Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Manggis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Manggis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Peluang Budidaya Buah Manggis Monokultur

Sebagai buah tropis paling eksotis yang digemari masyarakat sub tropis, dengan cepat budidaya manggis berkembang di luar kawasan habitat aslinya. Manggis yang asli Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Maluku itu, dengan cepat dibudidayakan Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Filipina, Srilanka dan India. Belakangan manggis juga berkembang di Australia Tropis, Amerika Latin, Amerika Tengah, Florida, Hawaii dan juga di Afrika Tropis. Di Asia Tenggara sendiri, Indonesia ketinggalan jauh dibanding dengan Malaysia, Thailand dan Vietnam dalam membudidayakan manggis secara monokultur (hanya manggis saja). Meskipun Thailand sebenarnya mulai membudidayakan manggis dengan serius secara tidak sengaja.

Tahun 1980an, masyarakat sub tropis mulai tertarik terhadap manggis. Terutama, MEE, Korea dan Jepang. Hingga harga manggis di pasar internasional mendadak naik tajam. Secara kebetulan pula, durian monthong yang dibudidayakan secara monokultur di Thailand banyak yang terserang hama penggerek batang, yang belanjut ke infeksi sekunder oleh phytoptora. Petani durian Thailand lalu menanam manggis di bekas tanaman durian yang mati tadi. Karena harga manggis semakin membaik, bahkan lebih tinggi dibanding durian, maka makin banyak petani yang menanam manggis di sela-sela durian. Akhirnya, petani Thailand berani menanam manggis secara monokultur.

Malaysia, Vietnam, India dan Australia juga mengikuti jejak Thailand, membudidayakan manggis secara monokultur. Sementara negara-negara di kawasan tropis di Amerika dan Afrika juga mengembangkan komoditas ini dengan cukup intensif. Indonesia, justru masih mengandalkan tanaman manggis di kebun rakyat. Populasi tanaman manggis rakyat memang cukup banyak. Namun tempatnya terpencar-pencar dan sama sekali tidak terawat dengan baik. Dengan tanaman seperti itu pun, kita sudah bisa ekspor. Apalagi kalau kita kembangkan kebun manggis monokultur secara intensif. Namun sampai dengan saat ini, kita masih lebih banyak berdebat tentang mana yang lebih unggul. Benih sambungan (okulasi), atau asal biji.

Manggis (Garcinia mangostana), adalah tumbuhan dengan sifat ultra-tropical. Tumbuhan dengan sifat ini, mutlak memerlukan suhu udara hangat, dengan curah hujan dan tingkat kelembapan udara tinggi. Dari berbagai penelitian, manggis akan mati dalam suhu udara di bawah 4 oC. Di persemaian, manggis bahkan sudah tidak tahanlagi pada suhu 7 oC. Sebaliknya, pada suhu udara 37 oC, manggis juga tidak bisa tahan hidup. Karakter tanaman manggis yang ultra-tropical mengakibatkannya tidak mungkin dikembangkan di kawasan sub tropis dan gurun. Beda dengan mangga, yang mampu beradaptasi dengan kawasan gurun (Meksiko, Mesir) dan kawasan sub tropis (Australia).

Ada perbedaan pendapat antara para ahli, apakah manggis terdiri dari beberapa varietas atau merupakan varietas tunggal. Di kepulauan Sulu misalnya, diketemukan manggis dengan ukuran buah lebih besar, kulit buah lebih tebal dan buah berasa masam. Di Serawak, diketemukan manggis dengan segmen buah selalu empat, sementara di Semenanjung Malaysia, diketahui ada tanaman yang buahnya selalu tanpa biji (seedless). Ini semua menjadi alasan bagi beberapa ahli untuk mengklaim bahwa ada varian pada spesies manggis. Sebaliknya para ahli lain menolak klaim ini, dengan alasan bahwa biji manggis bukanlah biji hasil persarian (generatif), melainkan biji vegetatif.

Yang disebut biji vegetatif, sebenarnya adalah “embrio”. Karenanya, biji manggis tidak memiliki waktu dorman (istirahat). Kalau biji sudah dikeluarkan dari daging buah, maka daya kecambahnya hanya akan bertahan selama lima hari. Kalau masih berada dalam buah, biji manggis mampu bertahan antara tiga sampai dengan lima minggu. Hingga biji yang sudah dibersihkan dari sisa daging buah, harus segera disemaikan. Dalam satu buah manggis, paling banyak hanya akan ada dua biji yang layak semai. Selebihnya, segmen buah itu sama sekali tidak berbiji, atau berbiji tetapi tidak tumbuh sempurna. Hanya biji sempurnalah yang layak semai. Daya tumbuh biji manggis juga sangat rendah, yakni hanya sekitar 25% dari total biji yang disemai.

