Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Mangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budidaya Buah Mangga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2013

Teknik Menanam Buah Mangga Di Pot

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) mangga termasuk eksklusif, karena relatif sulit dibuahkan. “Tak semua hobiis bisa melakukannya”. Oleh karena itu ia menjadi tabulampot kebanggaan.

Varietas
Hampir semua varietas dapat dibuahkan dalam pot. Namun, masing-masing varietas mempunyai perbedaan dalam kecepatan masa berbuah, produksi buah, bentuk tajuk dan tingkat kesulitan. Sebaliknya dipilih varietas yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh manalagi kecil, apel, nangklangwan, okyong dan namdokmai. Ini dapat dibuahkan sejak umur 2,5 tahun, selain itu jumlah buah juga relatif banyak sehingga penampilan menarik. Sedangkan arumanis, gedong, golek dan gedong gincu, baru bisa dibuahkan setelah berumur 3-4 tahun sejak okulasi. Buahnya tak sebanyak apel, manalagi kecil atau dokmai, tetapi berpenampilan eksotik.

Bahan Tanaman
Untuk mempercepat berbuah, pilih bibit hasil perbanyakan vegetatif (bukan dari biji), berukuran besar dan telah berumur 1,5-2 tahun. Diameter batang utama 4-5 cm, bentuk tajuk seimbang dengan cabang dan ranting yang kokoh serta cukup tua. Dengan kondisi itu batang cukup kuat menyangga cabang dan ranting di atasnya apabila berbuah.

Media Tanam
Mangga menyenangi media berstruktur remah, berbutir-butir, gembur dan kaya unsur hara. Media juga harus porous, cukup ringan agar mudah dipindahkan serta bebas dari hama dan penyakit. Komposisi bahan yang digunakan adalah merupakan campuran dari tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Pot yang Digunakan
Banyak jenis pot atau wadah tanaman yang dapat dipakai. Sebaiknya pilih yang ringan, tidak mudah pecah, berbentuk normal dan serasi dengan tanaman. Dipasaran wadah yang memenuhi syarat cukup banyak, yaitu mulai dari pot plastik tahan pecah, pot semen, drum hingga pot kayu. Dasar pot harus dilubangi, ukuran lubang 1-2 cm sejumlah 4-6 buah. Selain itu agar pembuangan air lancar, pot harus memiliki kaki atau dapat juga diganjal dengan batu bata atau batako.

Mula-mula isi dasar pot dengan serutan gergaji atau pecahan batu bata/genting hingga setebal 5-10 cm. itu untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media, selanjutnya siram media tanaman dengan air.

Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan tanaman sangat penting dilakukan untuk menjamin pertumbuhan dan pembuahan mangga yaitu penyiraman, pemangkasan, pemupukan, perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.

Sumber:
www.carabudidaya.com http://indotanam.blogspot.com

Kamis, 28 Februari 2013

Budidaya Buah Mangga dengan Biofarm

Mangga merupakan salah satu tanaman buah yang popular di tanah air. Keberadaan pohon buah mangga sudah lazim di masyarakat. Untuk saat ini kualitas mangga di Indonesia sangat rendah, walaupun telah menembus pasar ekspor. Namun, produksi buah tidak bisa stabil karena faktor alam dan serangan hama yang belum bisa ditanggulangi secara optimal.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka, ada sembilan eksportir yang menyerap mangga gedong gincu dari Majalengka. Namun, para eksportir langsung berhubungan dengan para pedagang pengumpul sehingga tidak diketahui volume ekspor mangga. Negara-negara yang membeli mangga asal daerah ini, antara lain Jepang, Singapura, dan Taiwan.

Pemupukan Dasar
1. Pemupukan Dasar Kocoran (untuk tanaman diatas 5 tahun)
Mangga biasanya berbuah sepanjang tahun. Pada fase pemupukan ini khusus untuk mangga yang akan dibuahkan di luar musimnya (missal Bulan Mei). Pemupukan dasar dimulai pada bulan Desember, aplikasinya sebagai berikut :
Bahan Pupuk : (Pupuk Kascing, Pupuk Supra A Biofarm, dan NPK)
Ketiga bahan ini sudah mewakili 13 unsur hara, Asam amino, Humat vulvat, antibiotic dan Hormon (ZPT).
2. Masukan 60 Pupuk Kascing ke dalam ember dengan mencampurkan air 300 liter aduk hingga rata, kemudian masukkan 2 liter Pupuk Supra A Biofarm, senjutnya masukan NPK sebanyak 15 kg NPK biru Mutiara (16-16-16) diamkan ketiga campuran tadi selama 12 jam, larutan ini dapat digunakan untuk 50-60 pohon.
3. Buat Lubang dengan diameter 3-4 meter melingkar dibawah tajuk sedalam 20-25 cm, kocorkan larutan diatas yang sudah diperam bersama ampasnya masing masing pohon 4-5 liter, untuk hasil yang maksimal aplikasi ini dapat diulang sampai 4 kali.

