Tampilkan postingan dengan label Budidaya Bunga Euphorbia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Bunga Euphorbia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2013

Euphorbia dan Cara Menanamnya

Euphorbia banyak ditanam di Indonesia. Tanaman ini termasuk tanaman yang menyukai sinar matahari secara penuh dalam kelangsungan hidupnya sebagaimana tanaman sekulen lainnya.

Euphorbia menyimpan cadangan air dalam batangnya sehingga tanaman ini memiliki banyak getah. Euphorbia termasuk tumbuhan berumah satu, artinya dalam satu bunga terdapat putik dan benangsari sekaligus sehingga kemungkinan terjadinya pembuahan sangat besar.

Euphorbia termasuk tanaman yang mudah beradaptasi, walaupun menyukai udara dan cuaca yang panas tetapi euphorbia dapat hidup di tempat yang bersuhu rendah.

Sifat euphorbia

Menyukai sinar matahari yang penuh, sama seperti tempat asalnya yang panas dan tanah yang tandus. Euphorbia menyukai sinar matahari langsung dengan penyinaran sekitar 8 jam sehari. Jika intensitas sinar matahari kurang dari 70% maka tanaman euphorbia akan mengalami hambatan.

Tidak menyukai air, meskipun sifatnya tidak menyukai air tetapi tanaman ini tetap membutuhkan aiar untuk kelangsungan hidupnya, euphorbia menyimpan cadangan airnya di bagian batang sehingga dapat bertahan hidup di daerah tandus dan kering.

Menyukai media porous, euphorbia hendaknya ditanam pada tanah yang mengandung banyak unsure haranya dan yang mudah mengalirkan air.

Cara Budidaya Euphorbia

• Bibit Euphorbia
Bibit euphorbia juga dapat secara generative muncul dari bakal buah. Semula buah berwarna hijau lama-kelamaan berubah kecoklatan pertandah buah sudah tua. Sebelum buah pecah sebaiknya dipetik. Bijinya berwarna cokelat tua atau kehitaman berbentuk seperti tanda koma. Setelah itu biji dapat segera disemaikan. Sedangan untuk cara vegetative biasanya dengan cara stek dan grafting. Tetapi untuk mempermudah kita bisa mendapatkan bibit euphorbia di toko-toko tanaman.

• Penanaman Euphorbia
Euphorbia sebenarnya dapat ditanam secara langsung di tanah. Tetapi, umumnya di tanam di pot sebab dengan ditanam di pot waktu euphorbia berselimut bunga dapat diletakan di tempat yang dikehendaki.

Gunakan pot yang berdiameter sekitar 15 cm. Dengan ukuran itu, volume media tanam memadai untuk menampung perakaran. Media tanam untuk euphorbia yang penting tanah yang porous dan mengandung banyak unsure hara. Jadi, dapat direkayasa sendiri dari berbagai jenis bahan yang jika dicampur memiliki sifat tersebut.

Misalnya, mencampur kan tanah merah, pupuk kandang, humus bamboo, dan sekam bakar dengan perbandingan 2 : 3 : 3 : 2 atau campuran dan komposisi yang lainnya. Selanjutnya masukan media tanam ke dalam pot sampai setengah kedalaman pot.

Masukan euphorbia kedalam pot dan atur letaknya sehingga berdiri tegak. Setelah itu, timbun dengan media tanam sampai bibir pot. Siram hingga air keluar melalui lubang dasar pot kemudian tempatkan euphorbia di tempat yang teduh.

Sumber :
http://bestbudidayatanaman.blogspot.com/2013/01/Cara-Budidaya-Euphorbia-dan-Budidaya-Puring.html

Kamis, 02 Agustus 2012

Di Balik Kemolekan si Ratu Bunga Berduri

Tak hanya dipajang di pot untuk penghias teras, pak sien hwa-sebutan euphorbia di China-ternyata juga cantik dipelihara sebagai border di taman. Apalagi tanaman ini tahan ’berjemur’ di bawah sengatan matahari. Tanaman ini pun termasuk adaptif dan mampu bertahan hidup di sembarang lokasi serta tahan serangan hama dan penyakit.

Awalnya, euphorbia tumbuh subur di Madagaskar. Tempat hidupnya di daerah panas dan kering. Dari sanalah, sekitar 2000 spesies yang berbeda diintroduksi sejak tahun 1821, kemudian menyebar ke China hingga ke Thailand.