Karena bukan hasil persarian atau biji generatif, maka pertumbuhan tunas dan akar manggis sangat unik. Biji tumbuhan pada umumnya, baik yang dikotil maupun monokotil, selalu dilengkapi dengan keping biji dan lembaga. Keping biji tumbuhan dikotil, akan langsung menjadi daun perdana. Sementara lembaganya sudah dilengkapi dengan bakal batang, akar dan daun. Biji manggis adalah hipokotil dan tidak berlembaga. Tunas pucuk akan tumbuh pada salah satu ujung biji, sementara akar perdana akan tumbuh pada ujung lainnya. Namun akar perdana ini akan segera mati, dan digantikan oleh akar yang tumbuh pada pangkal tunas. Selanjutnya, tanaman manggis akan tumbuh normal, namun dengan tingkat pertumbuhan akar yang sangat lamban.

Pertumbuhan akar yang sangat lamban, telah menjadi kendala tersendiri bagi budidaya manggis secara monokultur, dengan skala komersial. Sebab tanaman manggis asal biji, baru akan berbuah setelah umur di atas 10 tahun. Di alam, tanaman manggis malahan baru bisa mulai berbuah pada umur 15 tahun. Upaya menyambung manggis secara grafting dengan batang bawah spesies Garcinia lainnya, tidak pernah berhasil dengan baik, sebab sambungan tidak “kompatibel”. Menyambung dengan pohon pangkal sesama manggis, bisa kompatibel, namun tetap tidak mampu mamacu pertumbuhan. Malahan tanaman manggis akan menjadi kerdil. Kalau tanaman manggis asal biji umur 5 tahun sudah bisa mencapai ketinggian 10 m, manggis sambungan baru 3 m.

Kendala pertumbuhan manggis sambungan yang lamban ini, bisa diatasi dengan penanaman jarak rapat. Sebab pada umur tanaman 3 tahun, manggis sambungan sudah mampu berbuah. Dengan penanaman jarak rapat, produktivitas tanaman per satuan luas, tetap akan sama tinggi, dibanding dengan areal sama dengan tanaman asal biji. Kelebihan kebun manggis monokultur dengan benih sambungan adalah, penanganannya mudak karena tanamannya pendek-pendek. Kendalanya adalah, tetap ada kesulitan untuk menghasilkan benih manggis sambungan secara massal. Sebab sambung pucuk dengan batang bawah sesama manggis, meskipun secara teknis sudah berhasil dilakukan, aplikasinya di lapangan tetap masih terkendala.

Beberapa petani Thailand, Australia, Indonesia, negara-negara Amerika dan Afrika Tropis, kemudian mencoba menanam manggis secara massal dengan biji yang ditanam langsung di lapangan. Namun sebelumnya, para petani ini telah menanam pohon pelindung. Dengan cara penanaman biji langsung di lapangan, maka tidak akan terjadi stagnasi pertumbuhan akibat pemindahan dari polybag tempat penyemaian, ke lokasi penanaman. Setelah tanaman tumbuh, dilakukan pemupukan dan pengairan intensif. Dengan pola penanaman demikian, pada umur lima tahun sejak penyemaian, tanaman sudah mampu berbuah, dengan ketinggian dan tajuk normal. Cara inilah yang kemudian paling banyak dilakukan oleh para petani manggis di banyak negara.

Di Florida, AS, petani mencoba inovasi baru bukan dengan sambung pucuk, melainkan sambung akar antara benih manggis biasa (Garcinia mangostana), dengan Garcinia xanthochymus. Caranya, mereka menyemai biji manggis biasa dan biji Garcinia xanthochymus, secara bersamaan. Penyambungan dilakukan dengan teknik penyusuan pada pangkal batang, sekitar 10 cm di bawah permukaan media. Setelah sambungan menempel, batang Garcinia xanthochymus, dipotong. Benih manggis tersebut lalu punya dua “kaki”. Meskipun pertumbuhan akar Garcinia xanthochymus, juga sangat lamban, namun dengan dua kaki tersebut pertumbuhan manggis selanjutnya akan lebih pesat dibandingkan dengan benih biji yang tanpa sambungan.