Analisa Biaya material per 60 pohon:
Pupuk Kascing 60 kg Rp. 120.000,-
2 Botol Pupuk Supra A biofarm Rp. 80.000,-
NPK Mutiara Rp. 165.000,-
ember & timbo (sewa ) Rp. 5.000,-
lain-lain 10% Rp. 37.000,-
Total Rp. 407.000,-

Rp 407.000,- : 60 pohon = Rp. 6,783,- per pohon
(angka ini dapat berubah)

Penyemprotan
Material yang digunakan untuk penyemprotan hampir sama dengan kocor :
Masukan 60 Pupuk Kascing ke dalam ember dengan mencampurkan air 300 liter aduk hingga rata, kemudian masukkan 2 liter Pupuk Supra A Biofarm, senjutnya masukan NPK serbuk sebanyak 2 kg diamkan ketiga campuran tadi selama 12 jam, larutan ini dapat digunakan untuk 40 pohon (asumsi dengan penyemprotan basah, dan merata) disemprotkan setiap 7 hari sekali, sebelum tanaman berbunga.

Analisa Biaya material per 60 pohon:Pupuk Kascing 60 kg Rp. 120.000,-
2 Botol Pupuk Supra A biofarm Rp. 80.000,-
NPK serbuk Rp. 100.000,-
ember & timbo (sewa) Rp. 5.000,-
Bensin Rp. 10.000,-
Tenaga Kerja Rp 15.000,-
lain lain 10 % Rp 33.000,-
Total Rp. 363.000,-

Biaya per pohon = Rp. 363.000,- : 40 = Rp. 9.075,-

Aplikasi Hormon dan insektisida

Hormon
Hormon yang digunakan adalah ZPT (auksin, citokinin, giberelin) dan hormon penambat tumbuh (Laktobutrazol / KCLO3), hormone penambat berfungsi untuk mempercepat pembungaan (mempercepat peralihan dari vegetatif ke generatif) hal ini dilakukan manakala tanaman agak malas dibungakan. Fungsi ZPT (auksin, citokinin, giberelin) adalah selain membantu merangsang pembungaan juga membuat buah tidak gampang rontok.

Aplikasi Hormon ZPT adalah pada awal mulai penyemprotan, pada masa mendekati pembungaan (Bunga belum mekar) dan pada usia buah muda sebesar kelereng (2kali aplikasi ).
Efek dari hormone tersebut ; Bunga semakin banyak, Buah semakin manis, Daging buah semkin kering, Warna buah semakin menarik, Daya kematangan buah semakin lama dan Biji buah semakin kecil daging semakin lebar (akibat ZPT giberelin & Auksin)
Dosis =1 botol @ 100 ml / 150 liter.

Sumber :
http://st294294.sitekno.com/article/43645/budidaya-mangga-dengan--biofarm.html

Jumat, 22 Februari 2013

Cara Memilih Buah Mangga yang Benar

Mangga, salah satu buah yang memiliki banyak kandungan vitamin ini hampir disukai oleh sebagian besar orang. Namun, tak semua orang yang menyukai mangga itu pintar memilih mangga yang enak dan manis. Padahal, memilih mangga yang enak itu tidak terlalu sulit dilakukan.

Jenis mangga ada banyak, yaitu mangga arum manis, golek, mana lagi, gadung, dan lain sebagainya. Namun, warna kulitnya ketika sudah matang pun berbeda-beda. Untuk mendapatkan buah mangga dengan rasa yang enak, Anda harus pintar memilihnya.

Inilah cara memilih buah mangga yang benar:

1. Jangan dilihat dari kulitnya
Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah bahwa buah mangga tak bisa diukur kematangannya berdasarkan warna kulit. Jumlah varian buah mangga banyak dan warna kulitnya pun berbeda-beda. Dengan melihat warna kulitnya saja, tak bisa menjadi patokan untuk menentukan kematangannya. Jika hanya memilih buah mangga berdasarkan warna kulit, maka belum tentu Anda mendapatkan buah mangga yang matang dan manis.