Berkat tangan para penyilang, muncullah jenis-jenis baru. Sejak saat itu, si ratu bunga berduri ini melanglang buana hingga ke Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia. Sebutan euphorbia diambil dari nama seorang dokter raja Juba dari kerajaan Mauritania di Afrika Utara, Euphorbus. Atas jasanya, euphorbia yang tumbuh di gurun berpindah menjadi hiasan yang cantik di rumah. Sosok tanaman sedang, tinggi sekitar 150 cm, dan lebar 100 cm dengan dompolan bunga hingga menyelimuti batang.

Bunga warna-warni dan bentuknya bervariasi seolah menjadi magnet yang menarik perhatian siapa saja yang memandanginya, tak terkecuali Murtadji, pemilik SM Garden di Kediri. Lewat kecintaannya dengan euphorbia, maka saat ini Murtadji berhasil mengembangkan hobinya itu jadi suatu peluang bisnis yang menguntungkan hingga saat ini. Murtadji mengatakan, euphorbia memiliki penampilan yang menawan dibandingkan dengan jenis tanaman hias lainnya, seperti anthurium, aglaonema, dan adenium. Warna bunganya beraneka ragam, tapi dominan memiliki warna merah, kuning, hijau,dan putih dengan hiasan strip atau bercak di setiap petalnya. Tajuknya bagus, rimbun, dan kompak, sehingga menjadi daya tarik lain.

Bentuk bunga euphorbia menyerupai angka delapan dengan beragam variasi. Mahkota bunganya ada yang bulat, bulat lancip, oval, dan berbentuk hati dengan posisi saling menumpuk, menyilang atau bersinggungan. Tak hanya bentuk, ukuran bunga pun ada yang kecil seukuran kancing baju (diameter 2 cm) hingga sebesar koin seratus rupiah (diameter 4-5 cm). Dompolan bunga beragam, mulai dari sedikit (4-5 bunga), sedang (6-15 bunga), sampai banyak (> 16 bunga). Menurut Murtadji, ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan sebelum memelihara si ratu bunga ini, yaitu lokasi, sinar matahari, iklim atau cuaca, sirkulasi udara, media tumbuh, dan air.

Tanaman ini cukup adaptif di berbagai daerah. Artinya, euphorbia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dataran rendah hingga tinggi (0-1200 m dpl).

Di dataran rendah (< 300 m dpl) membuat tanaman ini tumbuh lebih cepat, karena udara hangat dan matahari bersinar lebih lama untuk membantu proses fotosintesis. Lingkungan yang bersih dan terbebas dari polusi sangat dibutuhkannya untuk pertumbuhan dan pembungaan. ”Euphorbia akan sulit berbunga serempak, bahkan malas berbunga kalau udara di sekitarnya sudah terpolusi,” ujar pria yang menekuni bisnis euphorbia sekitar dua tahun yang lalu ini. ”Di dataran tinggi (>300 m dpl), euphorbia masih bisa tumbuh subur, meski agak lambat,” lanjutnya.

Idealnya, tanaman ini membutuhkan sinar matahari dengan intensitas 70-80% selama 6-8 jam atau hari. Tanaman ini pun akan berbunga lebih banyak di musim hujan dibanding kemarau, karena saat itu lingkungan cukup mendukung, sehingga kualitas bunga lebih baik daripada musim panas.

Untuk itulah penempatannya harus tepat, tidak boleh terkena sinar matahari langsung terlalu lama, karena terlalu lama ’berjemur’ di bawah sinar matahri dapat menghanguskan pucuk-pucuknya. Terlalu teduh pun dapat berdampak tanaman lambat tumbuh dan bunga yang muncul tak banyak. Penanaman skala besar dapat memakai net 70% untuk menahan intensitas sinar matahari. Sebaiknya, lanjut Murtadji, hindari tempat yang sering mendapat guyuran air hujan, karena tanaman menjadi rusak dan malas berbunga. Euphorbia juga kurang optimal menyerap hara bila lingkungannya bersikulasi udara jelek, meski mendapat sinar matahari.

Di lokasi yang lembab pun malah memicu munculnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Media TumbuhDi alam, euphorbia tumbuh di tempat yang kering dan porous, sehingga media tanam apa pun dapat dipakai untuk menanam euphorbia, asalkan porousitas dan drainasenya bagus. Beberapa bahan media tanam euphorbia terdiri dari sekam bakar, pakis, cocopeat, pasir Malang, dan pupuk kandang. Komposisi media tanam beragam, tergantung pengalaman dan lokasi setempat. Upayakan media ber-pH netral (6,5-7) dan steril.