Tahun ini, hasil panen manggis melimpah luarbiasa. Biasanya manggis tidak terlalu dominan di kakilima DKI Jakarta. Namun tahun ini di mana-mana kita melihat untaian manggis atau onggokan dalam net plastik @ 1 kg. Harga manggis kemasan di kakilima ini, masih Rp 5.000,- per ikat/kantung. Isinya antara 7 sd. 10 butir per kemasan. Di toko buah dan pasar swalayan, harga manggis kiloan masih berkisar antara Rp 6.000,- sd. Rp 10.000,- per kg. tergantung kualitasnya. Dengan panen yang demikian melimpah,tentu banyak buah yang tak layak makan, namun masih layak untuk diambil bijinya guna dijadikan benih. Istilah di kalangan penangkar, benih demikian disebut sebagai “benih sapuan”. Kualitas benih sapuan, tentu tidak sebaik benih dari buah kualitas baik.

Sebenarnya, ada cara lain untuk memproduksi benih dengan cara lebih profesional, tetapi juga dengan biaya lebih murah. Caranya dengan mendatangi sentra-sentra manggis, kemudian memborong buah di sentra tersebut. Meskipun kita tidak mungkin membeli buah yang masih ada di pohon secara langsung dari petani. Sebab di sentra manggis tersebut, semua pohon manggis sudah dikuasai oleh tengkulak. Berhubungan dengan tengkulak di sentra manggis pun, masih mampu memperoleh harga jauh di bawah harga di Pasar IndukKramat Jati, jakarta. Dipotong biaya angkut, dan lain-lain, jatuhnya harga per kg. manggis hanya sekitar Rp 2.000,- sd. Rp 3.000,- per kg. Kalau tiap kg. manggis isi 7 – 10 butir buah dan tiap buah rata-rata ada dua biji layak semai, maka nilai biji manggis itu rata-rata Rp 150,- per butir.

Nilai biji tersebut, masih belum memperhitungkan biaya pengupasan, namun juga tanpa memberi nilai pada daging buah. Buah manggis tidak mungkin dijual setelah dikupas. Padahal tidak mungkin memaksa para pengupas manggis, untuk memakan habis semua daging buah yang dikupasnya. Solusinya, daging buah itu dijadikan jus atau diperas untuk diambil airnya, hingga menjadi sirup manggis. Kandungan daging buah manggis per 100 gram adalah karbohidrat 6-20 g, lemak 0.1-1 g, protein 0.6 g, serat 5.0-5.1 g, abu 0.2-0.23 g, kalsium 7-11 mg, fosfor 4-17 mg, potassium 19 mg, zat besi 0.2-1 mg, vitamin A 14 IU, vitamin B1 0.03 mg, vitamin B2 0.03 mg, niacin 0.3 mg, vitamin C 4.2-66 mg, thiamine 0.03 mg, asam ascorbic 1.0-2.0 mg.

Sumber :
http://foragri.wordpress.com/2011/05/02/peluang-budidaya-manggis-monokultur/

Rabu, 20 Februari 2013

Budidaya Tanaman Buah Manggis

Buah manggis selain rasanya segar juga manis. Buah manggis juga bermanfaat, terutama bagian kulitnya untuk kesehatan. Selain itu juga dapat menambah ketahanan ekonomi keluarga, untuk itu perlu dibudidayakan. Berikut ini adalah artikel tentang Budidaya Tanaman Manggis.

1. SEJARAH SINGKAT
Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yg berasal dari hutan tropis yg teduh di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Dari Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah & daerah tropis lainnya seperti Srilanka, Malagasi, Karibia, Hawaii & Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat), Manggus (Lampung), Manggusto (Sulawesi Utara), Manggista (Sumatera Barat).

2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut:
- Divisi : Spermatophyta
- Sub divisi : Angiospermae
- Kelas : Dicotyledonae
- Keluarga : Guttiferae
- Genus : Garcinia
- Spesies : Garcinia mangostana L

Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis, yaitu:
1. Kelompok besar:
panjang daun>20 cm; lebar>10 cm; ketebalan kulit buah>9 mm; diameter buah>6,5 cm; berat buah>140 gram; buah tiap tandan 1 butir.
2. Kelompok sedang:
panjang daun 17-20 cm; lebar 8,5-10 cm; ketebalan kulit buah 6-9 mm; diameter buah 5,5-6,5 cm; berat buah 70-140 gram; buah tiap tandan 1-2 butir.
3. Kelompok kecil:
panjang daun<17 data-blogger-escaped-berat="" data-blogger-escaped-buah="" data-blogger-escaped-cm="" data-blogger-escaped-diameter="" data-blogger-escaped-gram="" data-blogger-escaped-ketebalan="" data-blogger-escaped-kulit="" data-blogger-escaped-lebar="" data-blogger-escaped-mm="" data-blogger-escaped-tandan="" data-blogger-escaped-tiap="">2 butir. Klon yg dikembangkan adalah MBS1, MBS2, MBS3, MBS4, MBS5, MBS6 & MBS 7.