2. Pegang mangganya
Cermat memilih harus Anda lakukan untuk mendapatkan buah mangga yang enak dan manis. Anda perlu memegang dan meremas buah mangga dengan pelan. Jika terlalu lunak, maka buah tersebut tandanya sudah terlalu matang. Sedangkan, jika terlalu keras, maka tandanya buah itu belum matang.

3. Mencium aromanya
Cara berikutnya yang harus Anda lakukan adalah mencium aromanya. Buah mangga yang sudah matang biasanya akan beraroma wangi. Untuk memastikannya, dekatkan buah mangga ke hidung Anda agar lebih bisa mencium aroma tersebut. Namun jangan membelinya jika buah mangga tersebut tidak memiliki aroma yang wangi karena dipastikan belum matang.

4. Hindari terdapat banyak bintik
Buah mangga yang enak dan manis biasanya memiliki kulit yang terlihat mulus. Jika pada kulit buah terdapat banyak bintik atau memar, maka jangan membelinya karena kondisi buah sudah tidak baik. Itulah cara memilih buah mangga yang benar. Dengan pemilihan yang cermat, tentunya Anda akan mendapatkan mangga dengan daging buah yang tebal dan juga manis. Jadi, jangan sampai Anda salah memilihnya jika ingin mendapatkan buah mangga yang enak dan manis.

Sumber :
http://ciricara.com/2013/02/08/ciricara-cara-memilih-buah-mangga-yang-benar/

Selasa, 19 Februari 2013

Cara Budidaya Tanaman Buah Mangga

Sejarah Singkat Budidaya Tanaman Mangga
Mangga merupakan tanaman buah tahunan yang berupa pohon. Tanaman mangga berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia.

Pendahuluan
Produksi mangga di Indonesia pada saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar luar negeri. Ketidakmampuan ini bukan hanya disebabkan produktivitas yang rendah tetapi juga kualitas mangga di indonesia sendiri yang masih kurang. Kondisi ini disebabkan oleh penerapan teknologi dalam budidaya mangga yang belum optimal.

Jenis Tanaman
Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Anarcadiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera spp.
Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. yaitu mangga arumanis, golek, gedong, manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni.

Agroekologi
Tanaman mangga tumbuh baik pada ketinggian 50-300 m dpl pada lapisan tanah tebal dan struktur tanah remah dan berbutir-butir.

Varietas
Varietas yang bernilai jual tinggi antara lain Gadung 21 atau Arumanis 143. Varietas lainnya adalah Manalagi 69, Talijiwo, Chokanan dan Golek 31.

Persiapan Lahan
Lubang tanam dibuat 1-2 bulan sebelum tanam, ukuran 1 m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m. Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Akan lebih optimal siram SUPERNASA (0,5 sdm / + 5 lt air/pohon).

Penanaman
Penanaman di awal musim hujan. Sebelum bibit ditanam kantong plastik dilepas. Kedalaman tanam + 15-20 cm diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh. Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit.

Syarat tumbuh
Iklim

Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.

Media Tanam
1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang.
2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit.

Tempat Ketinggian
Mangga yang ditanam di dataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi.

Pemupukan
* Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim hujan. Caranya dibenamkan di sekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1 - 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 - 15 tahun diberi 60 kg PK.

Pemangkasan
Pangkas Bentuk (3 tahap) :

Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50 - 60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.
Tahap II : pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 - 2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- 3 - 9.
Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II, tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.

Pangkas Produlsi
Pemangkasan ini untuk memelihara tanaman dengan memotong cabang mati / kering, cabang yang tumbuh ke dalam dan ke bawah serta cabang air yaitu cabang muda yang tidak akan menghasilkan buah. Pemangkasan produksi dilaksanakan segera setelah panen.

Pendangiran
Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar kaca tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.

Milching (Mulsa)
Pemberian mulsa di akhir musim hujan, menggunakan jerami / sisa-sisa bekas pangkasan / tanaman sela.

Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun.

Induksi Bunga
Untuk merangsang pembungaan digunakan Pupuk Organik Padat SUPER NASA dengan dosis 1-2 sendok/pohon dicampur 10 liter air disiramkan secara merata di bawah kanopi pohon setelah pupus kedua (Februari-Maret) dan disemprot POC NASA (3-4 ttp/tangki) + HORMONIK (1 ttp) per tangki.