Penanaman di pot plastik sebaiknya memasukkan potongan styrofoam sebanyak 25% tinggi pot untuk membantu sirkulasi udara di media sekaligus membuang kelebihan air, sehingga media tidak lembab.

Air untuk euphorbia masih cukup penting untuk pertumbuhan akar, cabang, daun, dan bunganya. Namun terlalu banyak memberi air mengakibatkan akar busuk ditandai berwarna coklat, lembek seperti bubur. Sebaliknya, jika penyiraman jarang dilakukan, tanaman mengalami dehidrasi alias kekurangan air. Cirinya, batang mengkerut, daun menguning, mudah rontok, dan sosok tanaman menjadi kerdil. Apabila hal itu dibiarkan, lambat laun tanaman tumbuh tumbuh merana dan mati. Idealnya, penyiraman dilakukan sehari sekali pada musim hujan, dua kali sehari pada musim kemarau) atau bila media sudah kelihatan kering. Waktu penyiraman, yaitu pagi hari pukul 08.00-09.00 atau sore hari pukul 15.00-16.00.

Memilih Euphorbia

Banyaknya jenis euphorbia membuat para hobbies leluasa memilih sesuai dengan selera. Meski demikian, kata Murtadji, sebagai pembeli sebaiknya mampu mencermati euphorbia yang dibeli, supaya nantinya tak kecewa, karena ternyata tanaman kurang bermutu bagus.

Agar tak salah pilih, ada beberapa hal yang mesti diketahui saat akan memilih dan membeli euphorbia, yaitu :- Carilah penjual yang menyediakan euphorbia berkualitas bagus.Untuk mengetahui kredibilitas penjual dapat mencari informasi dari media, seperti majalah atau teman yang sudah datang ke nurserinya. Penjual yang berpengalaman biasanya mampu menjelaskan jenis, sifat, dan asal-usulnya.

Informasi perawatan juga sebaiknya ditanyakan untuk memudahkan pemeliharaan di rumah.- Meski selera penghobi berbeda-beda, sebaiknya memilih euphorbia yang rajin berbunga, karena bentuk bunga, warna bunga, dan dompolan bunga merupakan keindahan tanaman asal Madagaskar ini. Apalagi, bunganya tak gampang rontok.- Tanyakan asal-usul euphorbia, terutama cara perbanyakannya.

Euphorbia yang berasal dari bibit setek umumnya cepat berbunga dibanding tanaman yang berasal dari biji. Lagipula, kualitas bibit asal setek memiliki sifat yang sama dengan induknya. Lain halnya dengan bibit asal biji cenderung menyimpang dari sifat induk, kecuali penyilang melakukan persilangan yang sudah terarah. Apabila memilih bibit asal sambung, pastikan batang atas berasal dari jenis yang berpenampilan bagus.- Ukuran bibit menentukan harganya. Bagi yang berkantung cekak dapat memilih bibit muda, karena berharga murah.

Namun tanaman seperti ini butuh waktu untuk berbunga lebat. Apabila tak sabar ingin menikmati bunga euphorbia dan memiliki cukup uang, beli tanaman yang sudah besar dengan tajuk bagus dan bunga lebat. [cher]

Euphorbia pun Bisa ’Kawin’

Variasi bunga euphorbia cukup banyak. Di alam, penyerbukan alami dibantu serangga, seperti lebah. Kini, berkat upaya kawin silang muncul beragam jenis baru euphorbia dengan penampilan yang cukup spektakuler. Berbekal induk dan pengetahuan yang cukup, profesi menjadi ’penghulu’ euphorbia bisa dilakukan siapa saja. Apalagi si mahkota berduri ini termasuk tipe berbunga sempurna. Maksudnya, serbuk sari (jantan) dan putik (betina) berada dalam satu bunga.

Dengan seleksi induk, mungkin saja bakal diperoleh jenis baru yang lebih bagus dan berbeda dengan induknya.

Adapun tahapan ’kawin’ euphorbia antara lain :

* Siapkan euphorbia yang sedang berbunga. Bunga mekar untuk penyerbukan sekitar 3-4 hari sejak kuncup, dicirikan kepala putik diselimuti lendir, sehingga terasa lengket bila dipegang tangan. Pisahkan di tempat yang aman agar tidak diserbuki oleh serangga.