3. MANFAAT TANAMAN
Buah manggis dapat disajikan dlm bentuk segar, sebagai buah kaleng, dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan, wasir & luka. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk utk tekstil & air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.

4. SENTRA PENANAMAN
Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Barat (Jasinga, Ciamis, Wanayasa), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jawa Timur & Sulawesi Utara.

5. SYARAT TUMBUH

5.1. Iklim
- Dalam budidaya manggis, angin berperan dlm penyerbukan bunga utk tumbuhnya buah. Angin yg baik tidak terlalu kencang.
- Daerah yg cocok utk budidaya manggis adalah daerah yg memiliki curah hujan tahunan 1.500–2.500 mm/tahun & merata sepanjang tahun.
- Temperatur udara yg ideal berada pada kisaran 22-32°C.

5.2. Media Tanam
- Tanah yg paling baik utk budidaya manggis adalah tanah yg subur, gembur, mengandung bahan organik.
- Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal utk budidaya manggis adalah 5–7.
- Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik & tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m

5.3. Ketinggian Tempat
Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.000 m dpl. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan
Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk & susuan. Pohon yg ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yg ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.

1) Persyaratan Benih
- Perbanyakan dengan biji utk batang bawah Biji yg akan dijadikan benih diambil dari buah tua yg berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yg berbiji, tidak rusak, beratnya minimal satu gram & daya kecambah sedikitnya 75%. Buah diambil dari pohon yg berumur sedikitnya 10 tahun.
- Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah & pucuk (entres) yg sehat. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm & kulitnya berwarna hijau kecoklatan.

2) Penyiapan Benih
- Perbanyakan dengan biji utk batang bawah utk menghilangkan daging buah, rendam buah dlm air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir & jamur terbuang. Biji akan mengelupas dengan sendirinya & biji dicuci sampai bersih. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.
- Pucuk utk sambungan berupa pucuk (satu buku) yg masih berdaun muda berasal dari pohon induk yg unggul & sehat. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah & pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm utk lebih memacu pertumbuhan.

3) Teknik Penyemaian Benih
1. Perbanyakan dengan biji dlm bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tanah diolah kedalam 30 cm, kemudian campurkan pasir, tanah & bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm & sisi Barat 10-125 cm. Benih ditanam di dlm lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm & jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0,5-1,0 cm. Tutup benih dengan tanah & selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian disiram 1-2 kali sehari, diberi pupuk urea & SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Setelah berumur 1 tahun, bibit dipindahkan ke dlm polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah & kompos/pupuk kandang (1:1). Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun & siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.

2. Penyemaian & pembibitan di dlm polybag berukuran 20 x 30 cm. Satu/dua benih disemai di dlm polybag 20 x 30 cm yg dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0.5-1.0 cm. Media tanam berupa campuran tanah halus, kompos/pupuk kandang halus & pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yg sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. Persemaian disiram 1-2 hari sekali & diberi urea & SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun & siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.

3. Perbanyakan dengan penyambungan pucuk : Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut:
- Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm.
- Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.
- Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dlm celah batang bawah.
- Balut bidang pertautan batang bawah & atas dengan tali rafia. Pembalutan dimulai dari atas, lalu ikat ujung balutan dengan kuat.
- Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan & simpan di tempat teduh. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka & bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun.
- Selama penyambungan siram bibit secara rutin & siangi gulma.

4. Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut:
- Pilih pohon induk yg produktif sebagai batang atas.
- Siapkan batang bawah di dlm polibag & letakan di atas tempat yg lebih tinggi daripada pohon induk.
- Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk utk bahan cabang atas. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.
- Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.
- Sayat pula cabang entres dengan cara yg sama.
- Satukan bidang sayatan kedua batang & balut dengan tali rafia.
- Biarkan bibit susuan selama 5 - 6 bulan.
- Pelihara pohon induk & batang bawah di dlm polibag dengan intensif.
- Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) & ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali.
- Bibit susuan yg baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan.

