, bak beton maupun yang terbuat dari plastic dan volumenya disesuaikan dengan kepadatan induk yang dipelihara. Biasanya 30 – 50 ekor per ton karena jika terlalu padat akan mudah terserang penyakit dan menularkan ke induk lainnya. Wadah yang digunakan dilengkapi dengan pipa pemasukan (inlet) dan pengeluaran (outlet) air laut serta perlengkapan aerasi, jumlah titik aerasi pada masing - masing bak pemeliharan induk minimal 3 titik dengan tekanan yang sederhana agar telur tidak tercerai – berai sehingga memudahkan dalam pemanenan.
Seleksi Induk
penyeleksian dilakukan dengan penimbangan bobot, pengukuran panjang tubuh ikan, pengamatan organ tubuh dan kondisi kesehatan ikan. Umumnya induk berukuran 5 – 7 cm dengan bobot 1,51 – 4 gram. Sebaiknya induk yang digunakan berukuran bear agar dapat menghasilkan telur yang banyak dan benih yang unggul.
Manejemen Induk
Dalam manajemen induk yang perlu diperhatikan adalah kesehatannya terutama napsu makan ikan dimana jika napsu makan menurun berati ikan tersebut kurang sehat dan perlu dilakukan penanganan khusus terutama perendaman air tawar untuk melepaskan parasit yang menempel pada tubuh ikan dan bersamaan dengan itu bak disterilkan dengan menggunakan kaporit untuk menghilangkan bibit-bibit penyakit tersebut dan setiap hari dilakukan penyiponan dasar bak untuk membersihkan kotoran di dasar bak.
Manajemen Pemberian Pakan
Pakan yang diberikan adalah pakan hidup (Life food) berup aartemia dewasa, copepoda, udang renik, larva mollucca dan cacing renik yang diberikan secara adlibitum. Karena pakan yang diberikan adalah pakan hidup sedangkan ikan hias mandarinfish termasuk ikan pemakan lambat dan terkadang pakan yang diberikan pada pagi hari belum habis di sore hari sehingga pemberian pakan dapat dilakukan 1 – 2 kali sehari,
Pengelolaan Kualitas Air
Pengelolaan kualitas air pada pemeliharaan induk meliputi penyiponan dan pengurangan air. Penyiponan dilakukan setiap sebelum dan sesudah pemberian pakan. Penyiponan yang dilakukan sebelum pemberian pakan bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang mengendap setelah proses metabolisme malam hari sedangkan penyiponan sesudah pemberian pakan bertujuan untuk membuang sisa-sisa pakan yang mati dan mengendap di dasar dan tidak termakan. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga air tetap stabil. Setiap pagi dan sore hari pengurangan air dilakukan hingga 20% dari volume air dalam bak.
Pemijahan Induk
Induk betina yang siap memijah ditandai dengan perut yang besar yang diikuti oleh jantan dengan melayarkan sirip punggungnya sambiM mP0 |iyG w傒 3_,ϯKP -pelan naik kepermukaan sambil melepaskan telur dan sperma. Pemijahan terjadi pada waktu memasuki malam/petang dan pemijahan secara alami. Pemijahan terjadi antara pukul 18.00-19.00. Telur ikan mandarin mengapung dipermukaan air dan saling melekat sehingga mudah dipanen. Data pemijahan induk periode Agustus - Oktober 2011 dapat dilihat pada lampiran 3. Pemijahan dapat berlangsung setiap malam tergantung banyaknya induk yang dipelihara dan keahlian dalam mengelola induk tersebut.
Panen Telur
Panen telur sebaiknya dilakukan pada malam hari karena jika keesokan harinya bias jadi telur tersebut sudah menetas. Teknik pemanenan telur dapat dilakukan dengan dua cara: pertama dengan menggunakan gayung dimana gumpalan-gumpalan telur tersebut diserok dan dipindahkan ke bak larva, kedua dengan menggunakan kolektor dengan system penampungan telur yang tentunya dengan system air mengalir.
Pencegahan dan Pengobatan Terhadap Penyakit
Pencegahan penyakit terhadap induk ikan hias mandarinfish dapat dilakukan dengan teknik perendaman air tawar, batasan waktu yang diperlukan untuk perendaman tersebut disesuaikan dengan kemampuan ikan jika ikan sudah terserang penyakit tidak mampu bertahan lama di dalam air tawar sehingga harus dibarengi dengan pengobatan. Obat yang biasa digunakan adalah acriflavin dan elbasin. Biasanya jika ikan hias terserang penyakit dalam satu wadah maka yang lainya akan tertular sehingga secara keseluruhan harus ditangani namun jika ada yang sangat parah harus dipisahkan dengan yang lainnya untuk menghidari penularan yang berkesinambungan.