* Ambil serbuk sari dari bunga euphorbia lain, lalu tempelkan ke kepala putik. Lakukan berulang-ulang sampai serbuk sari benar-benar habis dan melekat di kepala putik. Cotton bud bisa dipakai untuk membantu penyerbukan. Hanya kelemahannya kadang masih ada serbuk sari tersisa di kapas, sehingga tak menyerbuki sempurna ke putik. Waktu penyerbukan pada pagi hari pukul 09.00 saat matahari belum panas dan tanaman sedang dalam proses fotosintesis.

* Setelah 3-6 hari sejak penyerbukan, bunga akan layu dan rontok. Penyerbukan berhasil bila muncul benjolan hijau di pangkal putik.

* Bakal buah akan membesar dan masak berbentuk seperti kapsul.

* Seminggu kemudian buah matang yang ditandai dengan kulit mengering dan warna coklat tua. Segera petik buahnya pada pagi hari, karena jika matahari sudah tinggi, biji-biji yang tersimpan di tempurung buah menjadi kering dan pecah, sehingga biji terpelanting ke tanah. [cher]

Pulihkan Euphorbia Impor dari Perjalanan Jauh

Salah satu keutamaan Murtadji dalam menekuni bisnis euphorbianya adalah ia langsung mengimpor euphorbia dari Thailand. Ia mengaku, tak mudah mengimpor euphorbia dari Thailand dan menyimpannya dalam waktu lama, karena adanya beberapa prosedur yang harus dilalui. Euphorbia impor dari Thailand tersebut berada dalam kemasan kotak karton dan setiap batang dibungkus dengan kertas.

Euphorbia impor bermediakan cocopeat yang kering. Perjalanan dari bandara Suvarnabhumi Thailand hingga mencapai bandara Juanda Surabaya diperlukan 1 hari dengan menggunakan maskapai penerbangan Thailand.

Namun kalau memakai maskapai penerbangan lokal, perjalanan bisa ditempuh hingga dua hari. Jadi, mulai dari proses pengepakan hingga mencapai Kediri, euphorbia berada dalam kotak selama kurang lebih 2-3 hari. Menurut Murtadji, hal ini mengakibatkan euphorbia menjadi layu dan rontok daun.

Demi memulihkan kondisi euphorbia tersebut, sebelum proses penanaman Murtadji mencelupkan media euphorbia yang berupa cocopeat kering ke dalam larutan air dan atonik. Sementara untuk media tanam, ia menggunakan campuran kompos kambing, sekam bakar, cocopeat, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:2:2:1 agar media porous. Upayakan media ber-PH netral (6,5-7) dan steril.

Media taman euphorbia harus porous agar air dapat mengalir langsung ke bawah, karena bila media terlalu banyak menahan air dapat menyebabkan busuk akar.

Kebun yang digunakan Murtadji untuk area tanam euphorbia merupakan bekas kolam ikan. Bekas kolam ikan ini dianggap Murtadji sebagai lokasi yang ideal untuknya menumbuhkan euphorbia, karena memiliki sirkulasi udara yang bagus. Euphorbia dapat tumbuh dengan baik di lingkungan yang memiliki sirkulasi udara yang bagus. Penyiraman dilakukan ketika matahari belum terbit dan ketika matahari belum bersinar. Ini dilakukan untuk menjaga kelembaban tanaman. Bila euphorbia disiram pada siang hari dapat menyebabkan tanaman hangus. Kemudian untuk mengurangi intensitas sinar matahari sebaiknya dipasang paranet di kebun.

Untuk pemulihan euphorbia, lanjut Murtadji, sebaiknya intensitas sinar matahari yang mengenai tanaman dikurangi hingga 80%. Terlalu banyak sinar matahari bisa mengakibatkan pucuk-pucuk daun euphorbia menjadi hangus. Namun terlalu teduh juga bisa mengakibatkan euphorbia tumbuh lambat. Curah hujan juga dapat mengakibatkan euphorbia rusak dan malas berbunga. [cher]

Sumber : http://tabloidgallery.wordpress.com/

Selasa, 17 Juli 2012

Memperbanyak Cabang Euphorbia

Pada umumnya euphorbia tumbuh memanjang dengan cabang yang sedikit. Sehingga makin tua tidak terlihat makin rimbun, tapi akan lebih terlihat rapuh / mudah patah. Mungkin cara ini bisa anda coba agar euphorbia anda menjadi rimbun, sehingga bila berbunga akan terlihat makin cantik.