6.2. Pengolahan Media Tanam
1. Persiapan : Penetapan areal utk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi & sumber air.
2. Pembukaan Lahan
- Membongkar tanaman yg tidak diperlukan & mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar & perdu dari areal tanam.
- Membajak tanah utk menghilangkan bongkahan tanah yg terlalu besar.
3. Pengaturan Jarak Tanam : Pada tanah yg kurang subur, jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur, jarak tanam lebih renggang. Jarak tanam standar adalah 10 m & diatur dengan cara:
- segi tiga sama kaki.
- diagonal.
- bujur sangkar (segi empat).
4. Pemupukan : Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yg beririgasi sepanjang tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA, 250 gram SP-36 & 200 gram KCl ke dlm lubang tanam & tutup dengan tanah.

6.3. Teknik Penanaman
1) Pembuatan Lubang Tanam
Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm & tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm & tempatkan tanah galian di sisi lain. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dlm (galian ke dua) & masukkan kembali lapisan tanah atas yg telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. utk lahan berlereng perlu dibuat teras, tanggul & saluran drainase utk mencegah erosi.
2) Cara Penanaman
Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. Cara menanam bibit yg benar adalah sebagai berikut:
- Siram bibit di dlm polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.
- Buang sebagian akar yg terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.
- Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam, timbun dengan tanah sampai batas akar & padatkan tanah perlahan-lahan.
- Siram sampai tanah cukup lembab.
- Beri naungan yg terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya, pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pohon pelindung harus bersifat alami & mengubah iklim mikro, misalnya tanaman Albisia & Lamtoro.

6.4. Pemeliharaan Tanaman
1) Penyiangan

Lakukan penyiangan secara kontinyu & sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan & penggemburanyaitu dua kali dlm setahun.
2) Perempalan/Pemangkasan
Ranting-ranting yg tumbuh kembar & sudah tidak berbuah perlu dipangkas utk mencegah serangan hama & penyakit. Gunakan gunting pangkas yg bersih & tajam utk menghindari infeksi & lapisi bekas pangkasan dengan ter.
3) Pemupukan
Jenis & dosis pemupukan anjuran adalah:
- Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.
- Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea, 650-700 gram SP-36 & 900-1000 gram KCl (3:1:2) yg diberikan dlm dua sampai tiga kali.
- Pohon berumur 4 tahun & seterusnya dipupuk campuran urea, SP-36 & KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Pupuk ditaburkan di dlm larikan/di dlm lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. dlm larikan & lubang sekitar 10-20 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.

4) Pengairan & Penyiraman
Tanaman yg berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yg cukup & terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Sedangkan pada pohon manggis yg berumur lebih dari lima tahun, frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.
5) Pemberian Mulsa
Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yg masih kecil utk menekan gulma, menjaga kelembaban & aerasi & mengurangi penguapan air.

7. HAMA & PENYAKIT

7.1. Hama
Ulat bulu
- Hama ini melubangi daun.
- Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan & pemeliharaan tanaman yg baik; (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

7.2. Penyakit
1. Bercak daun
Penyebab: jamur Pestalotia sp., Gloesporium sp. & Helminthosporium sp.
Gejala: bercak pada daun yg tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.), coklat (Helminthosporium sp.) & hitam pada sisi atas & bawah daun (Gloesporium sp.).
Pengendalian: mengurangi kelembaban yg berasal dari tanaman pelindung, memotong bagian yg terserang & menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.1-0.2 %.

2. Jamur upas
Penyebab: Corticium salmonicolor Berk.et Br.
Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering.
Pengendalian: memotong cabang/ranting, mengerok kulit & kayu yg terserang parah & mengolesi bagian yg dipotong dengan cat, atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0.2 %.

3. Hawar benang
Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.
Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang & ranting membentuk benang putih yg dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.
Pengendalian: menjaga kebersihan & memangkas daun yg terserang.

4. Kanker batang
Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis.
Gejala: warna kulit batang & cabang berubah & mengeluarkan getah.
Pengendalian:
- perbaikan drainase, menjaga kebersihan kebun, pemotongan tanaman yg sakit;
- penyemprotan fungisida Benlate utk kanker batang, Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.

5. Hawar rambut
Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.
Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

6. Busuk buah
Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.
Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah & meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.
Pengendalian: sama dengan kanker batang.

