Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Sirsak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Sirsak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Sejarah dan Karakter Tanaman Buah Sirsak

Sirsak (Annona Muriata) merupakan tanaman yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini ditanam secara komersial untuk diambil daging buahnya.

Tumbuhan ini dapat tumbuh disembarang tempat, paling banyak ditanam di daerah yang cukup berair. Nama sirsak sendiei berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang berarti kantung yang asam. Tinggi pohon sirsak bisa mencapai 9 meter.

Karakter Tanaman Sirsak
Tanaman sirsak mempunyai bentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 meter, tajuknya cocok dengan model arsitektur Troll, bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk lonjong-bundar telur, berukuran (8-16) sentimeter x (3-7) sentimeter, ujungnya lancip pendek; tangkai daun panjangnya 3-7 milimeter.

Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 sentimeter daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm. Sedangkan daun mahkota ada 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) sentimeter x (2-4) sentimeter; 3 lembar daun mahkota yang lain dalam ukuran (2-4) sentimeter x (1,5-3,5) sentimeter, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 milimeter, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul.

Batang akar buah sirsak berupa akar tunggang. Batang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun. Bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga. Buah berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis. Biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat.

Sumber :
http://buahsuper.blogspot.com/2011/11/sejarah-dan-karakter-tanaman-sirsak.html

Selasa, 16 Juli 2013

Tips Menanam Pohon Buah Sirsak

Buah sirsak kerap juga diberi nama orang nangka belanda, nangka sabrang atau buah mandalika. Hal ini dikarenakan buah sirsak memang bukan hanya buah asli Indonesia. Tanaman sirsak datang dari Hindia barat. Buah sirsak yang sudah masak dimakan di dalam situasi fresh sesudah dikupas terlebih dulu. Tak hanya dari itu, juga banyak dipakai untuk bikin sari buah, dodol serta untuk campuran es sirup. Wujud buah sirsak tidak teratur. Ada yang bulat, ada juga yang lonjong apalagi ada yang bengkok.

Dengan kata lain, wujud buah sirsak dari berupa ginjal hingga berupa layaknya telur saja. Kulit buahnya dilengkapi oleh duri-duri lunak yang hijau warnanya. Pada saat masih muda, buahnya berwarna hijau, sesudah masak warnanya jadi hijau kehitam-hitaman. Daging buahnya berwarna putih serta memiliki kandungan banyak serat. Biji sirsak berwarna hitam, memiliki bentuk agak lonjong serta pipih. Di dalam tiap-tiap buah ada biji yang cukup banyak.

Pohon sirsak memiliki percabangan batang yang rendah. Tinggi pohonnya pada 3 hingga 8 mtr. Daunnya memanjang dengan wujud lanset atau bulat telur terbalik. Bunganya berdiri dengan sendiri berhadapan dengan daun. Wujud bunga layaknya kerucut. Warnanya kuning muda. Basic bunga cekung, benang sarinya cukup banyak, demikian juga akan buahnya.

Menanam tanaman sirsak mempergunakan bijinya. Bisa juga lewat cara tempelan atau okulasi. Musim berbuah tanaman buah sirsak yaitu pada bulan januari serta februari tiap-tiap tahunnya. Sebulan sebelum saat penanaman, lubang tempat penanaman harus sudah disiapkan. Persiapan dikerjakan dengan jarak 6 mtr. Cara menanam buah sirsak sama juga lewat cara menanam tanaman buah-buahan yang lain. Demikianlah juga cara pemeliharaan pohon setelah itu.

Budidaya pohon sirsak baru bisa dipetik buahnya sesudah berusia 3 tahun atau lebih. Sirsak memerlukan periode perkembangan untuk membentuk dedaunan. Tajuk pohon akan terbentuk sepanjang kurang lebih 2 tahun. Periode peralihan dari periode perkembangan ke periode berbuah membutuhkan periode waktu kurang lebih 1 tahun. Buah yang terbentuk sebelum saat pohon berusia 3 tahun, umumnya rontok, terlebih bila mengalami kekurangan air pada saat musim kemarau. Kemungkinan buahnya rontok ini bisa dicegah dengan cara mengairi tanah hingga lebih kurang pohon sirsak cukup lembab.

Namun rontoknya bunga serta buah bisa juga dikarenakan oleh perihal yang lain. Misalnya perimbangan pada penggunaan zat pati untuk perkembangan, daun-daunnya serta penimbunan zat pati di dalam akan buah pada saat peralihan itu belum seimbang. Buah yang telah terbentuk, kerap tidak lantas, tumbuh lanjut dikarenakan tidak terima penyaluran bahan makanan yang dapat ditimbunnya dengan lumrah. Buah yang tidak bisa tumbuh dengan lumrah itu, rontok dengan sendirinya. Untuk menangani perihal yang demikian itu, pohon Sirsak mesti diberi pupuk sebagai penambah bahan makanan pada saat peralihan itu. Pemupukan terus diberikan hingga memasuki periode berbunga serta berbuah. Tambah baik lagi bila pemupukan itu dikerjakan sebelum saat ada bunga atau buah yang rontok. Pemberian pupuk dikerjakan dengan teratur sekali 1 tahun, gunakan pupuk kandang secukupnya.

Sumber :
http://ragambudidaya.blogspot.com/2013/01/tips-menanam-pohon-sirsak.html