Pengelolaan Bunga dan Buah
Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali, pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung).
Pupuk yang digunakan :
Monokalsium Phospat ( MKP ) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter).

HAMA DAN PENYAKIT
a. Tip Borer, Clumetia transversa
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah.
Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati.
Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar,
pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.

b. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA

c. Ulat Phylotroctis sp.
Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari.

d. Seed Borer, Noorda albizonalis
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar,

e. Wereng mangga ( Idiocerus sp.)
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.

f. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis )
Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.

g. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)
Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis
Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp.)

i. Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis)
Menyerang buah dan masuk ke dalamnya.
Pengendalian: dengan semut merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur.

j. Bubuk buah mangga
Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini.
Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.

k. Bisul daun (Procontarinia matteiana.)
Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat, hijau dan kemerahan.
Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi.

l. Lalat buah
Gejala: buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas.
Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak, memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida.

m. Wereng ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)
Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Wereng ini menyerang daun, rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.

n. Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus)
Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga.
Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.

o. Codot
Memakan buah mangga di malam hari.
Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga, memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring.

Penyakit
1) Penyakit mangga

Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu, buah busuk, daun berbintik-bintik hitam dan menggulung.
Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.
2. Gulma
Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang, menebang tanaman yang diserang alu dengan berat

Panen dan Pasca Panen
Panen dilakukan pada umur + 97 hari setelah bunga mekar, buah berbedak, dan pada jam 09.00 - 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm.

Sumber :
http://budidayanews.blogspot.com/2011/03/cara-budidaya-tanaman-mangga.html

Senin, 18 Februari 2013

Tips menanam pohon buah mangga

Pada postingan ini ingin diuraikan sedikit tips menanam pohon buah mangga yang dapat ditanam di sekitar rumah ataupun di pekarangan rumah. Siapa yang tidak kenal dengan buah mangga ...

Sebagai salah satu jenis pohon buah yang paling banyak diminati masyarakat indonesia. Sebenarnya sangat mudah untuk menanam bibit pohon buah mangga karena pohon buah mangga ini bukanlah pohon buah yang sensitif. Sangat mudah ditanam namun lumayan lama untuk menghasilkan buah harus sedikit sabar ya!

Langkah pertama sebelum anda bercocok pohon buah mangga tentunya harus mempunyai bibit pohon buah mangga terlebih dahulu. Baiklah langsung saja dibawah ini beberapa tips menanam pohon buah mangga dengan teknik sederhana.
* Ukur luas tanah anda, maksudnya agar bisa disessuaikan berapa bibit pohon buah mangga yang akan ditanam Untuk jarak tanaman pohon mangga bagusnya mempunyai jarak renggang 5-10 meter, dengan teknik diagonal atau disejejarkan bisa juga dengan bentuk segi tiga sama sisi.
* Gali tanah ukuran Lebar dan Tinggi sekitar 50-100cm (L.100 cm T.100 cm direkomendasikan)
* Bakar lubang hasil galian bisa menggunakan memasukan jerami atau sampah kering ke dalam lubang kemudian bakar. atau lebih bagus lubang hasil galian dibiarkan 1-2 minggu terbuka dan terkena sinar matahari.
* Tanah hasil galian di campur dengan gabah atau dedak dan ditambah dengan pupuk kandang
* Siapkan bibit tanaman mangga
* Buka dan keluarkan dari polybag
* Masukan tanah hasil campuran ke dalam lubang
* Jika sudah mencapai ketinggian sepertiga masukan bibit ke dalam lubang kemudian masukan tanah sisa hasil galian
* Mangga hasil okulasi biasanya terdapat mata okulasi. jangan sampai batas okulasi tertanam atau tertimbun tanah. Penanaman selesai.

Perawatan Pohon Mangga
Setelah pohon mangga di tanam lakukan penyiraman minimal 1-2 setiap hari. Lakukan pembersihan lahan di sekitar pohon dari gangguan rumput dan hama lainnya. Setelah 2 bulan lakukan pemupukan menggunakan pupuk organik/kandang bisa juga dengan pupuk anorganik seperti NPK, KCL, atau ZA

Sumber :
http://bibithijau.blogspot.com/2012/07/tips-menanam-pohon-buah-mangga.html