Mungkin kebanyakan orang untuk memperbanyak cabang euphorbia-nya, akan memotong batang. Dengan harapan akan muncul cabang cabang baru pada batang tersebut. Boleh2 saja hal itu dilakukan tapi umumnya akan lama, sebab batang butuh energi lebih untuk memacu pertumbuhan cabang 2 ini.

Pada dasarnya euphorbia adalah tanaman yang akan berbunga bila terkana sinar matahari langsung. euphorbia juga termasuk jenis tanaman yang sebagian makanannya untuk pertumbuhan bunga, maka dari itu hampir semua jenis euphorbia pertumbuhannya cenderung vertikal, bukan membentuk cabang2.

Tapi bila anda ingin memperbanyak cabangnya, maka tempatkan euphorbia di tempat yang teduh, memang sih euphorbia akan sedikit ngambek untuk berbunga, tapi yang kita butuhkan pertama2 adalah cabangnya, karena nanti bila banyak cabang dan berbunga akan jauh lebih cantik bukan?...

Dalam dunia pertanian kita mengenal "pertumbuhan memanjang pada batang secara tidak normalkarena usaha tanaman untuk mencari sinar matahari yang sesuai dengan tingkat kebutuhan", seperti halnya tauge ( batangnya panjang2, padahal daunnya kecil ).
Euphorbia-pun begitu, kalau ditaruh ditempat yang teduh, batangnya bakal memanjang dan bunganya berkurang. Inilah TIPS KHUSUS agar tujuan awal kita ( memperbanyak batang ) tercapai.

Euphorbia harus diberi pupuk yang mengandung P ( Phospat ) banyak.biasanya pupuk yang mengandung banyak P digunakan untuk memacu proses berbunga pada tanaman. nah, kalau pupuk yang mengandung banyak P ini diberikan pada euphorbia ditempat yang teduh, mestinya bunga2 akan muncul, tapi syarat utama ( sinar matahari ) untuk berbunga tidak ada. Akibatnya, nutrisi P tadi, akhirnya merangsang bagi terbentuknya cabang2 baru. Tidak akan jadi bunga, karena tidak ada terpaan sinar matahari langsung.

Dan kalau pemrograman percabangan sudah berhasil, barulah euphorbia yang sudah banyak cabang tadi ditempatkan dilokasi yang panas.
Bersiap-siaplah menerima euphorbia yang akan bertambah cantik. Banyak cabang, yang tentu akan menghasilkan banyak tumbuh bunga.

Selamat mencoba, semoga sukses.......

Sumber : http://istanabunga.blogspot.com/

Sabtu, 14 Juli 2012

Euphorbia, Bunga yang Kaya Warna

Dulu tanaman asal Madagaskar ini bunganya masih kecil-kecil dan warnanya terbatas. Setelah dilakukan rekayasa genetik oleh para ahli tanaman di Thailand, barulah orang mulai memperhatikan tanaman yang satu ini. Mereka berhasil menemukan beberapa Euphorbia Hibrida yang ditandai dengan munculnya bunga yang lebih besar dan warnanya yang beragam, bahkan bergradasi.

Tren Euphorbia Hibrida mulai muncul sekitar awal tahun 2000-an. Para penggemar tanaman hias mendatangkannya dari Thailand. Sebut saja Euphorbia Red Dragon yang bunganya merah seperti kulit naga dan kesegaran bunganya bertahan 2-3 bulan, atau Euphorbia Red Devil berbunga merah menyala dengan kesegaran sekitar 3 bulan. Ada lagi yang disebut Euphorbia Forever Green, yang bunganya berwarna hijau dan mampu bertahan selama setahun.

Ciri khas Euphorbia tampak pada batangnya yang diselimuti duri. Ada duri tunggal, ada pula yang ganda, bahkan ada duri yang berkelompok. Duri itu ada yang tajam panjang, ada pula yang pendek.

Daunnya lazimnya berwarna hijau, meski ada pula yang kemerahan. Ukuran panjang daun sekitar 3-8 cm. Bentuknya macam-macam, antara lain simetris berujung lancip, lurus berujung lancip, oval berujung lancip dan sebagainya.