7. Busuk akar
Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.
Gejala: akar busuk & berwarna coklat.
Pengendalian: sama dengan kanker batang

8. PANEN

8.1. Ciri & Umur Panen
Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu & daya simpan manggis. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Umur panen & ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini :
Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu; berat 80-130 gram; diameter 55-60 mm.
Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%; berat 80-130 gram; diameter 55- 60 mm.
Panen 114 hari: warna kulit ungu merah; berat 80-130 gram; diameter 55-65 mm.
Untuk konsumsi lokal, buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan utk ekspor pada umur 104-108 SBM.

8.2. Cara Panen
Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. utk mencapai buah di tempat yg tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yg dilengkapi pisau & keranjang di ujungnya. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yg umurnya dapat lebih dari 25 tahun.

8.3. Periode Panen
Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.

8.4. Perkiraan Produksi
Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon, kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Pada puncak produksi, tanaman yg dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200.000 butir atau sekitar 20 ton buah

9. PASCAPANEN
Pengumpulan : Buah dikumpulkan di dlm wadah & ditempatkan di lokasi yg teduh & nyaman.
Penyortiran & Penggolongan : Tempatkan buah yg baik dengan yg rusak & yg busuk dlm wadah yg berbeda. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar, sedang & kecil.
Penyimpanan : Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.

Demikin artikel Teknik Cara Budidaya Tanaman Manggis, semoga bermanfaat.

Sumber :
http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/budidaya-tanaman-manggis.html

Senin, 18 Februari 2013

Teknik Budidaya Tanaman Buah Manggis

Asal dari kepulauan Malaya termasuk keluarga Guttiferae. Beberapa species membentuk buah yang dapat dimakan, tetapi tidak seenak buah manggis. Kecuali buah, bagian tanaman lain juga sangat bermanfaat seperti misalnya kulit buah, kulit kayu, akar dan lain bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai obat seperti diare, obat cacing, tumor pada rongga mulut. Kulit buah manggis juga merupakan komoditas ekspor dari Singapura ke Cina.

DESKRIPSI
• Tinggi tanaman 10-25 m. Mahkota bunga ada yang bulat, ada yang seperti piramid kompak meruncing keatas. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat benar-benar efektif.

Syarat Tumbuh
• Tumbuh baik di daerah yang suhunya tinggi, lembab, curah hujan tinggi merata sepanjang tahun. Tidak tahan pada angin laut. Suhu optimum untuk pertumbuhannya berkisar antara 220-230C. Tanaman muda membutuhkan naungan yang rimbun baik di dataran rendah sampai ketinggian 800 m dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Manggis ini sangat baik tumbuh pada tanah yang kaya akan bahan organik dengan aerasi yang cukup baik. Umumnya tumbuh di dataran rendah terutama di pulau Jawa terdapat di selatan Jawa Barat, bagian utara Jawa Barat sekitar Serang, Tangerang, Cibinong, Purwakarta dan Subang, bagian selatan DKI Jakarta, Jawa Tengah sekitar Bumiayu, Kebumen, sebelah selatan Batang, Kendal dan Ungaran. Di Jawa Timur manggis dapat dikembangkan di daerah basah sekitar G. Semeru ke barat sampai lereng G. Kawi dan ke timur sampai lereng G. Lamongan, sekitar Pacitan-Blitar dan lereng selatan G. Raung.

Perbanyakan

• Perbanyakan dengan bijiManggis dapat diperbanyak dengan biji tapi bukan merupakan perbanyakan secara generatif, karena biji manggis terbentuk secara apomiktis. Biji mempunyai viabilitas yang rendah dan cepat mengalami kemunduran. Biji harus segera dikecambahkan segera setelah diambil (dikeluarkan) dari buah. Apabila tetap berada dalam buah, biji manggis tetap bertahan viabilitasnya selama 3-5 minggu. Makin besar bijinya makin baik pertumbuhan tunasnya.

• Perbanyakan secara vegetatif
Perbanyakan tanaman manggis secara vegetatif dapat berupa setek, cangkok,penempelan, penyambungan dan penyusuan. Cara yang paling berhasil dilakukan dengan cara penyambungan, yaitu sambung pucuk. Cara ini lebih hemat dalam menggunakan cabang entris (batang atas). Sebagai entris digunakan tunas ujung yang masih muda daunnya tetapi telah cukup keras. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai yang sudah berumur 2 tahun atau yang diameter batangnya kurang lebih 0,5 cm, mempunyai kulit batang berwarna hijau. Metode penyambungan celah lebih banyak berhasil daripada metode sisi.