Sumber : http://abganfis.blogspot.com/
Saat ini budidaya ikan hias air laut sudah mulai dikembangkan namun baru beberapa spesies saja padahal jika dilihat dari segi ekonomisnya, ikan hias air laut tidak kalah pentingnya dengan ikan hias air tawar. Saat ini permintaan pasar ikan hias air laut semakin meningkat akan tetapi ketersediaan di alam semakin menurun, oleh karena itu perlu adanya kegiatan pengembangan teknologi pada tahap pembenihan dan pembesaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih ikan hias yang layak untuk dibudidayakan dan dikembangkan antara lain: harga ekonomis, permintaan tinggi dan mudah dipelihara. (Misalnya ikan hias Mandarinfish).
Mandarinfish ini pertama kali diperkenalkan sebagai Callionymus splendidus pada tahun 1927 oleh Albert William Herre, seorang ahli ikan warga Negara Amerika yang bekerja di Filipina kemudian menentukan ikan hias mandarinfish dalam genus Synchiropus. Para Synchiropus Nama generik dari Yunani Kuno syn-, yang berarti "bersama", dan-chiropus berarti "tangan-kaki". Para julukan tertentu splendidus adalah dari bahasa Latin untuk indah. Nama umum dari Mandarinfish berasal dari pewarnaan yang sangat jelas, menyerupai jubah dari Kekaisaran Cina mandarin. Nama-nama umum lainnya termasuk Mandarin goby, Hijau mandarin, mandarinfish Striped, dragonet Striped, Hijau dragonet dan kadang-kadang mandarinfish Psychedelic.
Mandarinfish adalah milik perciform Callionymidae keluarga, yang dragonets, yang menghitung 10 marga dan lebih dari 182 spesies. Genus Synchiropus jumlah 51 spesies, dibagi menjadi 10 subgenera dan Mandarinfish ini di dalam subgenus Synchiropus (Pterosynchiropus) bersama dengan Australia LSD-ikan (S. occidentalis) dan ikan LSD atau psikedelik (S. picturatus). Synchiropus splendidus adalah spesies berwarna cerah dari keluarga dragonet, yang terdiri dari dua varietas:
1) Mandarinfish standar dan
2) Psychedelic Mandarin, yang standar biasanya memiliki pola dan warna yg lebih bagus dibanding Psychedelic dengan harga $17 sampai $34 bahkan kalau hasil budidaya dapat dihargai lebih tinggi, hal ini disebabkan karena sudah terbiasa hidup di lingkungan akuarium dan terbebas dari racun sianida sehingga pembeli tidak kesulitan dalam pemeliharaannya.
Klasifikasi Mandarin Fish (Synchiropus splendidus)
Mandarin Fish merupakan hewan vertebrate (bertulang belakang) yang termasuk dalam filum Chordata.
Kingdom : Animalia
Fhylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Family : Callionymidae
Genus : Synchiropus
Species : Synchiropus splendidus
Morfologi Mandarinfish (Synchiropus splendidus)
Mandarinfish merupakan ikan yang unik, cantik bahkan dengan keunikan dan kecantikan warnanya ikan ini masuk dalam daftar 10 besar ikan tercantik di dunia. Corak warnanya seperti jubah kaisar cina sehingga diberi nama mandarinfish. Ikan ini cukup menarik untuk dilihat, dan sangat cocok untuk ditampilkan pada akuarium pribadi. Warna dasar kuning di mulai dari kepala, terus menjadi biru di bagian pertengahan dan oranye di bagian ekor. Bagian atas adalah labirin seperti garis-garis dengan warna biru pucat. Mandarinfish memiliki tubuh yang relatif pendek, sirip bulat dan besar, kepala dan mata besar dan menonjol. Jantan memiliki sirip punggung yang lebih panjang dan umumnya ukuran lebih besar dari pada betina. Ukuran mulut relatif kecil dan mengarah kebawah sehingga lebih mudah memakan pakan hihup yang singgah atau menempel di substrat.
Distribusi dan HabitatMandarinfish bersifat pemalu dan sebagian besar pasif. Biasanya ditemukan berkelompok dipatahan karang yang rusak atau di bawah karang mati. Jenis ikan ini banyak ditemui Pasifik Barat dan di Segitiga Karang keanekaragaman hayati, yang mencakup Malaysia, Indonesia, Filipina dan Australia.
Makanan
Berdasarkan analisis usus 7 ikan liar Sadovy et al (2001) menentukan bahwa mandarinfish menyukai makanan campuran yang terdiri dari copepoda harpacticoid, cacing polychaete, kecil gastropoda, amphipods gammaridean, telur ikan dan ostracods. Di alam, mandarinfish aktif makan pada siang hari, dengan mematuk selektif pada mangsa kecil yang menempel pada substrat.
Manajemen Induk Mandarinfish
Penempatan lokasi
Lokasi yang digunakan dekat dengan pantai sehingga mudah mendapatkan air laut dan mendapatkan cukup banyak cahaya matahari sehingga dapat mencegah penyakit white spot pada ikan.