Bagaimana dengan bunganya?
Yang disebut bunga biasanya mahkota bunga. Padahal yang disebut mahkota bunga Euphorbia sebenarnya adalah seludang bunga. Mahkota bunga muncul membentuk sebuah dompolan, sehingga bunga-bunga itu bisa menutupi sekujur batangnya.

Kriteria Euphorbia yang indah adalah batang perkasa, bunga lebat. Untuk mengusahakannya dengan mengelola pertumbuhan vegetatifnya. Artinya, jika Euphorbia ditanam dalam pot, maka media tanamnya harus benar-benar diperhatikan.

Tanaman ini tak suka tempat yang tergenang atau terlalu lembab. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan media berupa campuran sekam bakar, pasir, serbuk sabut kelapa (cocopit), dan sedikit pupuk kandang. Lalu letakkan di tempat yang teduh. Jangan lupa, pilih sosok batang yang bakal tumbuh bagus. Perhatikan betul tunas-tunas yang tumbuh. Bila yang tumbuh hanya tunas kiri (dan tunas kanan tidak), maka tunas kiri tersebut sebaiknya dipangkas saja, atur jarak antar-tunas sekitar 2-3 cm.

Setelah tunas primer diatur dengan pemangkasan, selanjutnya lakukan pemupukan. Bisa menggunakan pupuk daun yang kandungan nitrogennya tinggi. Malah terkadang ada yang memberinya minyak ikan. Lakukan pemupukan setiap 2 minggu. Selain pupuk, juga harus rutin disiram. Tapi ingat, Euphorbia tidak doyan air.

Selanjutnya lakukan pengelolaan pertumbuhan generatifnya, letakkan tanaman Euphorbia dalam pot di tempat panas terbuka. Rumusnya, Euphorbia butuh intensitas sinar matahari 70 persen dan lama penyinaran 8 jam sehari.

Setelah itu, ikuti dengan pemberian pupuk lengkap, misalnya Super Bionik setiap 2 minggu sekali. Setelah 1,5 bulan, bunga biasanya muncul serempak, dan bunga-bunga itu akan bermekaran susul-menyusul sepanjang masa.

Sumber : http://wongaran.wordpress.com/

Senin, 02 Juli 2012

Mengenal Bunga Euphorbia Milli

Bunga Euphorbia milli (Delapan Dewa) ini berasal dari Madagaskar. Sedangkan nama Euphorbia berasal dari seorang dokter raja Juba di kerajaan Mauritania (Afrika Utara) yang bernama Euphorbus.
Menurut etnis Cina, tanaman ini kalau berbunga banyak dan dapat tumbuh besar dan dapat membawa keberuntungan, kesuksesan dan kemakmuran.

Beberapa jenis euphorbia diantaranya adalah :
- God Bless You - Color Burst - Silver Throne - Ace of Heart - Golden Eagle - Chiang Mai - Angel Face - Breathless - First Kiss - Moon Like - Red Devil - Sea Breeze - Red Dragon - Nine Lucks - Faboulus Splash - Forever Garden - Jade Bird - Classic Touch - Great Crown - Dream of Jewel - Chain of Love - Great Prosperity - Give You Luck - Rose of Nothern City.

Lingkungan Tinggal
Di tempat asalnya euphorbia ini tinggal di tanah berbatu dan kering. Iklimnya adalah sub tropis. Jadi bisa dikatakan bahwa lingkungannya cukup ekstrim. Sinar matahari mutlak dibutuhkan, walaupun di tempat asalnya tinggal di antara batu-batuan.

Kalau mau beli euphorbia, yang perlu diperhatikan, belilah euphorbia yang sudah
berbunga. Karena jenis euphorbia akan kelihatan jelas kalau sudah mengeluarkan bunga, tujuannya adalah untuk menghindari penipuan. Kemudian pilih euphorbia yang berdaun besar, karena dari daun yang besar akan berbunga yang besar juga. Tips terakhir, jangan ragu-ragu menanam euphorbia.