Pembibitan
• Pembibitan perlu dipilih lokasi yang cocok, yaitu teduh dan tidak jauh dari sumber air. Tanah untuk pesemaian diolah cukup dalam, dan dibuat bedengan selebar 1,2 m, tinggi bedengan kira-kira 30 cm. Diantara bedengan dibuat selokan pembuangan air. Tanah diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg/m3 apabila biji akan disemai dalam kantong plastik maka media yang baik adalah campuran tanah kebun, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan bagian 1:1:1. Apabila biji disemaikan dalam bedengan, maka biji ditanam pada jarak tanam 40 cm x 30 cm , sedalam 0,5 - 1,0 cm. Pesemaian yang menggunakan kantong plastik, cukup menanam 1 biji dalam 1 kantong plastik. Mulai umur 1 bulan, bibit perlu mendapat pupuk. Setiap bibit diberi 2-3 gram campuran urea dan TSP. Pemberian pupuk diulang sebulan sekali.

Pemeliharaan Tanaman
• Untuk pertumbuhan vegetatif yang baik, satu bulan setelah tanam diberi 100-200 g urea/pohon. Pemberian diulang setiap 6 bulan sekali ditambah 20-30 kg pupuk kandang. Untuk membantu mempertahankan kesehatan tanaman apabila berbuah nanti, maka untuk bibit sambungan mulai umur 4 tahun diberi pupuk NPK, sebanyak 0,5 kg/pohon. Pemberian pupuk NPK juga diulangi setiap 6 bulan sekali, setelah pohon dewasa perlu diberikan pupuk lebih banyak (3,5kg/pohon).

Panen

• Saat panen yang baik apabila kira-kira 25% dari permukaan kulit buah sudah berwarna ungu. Pemetikan buah dilakukan dengan mengikutsertakan tangkai buah, supaya dapat bertahan lebih lama.

• Buah yang baik kemudian dikelompokkan atas dasar ukuran buah yaitu :
o Mutu super yaitu diameter buah 6,5 cm
o Mutu I yaitu diameter buah 5,5-6,5 cm
o Mutu II yaitu diameter buah 5,5 cm

• Untuk perdagangan internasional, mutu buah ditentukan oleh beratnya. Pasar Malaysia dan Hongkong menghendaki berat minimum buah 65 gr sedangkan pasaran Jepang minimum 80 gr. Buah manggis yang dipetik dengan mengikutsertakan tangkainya, pada suhu kamar, buah yang sehat dapat tetap baik sampai 2-3 minggu setelah panen. Penyimpanan pada suhu 4-60C dapat mempertahankan kualitas buah sampai 49 hari. Pada suhu penyimpanan 9-120C, buah dapat bertahan 33 hari.

Sumber :
http://tipspetani.blogspot.com/2011/02/teknik-budidaya-tanaman-buah-manggis.html

Kamis, 24 Januari 2013

Teknis Budidaya Buah Manggis

Asal-usul tanaman mangis
Tanaman manggis berasal dari daerah semenanjung Malaysia. Pusat sumber plasma nutfah di Kalimantan timur dan Malaysia. Daerah persebarannya Myanmar, kamboja, Thailand dan Filipina.

Manggis
Nama Latin: Garcinia Mangostana L
Famili: Guttiferae

Sifat Botani
Manggis merupakan pohon hutan. Sosoknya tidak terlalu tinggi, sekitar 20 m. Mahkota daun tampak indah menyerupai setengah kerucut. Daunnya lebar dan tebal. Batang dan cabangnya umumnya tidak rata, tetapi banyak benjolan. Bunganya besar, kelopaknya tebal berwarna hijau terdiri dari 4 helai. Putiknya bercabang 4-8 yang tetap melekat pada ujung buah. Buah yang telah matang berwatna merah kecoklatan dengan bekas kepala putik, tetapi yang menjadi biji umumnya hanya 1-3 buah saja.
Setiap biji dibalut dengan daging buah yang merupakan arilod berwarna putih bersih yang segar rasanya. Setiap biji yang besar mempunyai ruas-ruas yang masing-masing mempunyai potensi untuk tumbuh.

Biji apomiksis tersebut dapat terjadi dari tiga macam sel yakni:
1).Sel telur haploid yang melipatkan diri menjadi diploid atau sel telur yang sudah diploid karena induknya tetraploid atau sel telur diploid yang melipatkan diri menjadi tetraploid.
2).Sel polar (sel fusi) yang diploid atau tetraploid tergantung induknya.
3).Sel integumentum yang membungkus biji yang bersifat diploid atau tetraploid tergantung induknya.