Persiapan Bak Induk
Wadah yang digunakan dalam pemeliharaan induk ikan hias mandarinfish yakni dapat berupa bak fiber, bak beton maupun yang terbuat dari plastic dan volumenya disesuaikan dengan kepadatan induk yang dipelihara. Biasanya 30 – 50 ekor per ton karena jika terlalu padat akan mudah terserang penyakit dan menularkan ke induk lainnya. Wadah yang digunakan dilengkapi dengan pipa pemasukan (inlet) dan pengeluaran (outlet) air laut serta perlengkapan aerasi, jumlah titik aerasi pada masing - masing bak pemeliharan induk minimal 3 titik dengan tekanan yang sederhana agar telur tidak tercerai – berai sehingga memudahkan dalam pemanenan.
Seleksi Induk
penyeleksian dilakukan dengan penimbangan bobot, pengukuran panjang tubuh ikan, pengamatan organ tubuh dan kondisi kesehatan ikan. Umumnya induk berukuran 5 – 7 cm dengan bobot 1,51 – 4 gram. Sebaiknya induk yang digunakan berukuran bear agar dapat menghasilkan telur yang banyak dan benih yang unggul.
Manejemen Induk
Dalam manajemen induk yang perlu diperhatikan adalah kesehatannya terutama napsu makan ikan dimana jika napsu makan menurun berati ikan tersebut kurang sehat dan perlu dilakukan penanganan khusus terutama perendaman air tawar untuk melepaskan parasit yang menempel pada tubuh ikan dan bersamaan dengan itu bak disterilkan dengan menggunakan kaporit untuk menghilangkan bibit-bibit penyakit tersebut dan setiap hari dilakukan penyiponan dasar bak untuk membersihkan kotoran di dasar bak.
Manajemen Pemberian Pakan
Pakan yang diberikan adalah pakan hidup (Life food) berup aartemia dewasa, copepoda, udang renik, larva mollucca dan cacing renik yang diberikan secara adlibitum. Karena pakan yang diberikan adalah pakan hidup sedangkan ikan hias mandarinfish termasuk ikan pemakan lambat dan terkadang pakan yang diberikan pada pagi hari belum habis di sore hari sehingga pemberian pakan dapat dilakukan 1 – 2 kali sehari,
Pengelolaan Kualitas Air
Pengelolaan kualitas air pada pemeliharaan induk meliputi penyiponan dan pengurangan air. Penyiponan dilakukan setiap sebelum dan sesudah pemberian pakan. Penyiponan yang dilakukan sebelum pemberian pakan bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang mengendap setelah proses metabolisme malam hari sedangkan penyiponan sesudah pemberian pakan bertujuan untuk membuang sisa-sisa pakan yang mati dan mengendap di dasar dan tidak termakan. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga air tetap stabil. Setiap pagi dan sore hari pengurangan air dilakukan hingga 20% dari volume air dalam bak.
Pemijahan Induk
Induk betina yang siap memijah ditandai dengan perut yang besar yang diikuti oleh jantan dengan melayarkan sirip punggungnya sambiM mP0 |iyG w傒 3_,ϯKP -pelan naik kepermukaan sambil melepaskan telur dan sperma. Pemijahan terjadi pada waktu memasuki malam/petang dan pemijahan secara alami. Pemijahan terjadi antara pukul 18.00-19.00. Telur ikan mandarin mengapung dipermukaan air dan saling melekat sehingga mudah dipanen. Data pemijahan induk periode Agustus - Oktober 2011 dapat dilihat pada lampiran 3. Pemijahan dapat berlangsung setiap malam tergantung banyaknya induk yang dipelihara dan keahlian dalam mengelola induk tersebut.
Panen Telur
Panen telur sebaiknya dilakukan pada malam hari karena jika keesokan harinya bias jadi telur tersebut sudah menetas. Teknik pemanenan telur dapat dilakukan dengan dua cara: pertama dengan menggunakan gayung dimana gumpalan-gumpalan telur tersebut diserok dan dipindahkan ke bak larva, kedua dengan menggunakan kolektor dengan system penampungan telur yang tentunya dengan system air mengalir.
Pencegahan dan Pengobatan Terhadap Penyakit
Pencegahan penyakit terhadap induk ikan hias mandarinfish dapat dilakukan dengan teknik perendaman air tawar, batasan waktu yang diperlukan untuk perendaman tersebut disesuaikan dengan kemampuan ikan jika ikan sudah terserang penyakit tidak mampu bertahan lama di dalam air tawar sehingga harus dibarengi dengan pengobatan. Obat yang biasa digunakan adalah acriflavin dan elbasin. Biasanya jika ikan hias terserang penyakit dalam satu wadah maka yang lainya akan tertular sehingga secara keseluruhan harus ditangani namun jika ada yang sangat parah harus dipisahkan dengan yang lainnya untuk menghidari penularan yang berkesinambungan.
Sumber : http://abganfis.blogspot.com/
Langganan:
Komentar (Atom)
