Namanya susah sekali di ingat, tapi kalau melihat bentuknya rasanya setiap saat akan diingat. Itulah Euphorbia yang nama ilmiahnya "Euphorbia milii", salah satu jenis bunga gurun yang berbunga sepanjang tahun, tidak mengenal musim baik itu musim hujan ataupun musim kemarau. Itulah yang menyebabkan tanaman yang mempunyai nama lain "Crown of thorn" ini sangat diminati oleh para hobiis Euphorbia. Ajaib memang, bunga/mahkota Euphorbia ini dapat bertahan sampai 4 bulan tidak rontok, bahkan salah satu jenis dengan sebutan "Forever Green" mampu bertahan selama setahun tanpa kerontokan.

Warna bunga Euphorbia pun sangat beragam. Dari beberapa literatur, Euphorbia terdiri dari 82 varietes. Menurut pengamatan, Euphorbia ini terdiri dari warna merah dengan segala corak, orange, pink, putih sampai dengan kuning. Bunganya pun terdiri dari 2 jenis, ada yang besar dan kecil. Saat ini yang lagi banyak diminati jenis dengan bunga yang kecil, itulah yang menyebabkan harga Euphorbia saat ini melambung tinggi, bayangkan saja di salah satu kota di timur Indonesia, harga Euphorbia ini mencapai Rp.300,000/pot untuk Euphorbia yang tingginya 15cm.

Perawatan Euphorbia pun relatif mudah, namun jika ingin memunculkan bunga dengan kompak di setiap ketiak daun sehingga daunnya nyaris tertutup bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut membutuhkan perawatan dan keahlian khusus.

Euphorbia adalah bunga jenis cactus yang tumbuh di daerah Thailand dan memiliki umur bunga yang cukup lama. Bunga ini memiliki bentuk yang unik dan cantik serta memiliki banyak variant, termasuk jenis yang dikembangkan secara lokal. Beberapa jenis memiliki nilai yang sangat mahal karena kelangkaannya dan beberapa memiliki nilai yang standar.

Sumber : http://fianputra.blogspot.com/

Sabtu, 30 Juni 2012

Agar Euphorbia Semarak Berbunga

Bunga-bunga menyelimuti setiap tajuknya. Bentuk bunga unik dan warna ngejreng menambah daya tarik pesonanya. Untuk mendapatkan dompolan bunga euphorbia nan cantik itu ada tekniknya.

Kecantikannya semakin menonjol bila didukung dengan sosok tanaman yang seluruhnya optimal, mulai dari batang kokoh, cabang kompak, dan susunan bunga yang bagus. Wajar bila penampilannya mengundang perhatian, sehingga banyak yang meminatinya.

Apalagi ada kepercayaan, keluarnya bunga dapat menggambarkan nasib dan keberuntungan si pemiliknya. Ingin euphorbia Anda berbunga semarak? Mudah, lakukan 6 P, yaitu pemangkasan, penyiraman, pemupukan, penempatan, penyiangan, dan pengendalian penyakit.

A. Pemangkasan

Pemangkasan dapat dimulai sejak euphorbia dalam masa penyuburan. Tujuannya, untuk membentuk tajuk yang seimbang, sehingga terlihat cantik dan mengurangi penguapan. Patokannya mudah, cabang-cabang yang tepat berada di sisi kiri, kanan, depan, dan belakang sebaiknya dibiarkan, selain itu dibuang saja. Nantinya, tunas baru bermunculan di setiap cabang, sehingga tampak lebih rimbun. Waktu yang pas untuk pemangkasan adalah usai penyuburan dan pembungaan pertama kali. Tepatnya di akhir masa pembungaan pertama. Bunga tua juga harus dipotong untuk memunculkan bunga baru. Bunga mekar selama dua bulan. Setelah itu, warnanya pudar, kusam, dan akhirnya layu.

B. Penyiraman

Agar euphorbia tumbuh prima dan selalu berbunga lebat, sebaiknya deprogram penyuburan-pembungaan-penyuburan-pembungaan, demikian seterusnya. Umumnya, fase penyuburan berlangsung 1-1,5 bulan. Sedangkan pembungaan biasanya berlangsung selama 3-4 bulan. Setelah menjalani masa penyuburan selama 1,5 bulan, sosok euphorbia telah bersalin rupa dengan percabangan banyak dan daun yang rimbun. Itulah saat yang tepat untuk memasuki periode berikutnya, yaitu pembungaan. Saat itu, tanaman membutuhkan air dalam jumlah yang memadai. Penyiraman dapat diberikan setiap hari dengan memakai sprayer atau gembor, agar cipratan air yang keluar halus, sehingga tidak merusak daun dan memuntahkan sebagian media tanamnya.