Kegunaan Manggis
Kayu pohon manggis tidak biasa digunakan sebagai bahan bangunan. Namun, kulitnya dapat digunakan untuk ramuan obat tradisional penyakit perut. Kulit buahnya mengandung zat kimia yang bersifat antibiotic dan dapat pula digunakan sebagai bahan membuat cat antikarat. Tumbukan kulit buah manggis bila dioleskan pada tangkai manggar (Seludang) dapat merangsang keluarnya cairan nira lebih banyak pada penyadapan kelapa, sedangkan buah manggis merupakan buah yang sangat lezat sekali untuk dikonsumsi.

Agroekologi Tanaman Manggis
Tanaman manggis dapat hidup pada dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl yang mempunyai iklim basah. Curah hujan antara 1.500-3.000 mm pertahun dan merata sepanjang tahun. Suhu udara rata-rata 20-30 derajat celcius, Ph tanah 5-7, tetapi lebih toleran pada Ph Rendah di lahan gambut. Daunnya peka sekali terhadap pancaran sinar matahari langsung. Di daerah yang iklimnya agak lembab sampai agak kering , tanaman manggis masih mampu hidup, asalkan air tanahnya agak dangkal untuk di iklim basah. Bibit yang baru dipindahkan di kebun harus diberi naungan, jika tidak hidupnya akan merana dan daunnya akan terbakar.

Perbanyakan Tanaman
Tanaman yang diperbanyak dengan biji umumnya mulai berbuah pada umur sekitar 8-15 tahun. Perbanyakan yang dianjurkan dengan enten (sambung pucuk) dan penyusuan (perbanyak vegetative). Sebagai batang bawah dilakukan semai biji manggis yang telah berumur 1-2 tahun. Sebagai batang atas digunakan pucuk tunas samping yang daunnya mulai menua. Bibit vegetative bukan dari biji, mulai berbuah umur 5-6 tahun.
Perbanyak tanaman dengan okulasi tidak dianjurkan karena tingkat keberhasilannya sangat kecil dan hasilnya rendah sekali. Perbanyak dengan kultur jaringan dari potongan biji mempunyai harapan yang baik.

Varietas Unggul Manggis
Varietas unggul manggis yang telah dilepas adalah kaligesing (purworejo). Namun karena manggis dianggap monoclonal maka pelepasan varietas unggul local yang lain masih perlu pertimbangan yang matang.

Budidaya Tanaman Manggis
Ditanam menjelang musim hujan pada lubang ukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm . Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 20 kg per lubang. Bibit yang tumbuh condong perlu diberi tongkat penegak, sedangkan bibit yang baru dipindah perlu diberi naungan dengan daun kelapa atau jerami. Pupuk buatan 60 gram + 50 gram TSP + 25 gram KCl per pohon diberikan 4 kali dengan selang 3 bulan sekali pada tahun pertama.

Hama dan Penyakit
Hama yang sering muncul adalah ulat berbulu yang menyerang daun yang masih muda. Serangga pengisap Helopelthis antonii sering menusuk buah yang masih muda sehingga menyebabkan keluarnya getah kuning pada kulit buah dan bagian dalam buah. Penyakit yang biasa timbul ialah hawar daun atau daun kering kecoklatan yang disebabkan cendawan Pellicularia koleroga dan kanker batang oleh cendawa Zignoela Garcinae yang mengakibatkan batang pohon berbenjol-benjol. Semprotan insektisida Bayrusil 0,2 % dapat mencegah serangan ulat dan serangga pengisap.

Panen dan Hasil Panen
Buah mangga dipetik setelah berwarna merah kehitaman, kira-kira nerumur 120 hari setelah bunga mekar setelah 25 hari sejak munculnya bunga sebesar kelereng. Buah harus dipanen satu persatu dengan memotong tangkainya karena matangnya tidak bersamaan.

Manggis yang telah dipanen harus diangkut hati-hati , tidak boleh jatuh atau berbenturan karena dapat menimbulkan memar dan warna coklat pada buah. Buah dipilih, buah yang kotor atau buah yang berukuran kecil disingkirkan. Buah yang memenuhi standar kelas super beratnya 6-8 buah per kilogram.

Sumber :
http://budidayanews.blogspot.com/2011/04/teknis-budidaya-buah-manggis.html