C. Penempatan

Penyinaran penuh ternyata merangsang euphorbia berbunga lebat. Untuk itulah, sebaiknya letakkan pot euphorbia di tempat terbuka dengan sinar matahari penuh dan sirkulasi udara di sekitarnya bagus. Hasilnya, sejak dipindahkan selama seminggu akan muncul bunga-bunga di sela-sela tajuknya. Sebulan kemudian, bunga-bunganya muncul serempak menyesaki setiap daunnya.

D. Penyiangan

Senantiasa menjaga kebersihan adalah salah satu cara agar euphorbia tumbuh subur dan berbunga lebat. Pasalnya, rumput atau tanaman liar lain yang biasanya tumbuh di media tanam akan menjadi pesaing euphorbia dalam penyerapan hara. Bahkan tanaman itu bisa jadi vector atau tempat bersembunyi hama dan penyakit, seperti serangga atau kutu. Untuk itulah gulma harus dicabut, sementara daun yang rontok sebaiknya segera dibuang.

E. Pemupukan

Agar berbunga lebat, euphorbia membutuhkan unsure hara dalam jumlah memadai. Ketika tanaman dipindahkan ke tempat terbuka, berikan pupuk majemuk dengan kadar N rendah, sementara P dan K tinggi. Merknya bermacam-macam, seperti Growmore, Hyponex atau Gandasil. Dosisnya 1 gram/liter/tanaman. Aplikasi pupuk seminggu sekali dengan cara mengocorkan ke media tanam. Perlakuan ini terus dilakukan seminggu sekali. Tingginya kadar P dan K merangsang euphorbia untuk memunculkan bunga. Baru seminggu disemprot pupuk, tanaman ini pun sudah mulai berbunga. Cara praktis dengan menaburkan pupuk lambat urai (slow release), seperti Dekastar, Magamp, dan Osmocote sebanyak 1-2 sendok makan setiap 3 bulan sekali. Dengan cara ini tanaman dapat menyerap hara setiap saat.

F. Hama dan Penyakit

Euphorbia sebenarnya tanaman hias yang bandel dan relatif jarang terserang hama dan penyakit. Meski demikian, tak ada salahnya Anda waspada dengan kehadiran kutu putih (white flies, mealy bug) dan thrips, karena kehadirannya membuat tanaman ini malas berbunga. Untuk memberantasnya dapat menggunakan insektisida, seperti Metindo, Pegasus, dan Agrimex. Frekuensi dan dosis sesuai petunjuk di labelnya. Penyakit lain yang perlu diwaspadai adalah bakteri Erwinia, penyebab busuk akar yang biasanya muncul di musim hujan. Untuk mencegahnya, lakukan penyemprotan pestisida secara berkala.

Penanaman Tepat Untuk Euphorbia
Kunci keberhasilan merawat euphorbia ada pada media tanam yang baik. Dengan media tanam yang baik, akan membuat tanaman ini tumbuh subur, sehat, akar kuat, batang kokoh, dan rajin berbunga. Untuk itulah, media tanam harus mengandung unsur hara dalam jumlah memadai. Pot sebagai wadah tanam sebaiknya dipilih yang memiliki drainase baik. Setelah itu, baru memahami cara penanaman yang benar. Berikut cara menanam euphorbia dengan benar

* Siapkan pot yang ukurannya sepadan dengan besar-kecilnya euphorbia. Pastikan kondisi pot bersih dan memiliki lubang di bagian dasar untuk membuang kelebihan air.
* Masukkan beberapa potongan styrofoam atau pecahan genting yang jumlahnya asal menutup lubang, karena tujuannya untuk mencegah air tidak menggenang di dasar pot.
* Isi pot dengan formulasi media tanam yang sudah dibuat, jumlahnya kira-kira separuh pot. Taburkan butiran pupuk lambat urai sebanyak setengah sendok makan.
* Ambil bibit euphorbia, lalu bersihkan akar-akarnya. Setelah itu, tanaman siap ditanam.
* Masukkan euphorbia ke media tanam dengan posisi tegak. Pastikan akar menyebar merata dan tidak saling melilit atau menumpuk satu dengan yang lainnya.
* Isi media tanam hingga penuh, lalu siram air sampai media tanam terlihat padat. Letakkan bibit di lokasi teduh dan aman dari gangguan.

Selamat mencoba.



Sumber : http://tabloidgallery.wordpress.com/